<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802</id><updated>2012-02-16T01:05:27.899-08:00</updated><category term='Personal View'/><category term='Dinar Emas'/><category term='Dirham Perak'/><category term='Financial Issue'/><title type='text'>Prospek Dinar Pekanbaru</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-5488557801237729186</id><published>2009-07-15T18:59:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T02:27:02.554-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Menggapai Stabilitas Nilai Uang Tanpa Menggunakan Gold Standard</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Sl6OcSxEV9I/AAAAAAAAAXE/OLFM-Ltnt3Q/s1600-h/100_1830.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Sl6OcSxEV9I/AAAAAAAAAXE/OLFM-Ltnt3Q/s200/100_1830.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358877223342594002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ternyata ada cara lain untuk menggapai stabilitas nilai mata uang selain dengan menggunakan Gold Standard. Ada cara lain untuk menggapainya selain harus mematok nilai mata uang dengan emas dalam satuan berat tertentu. Banyak syarat yang harus dipenuhi. Syarat yang paling utama adalah perlunya tingkat kedisiplinan yang tinggi dari pemerintah untuk mematuhi aturan permainan. Selain itu ada beberapa syarat lagi yang harus dipenuhi antara lain penghapusan kebijakan deficit spending, penghapusan sistem fractional reserve banking, penggantian sistem pengenaan pajak dan lain-lain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;David Zweig menulis sebuah artikel berjudul &lt;a href="http://www.financialsense.com/fsu/editorials/zweig/2009/0709.html"&gt;“Money Stability Without Using Gold Standard”&lt;/a&gt; yang isinya membahas dengan cukup detail tentang bagaimana caranya menggapai kestabilan nilai mata uang. Artikel tersebut di posting di website &lt;a href="http://www.financialsense.com/"&gt;Financial Sense&lt;/a&gt; dan bila ingin membaca artikel aslinya silakan &lt;a href="http://www.financialsense.com/fsu/editorials/zweig/2009/0709.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel tersebut David Zweig menguraikan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Setelah itu diuraikan pula mengenai hasil yang akan dicapai bila syarat tersebut diterapkan. Berikut ini saya kutipkan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kutipan dalam huruf miring&lt;/span&gt;) syarat yang harus diterapkan oleh pemerintah agar nilai mata uang menjadi stabil, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Here are the components of a system that combines the best of a gold standard (eliminating lasting inflation) with the flexibility required in today’s world and utilizing modern technology.   This approach can create transparency, fairness and stability in government:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Match tax with spending&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eliminate Fractional Reserve Banking&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Separate banking from lending&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Replace existing taxes with a net worth tax - it would not only be fair, but invisible and painless&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eliminate the state level of government&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Automate registration of property and loans&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Create personal escrow accounts funded by transaction taxes&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Discourage the use of barter.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan bebas dari kutipan tersebut adalah kurang lebih :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berikut adalah komponen dari sebuah sistem yang menggabungkan kebaikan sistem Gold Standard (menghapus inflasi yang terus-menerus) dengan fleksibilitas yang diperlukan di zaman ini serta pemanfaatan kemajuan teknologi. Pendekatan ini akan menghailkan trnasparansi, keadilan serta stabilitas dalam pemerintahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Menyamakan pendapatan dari pajak dengan belanja pemerintah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Menghapus sistem Fractional Reserve Banking&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Memisahkan jasa perbankan dengan jasa peminjaman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Mengganti sistem pajak yang ada sekarang dengan pajak atas simpanan kekayaan – dimana dengan menggunakan sistem ini bukan hanya memberikan keadilan akan tetapi juga sistem ini bekerja dibelakang layar dan juga tidak menyakitkan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Menghapus pemerintahan tingkat “state”(negara bagian)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Pendaftaran hak milik dan pinjaman secara otomatis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Membuka rekening escrow/sementara yang dananya diambil dari pajak atas transaksi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Penghapusan sistem barter. “&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Dari delapan syarat ini yang paling menarik bagi saya adalah syarat ke-4 yaitu keharusan mengganti sistem pajak sekarang dengan pajak atas simpanan kekayaan (net worth). Apa hubungannya mengganti  sistem pajak dengan kestabilan nilai mata uang? Jawabannya adalah keadilan dalam bentuk kesamaan daya beli relatif (relative buying power). Menurut Wikipedia, Buying Power adalah bagian dari pendapatan yang tersedia untuk dibelanjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikelnya David Zweig menjelaskan bahwa dengan menerapkan pajak atas simpanan kekayaan maka uang setiap orang akan tetap memiliki daya beli relatif yang sama antara sebelum dan sesudah membayar pajak. Tulisan lengkapnya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“A net worth tax applied equally to all wealth in the system, affects each dollar of value proportionally the same.  Thus, no matter how wealthy people are, each person has the same relative buying power after paying the tax as they had before.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tangkap maksud dari daya beli relatif/relative buying power adalah dapat digambarkan dengan contoh berikut, misalkan ada 2 orang kepala keluarga masing-masing kita sebut saja Patrick dan Sponge Bob yang hidup bertetangga yang keduanya memiliki 3 orang anak dan keduanya sama-sama memiliki penghasilan sebesar Rp 250 juta/tahun. Dengan menggunakan sistem pajak sekarang kedua orang tersebut dalam setahun harus membayar pajak sebesar Rp 67,5 juta dengan asumsi penghasilan tidak kena pajak per tahun adalah Rp 25 juta dan tarif pajak 30%. Dalam sistem pajak sekarang, kedua orang tersebut membayar pajak dalam jumlah yang sama. Sayangnya, seperti orang bijak bilang, sama belum tentu adil. Setelah ditelusuri lebih jauh, si Patrick ini termasuk orang yang beruntung. Rumah yang sekarang ditempatinya berasal dari pemberian orang tua. Ketiga orang anaknya pun sehat dan cerdas semuanya. Berbeda jauh dengan keadaan si Sponge Bob. Rumah yang sekarang ditempatinya dia beli dengan meminjam uang ke bank dan sampai saat ini belum lunas juga. Sementara itu dirinya sendiri menderita alergi terhadap makanan murah. Dijamin tidak akan masuk ke mulutnya sesuap-pun makanan yang harganya murah (mohon maklum, ini kan cuma contoh). Intinya adalah biaya hidup minimal Sponge Bob jauh lebih tinggi daripada Patrick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya tambahan informasi tersebut, terlihat jelas bahwa bila keduanya harus membayar pajak dalam jumlah yang sama maka Sponge Bob mendapatkan perlakuan yang tidak adil. Berbeda misalnya bila sistem pajak sekarang diganti dengan sistem pajak atas nilai kekayaan bersih/net worth (definisi sederhana dari net worth adalah jumlah semua ativa/kekayaan dikurangi hutang). Dengan pajak atas net worth maka Patrick harus membayar pajak lebih banyak karena  selain tidak punya hutang, biaya hidup minimal diapun  rendah sehingga mampu membeli barang yang diinginkan sehingga hidupnya lebih menyenangkan. Dengan pajak atas net worth maka Sponge Bob hanya akan dikenai pajak sedikit saja atau bahkan bisa tidak membayar pajak. Bagaimana mungkin Sponge Bob bayar pajak atas net worth sementara dia masih punya hutang rumah yang belum lunas serta biaya hidup minimalnya tinggi sekali mengingat penyakit alerginya yang tidak biasa itu? Jangankan untuk membeli barang yang diinginkan, untuk bertahan hidup saja sudah menjadi beban baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari contoh diatas terlihat jelas bahwa dengan menerapkan sistem pajak atas net worth maka akan tercipta keadilan bagi masyarakat dalam membayar pajak karena sistem pajak atas net worth sangat memperhatikan beban hidup masing-masing individu. Sepengetahuan saya, sistem pajak ini bisa dibilang mirip dengan sistem zakat dalam syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-5488557801237729186?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/5488557801237729186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/menggapai-stabilitas-nilai-uang-tanpa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/5488557801237729186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/5488557801237729186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/menggapai-stabilitas-nilai-uang-tanpa.html' title='Menggapai Stabilitas Nilai Uang Tanpa Menggunakan Gold Standard'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Sl6OcSxEV9I/AAAAAAAAAXE/OLFM-Ltnt3Q/s72-c/100_1830.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-2060550151274688198</id><published>2009-07-07T06:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T06:50:38.291-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Financial Issue'/><title type='text'>Yang Membedakan Zakat dan Pajak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Sge2pa1sBMI/AAAAAAAAAW8/cumRSUOvZ2A/s1600-h/tax-credit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 292px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Sge2pa1sBMI/AAAAAAAAAW8/cumRSUOvZ2A/s320/tax-credit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334433106339038402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain zakat berdasarkan syariat Islam sementara pajak berdasarkan undang-undang, apalagi ya bedanya? Pertanyaan tersebut mengandung jawaban yang sudah mencukupi secara garis besar, namun secara detail banyak perbedaannya. Sama seperti menjawab pertanyaan apa perbedaan antara mobil BMW dengan Volvo, garis besarnya  adalah yang satu berasal dari Jerman yang satunya lagi berasal dari Swedia, detailnya banyak sekali yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang membedakan zakat dengan pajak adalah dalam hal obyek yang dipungut. Dalam hal &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;zakat harta&lt;/span&gt;, obyek zakat yang dipungut adalah emas, perak dan uang yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;telah dimiliki dan disimpan lebih dari satu tahun&lt;/span&gt; (Hijriyah) dan jumlahnya melebihi 20 Dinar Emas atau 200 Dirham Perak atau untuk uang setara dengan 20 Dinar Emas. Sedikit selingan, bagi saya perbandingan Dinar Dirham yang telah ditetapkan syariat Islam ini yaitu sebesar 1 : 10 merupakan salah satu faktor “bullish” bagi harga Dirham Perak karena pada saat ini perbandingan harga Dinar Dirham adalah sebesar 1 : 39 (menggunakan harga Gerai Dinar Rp 1.363.920,00 / Rp 34.242,00). Sedangkan dalam hal pajak,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; obyek pajak yang dipungut adalah penghasilan&lt;/span&gt;, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi dari dua definisi diatas dalam hal pengakuan terhadap hasil jerih payah seseorang sangat bertolak belakang. Zakat mengakui hasil jerih payah seseorang berupa penghasilan sebagai harta yang menjadi hak milik pribadi orang yang bersangkutan. Apakah saya berpenghasilan 1 juta/bulan atau 1 milyar/bulan, perlakukan zakat terhadap saya sama yaitu zakat akan dikenakan atas sisa penghasilan yang tidak habis dikonsumsi. Berapapun penghasilan saya, saya bebas mengelolanya untuk berbagai keperluan. Apakah akan saya habiskan semuanya untuk dikonsumsi ataupun disimpan sebagian besarnya, semuanya terserah pada keinginan saya. Karena penghasilan saya adalah hak milik saya pribadi, tidak seorangpun di dunia ini boleh mengatur bagaimana cara saya mengelolanya. Bila dari hasil pengelolaan saya ternyata dimasa depan saya mengalami kesulitan ataupun kebahagiaan itu semua akibat yang harus saya tanggung sendiri. Setelah saya mengkonsumsi penghasilan saya namun masih ada sisa yang bisa disimpan ataupun saya putuskan untuk menunda sebagian konsumsi saya sekarang untuk konsumsi di masa depan dalam bentuk simpanan, maka barulah muncul kewajiban zakat. Dan kewajiban zakat tersebut hanya muncul setelah saya memiliki simpanan setahun penuh. Dengan kata lain zakat hanya dikenakan di akhir proses, dimana simpanan adalah sisa lebih dari penghasilan yang telah dikonsumsi (Penghasilan = Konsumsi + Simpanan; I=C+S), bukan di awal atau ditengah proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, pajak dikenakan atas penghasilan. Pajak (Pajak Penghasilan/PPh) dikenakan diawal proses. Artinya setiap penghasilan yang diterima seseorang, pada dasarnya itu adalah hak milik pajak sehingga pajak berhak untuk mengambil sebagian dari penghasilan tersebut, sedangkan sisanya baru boleh diakui sebagai hak milik pribadi. Penghasilan minimal yang tidak dikenakan pajak (Penghasilan Tidak Kena Pajak/PTKP) tidak membuat pajak sama dengan zakat karena PTKP sama artinya dengan batas maksimal penghasilan yang bisa dikonsumsi oleh seseorang dan setelah melebihi jumlah tersebut penghasilan seseorang dianggap sama dengan simpanan yang bisa dikenakan pajak. Pajak menganggap tingkat konsumsi masyarakat seragam. Apakah penghasilan saya 1 juta/bulan atau 1 milyar/bulan, pajak tetap menganggap konsumsi maksimal saya hanya sebesar PTKP, sisanya adalah simpanan saya yang akan dikenakan pajak. Pajak mengatur cara bagaimana saya memanfaatkan penghasilan. Pajak mengatakan konsumsi maksimal saya hanya sebesar PTKP, sisanya merupakan simpanan yang berhak dikenakan pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-2060550151274688198?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/2060550151274688198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/yang-membedakan-zakat-dan-pajak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2060550151274688198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2060550151274688198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/yang-membedakan-zakat-dan-pajak.html' title='Yang Membedakan Zakat dan Pajak'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Sge2pa1sBMI/AAAAAAAAAW8/cumRSUOvZ2A/s72-c/tax-credit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-7764433956741825211</id><published>2009-07-07T06:48:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T06:49:19.354-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Menyimpan Emas kan Kena Zakat! So What?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SgW4VW-gF0I/AAAAAAAAAWs/8XwMssWrGQ0/s1600-h/gold_standard.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 198px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SgW4VW-gF0I/AAAAAAAAAWs/8XwMssWrGQ0/s320/gold_standard.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333872010774714178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam beberapa kali memberikan penjelasan mengenai keuntungan berinvestasi dalam Dinar Emas, muncul pernyataan dari lawan bicara saya yang mengutarakan hal yang sudah pasti yaitu menyimpan Dinar Emas minimal 20 Dinar dan selama 1 tahun hijriyah dikenakan kewajiban membayar zakat sebesar 2,5%. Hitungan sepintas, dengan zakat 2,5% seolah-olah mengakibatkan simpanan emas akan habis dalam waktu 40 tahun. Kenyataannya adalah tidak demikian karena zakat dasarnya adalah jumlah yang kita simpan, bukan yang pernah kita simpan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin juga alasan lain dengan meyebutkan adanya zakat 2,5% lawan bicara saya bermaksud dengan halus mengatakan bahwa tidak menguntungkan untuk menyimpan Dinar Emas karena setiap tahun terkena zakat sementara bila disimpan dalam bentuk deposito jelas menguntungkan karena memperoleh bunga. Apakah benar demikian? Untuk menyanggah pernyataan ini berikut saya buat sebuah ilustrasi yang membandingkan lebih cepat mana uang kita akan habis bila disimpan dalam bentuk Dinar Emas atau deposito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan, saya mempunyai uang sebesar Rp 1milyar dan dengan uang tersebut saya ingin pensiun dini. Saya tidak punya penghasilan lain dan seluruh biaya hidup saya diambil dari hasil investasi uang yang 1 milyar tadi. Ada dua pilihan bagi saya dengan uang tersebut yaitu menyimpannya dalam bentuk deposito atau membeli Dinar Emas. Yang akan saya pilih adalah yang paling lama mampu menghidupi saya dengan kondisi :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Biaya hidup saya per bulan untuk tahun pertama adalah Rp 10 juta, untuk tahun selanjutnya di sesuaikan dengan tingkat inflasi,/li&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tingkat bunga deposito 15% ,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tingkat inflasi 6% (dalam kondisi ekonomi stabil tentunya),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harga 1 Dinar tahun ini Rp  1,4 juta,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apresiasi harga Dinar Emas dalam rupiah per tahun 28% (sesuai dengan data dalam kurun waktu 40 tahun terakhir),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pajak bunga deposito 20% dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pajak capital gain atas penjualan Dinar Emas 20%.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel I dibawah ini menunjukkan bila saya menyimpan uang saya sebesar Rp 1 milyar dalam bentuk deposito maka saya dapat bertahan dalam selama 9 tahun 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table style="width: 489px; height: 379px;" rules="none" border="0" cellspacing="0" cols="7" frame="void"&gt;  &lt;colgroup&gt;&lt;col width="47"&gt;&lt;col width="91"&gt;&lt;col width="83"&gt;&lt;col width="107"&gt;&lt;col width="86"&gt;&lt;col width="96"&gt;&lt;col width="92"&gt;&lt;/colgroup&gt;  &lt;tbody&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td width="47" align="left" height="17"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td width="91" align="left"&gt;&lt;b&gt;Tabel I : DEPOSITO&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td width="83" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td width="107" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td width="86" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td width="96" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td width="92" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left" height="17"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center" height="62"&gt;Tahun&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;Awal Tahun&lt;/td&gt;    &lt;td valign="middle" align="center"&gt;Biaya Bulanan/thn termasuk inflasi&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;Bunga 15%&lt;/td&gt;    &lt;td valign="middle" align="center"&gt;Pajak Bunga 20%&lt;/td&gt;    &lt;td valign="middle" align="center"&gt;Zakat 2,5%&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;Akhir Tahun&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="center" height="17"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="1" sdnum="1033;" align="center"&gt;1&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="2" sdnum="1033;" align="center"&gt;2&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;3 = (1-2)*15%&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;4 = 3 * 20%&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="5" sdnum="1033;" align="center"&gt;5&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;6 = 1-2+3-4-5&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left" height="17"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="1" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;1&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="1000000000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;1,000,000,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="120000000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;120,000,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="132000000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;132,000,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="26400000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;26,400,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="22000000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;22,000,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="963600000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;963,600,000&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="2" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;2&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="963600000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;963,600,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="127200000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;127,200,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="125460000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;125,460,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="25092000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;25,092,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="20910000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;20,910,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="915858000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;915,858,000&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="3" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;3&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="915858000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;915,858,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="134832000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;134,832,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="117153900" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;117,153,900&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="23430780" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;23,430,780&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="19525650" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;19,525,650&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="855223470" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;855,223,470&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="4" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;4&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="855223470" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;855,223,470&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="142921920" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;142,921,920&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="106845232.5" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;106,845,233&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="21369046.5" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;21,369,047&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="17807538.75" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;17,807,539&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="779970197.25" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;779,970,197&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="5" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;5&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="779970197.25" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;779,970,197&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="151497235.2" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;151,497,235&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="94270944.3075" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;94,270,944&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="18854188.8615" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;18,854,189&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="15711824.05125" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;15,711,824&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="688177893.44475" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;688,177,893&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="6" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;6&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="688177893.44475" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;688,177,893&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="160587069.312" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;160,587,069&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="79138623.6199125" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;79,138,624&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="15827724.7239825" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;15,827,725&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="13189770.6033187" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;13,189,771&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="577711952.425361" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;577,711,952&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="7" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;7&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="577711952.425361" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;577,711,952&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="170222293.47072" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;170,222,293&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="61123448.8431962" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;61,123,449&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="12224689.7686392" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;12,224,690&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="10187241.473866" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;10,187,241&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="446201176.555332" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;446,201,177&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="8" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;8&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="446201176.555332" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;446,201,177&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="180435631.078963" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;180,435,631&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="39864831.8214553" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;39,864,832&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="7972966.36429106" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;7,972,966&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="6644138.63690922" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;6,644,139&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="291013272.296624" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;291,013,272&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="9" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;9&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="291013272.296624" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;291,013,272&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="191261768.943701" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;191,261,769&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="14962725.5029384" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;14,962,726&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="2992545.10058768" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;2,992,545&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="2493787.58382307" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;2,493,788&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="109227896.17145" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;109,227,896&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="10" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;10&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="109227896.17145" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;109,227,896&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="202737475.080323" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;202,737,475&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="-14026436.8363309" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;-14,026,437&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="-2805287.36726618" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;-2,805,287&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="-2337739.47272182" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;-2,337,739&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="-102392988.905216" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;-102,392,989&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;!-- ************************************************************************** --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang lihat Tabel II berikut yang menghitung kemampuan saya bertahan dengan Dinar Emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table rules="none" border="0" cellspacing="0" cols="8" frame="void"&gt;  &lt;colgroup&gt;&lt;col width="47"&gt;&lt;col width="57"&gt;&lt;col width="83"&gt;&lt;col width="107"&gt;&lt;col width="86"&gt;&lt;col width="67"&gt;&lt;col width="110"&gt;&lt;col width="61"&gt;&lt;/colgroup&gt;  &lt;tbody&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td width="47" align="left" height="17"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td width="57" align="left"&gt;&lt;b&gt;Tabel II : DINAR EMAS&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td width="83" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td width="107" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td width="86" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td width="67" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td width="110" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td width="61" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left" height="17"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center" height="62"&gt;Tahun Ke&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;Awal Tahun&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;Biaya Bulanan/thn dalam Dinar&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;Biaya Bulanan/Thn dan Pajak Capital Gain&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;Harga Dinar&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;Zakat 2,5%&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;Pajak Capital Gain 20%&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;Akhir Tahun&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center" height="32"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="1" sdnum="1033;" valign="middle" align="center"&gt;1&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;2 = 3 / 4&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;3 = (120 juta * 1.06^n) + 6&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;4 = 1,4 juta * 1,28^n&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;5 = (1 – 2) * 2,5%&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" valign="middle" align="center"&gt;6 = ((2 + 5) * (4 – 1,4 juta)) * 20%&lt;/td&gt;    &lt;td style="border-left: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-right: 1px solid rgb(0, 0, 0); border-bottom: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="7" sdnum="1033;" valign="middle" align="center"&gt;7&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left" height="17"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="1" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;1&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="714.285714285714" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;714&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="85.7142857142857" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;86&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="120000000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;120,000,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="1400000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;1,400,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="15.7142857142857" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;16&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="0" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;0&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="612.857142857143" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;613&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="2" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;2&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="612.857142857143" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;613&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="70.9821428571429" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;71&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="127200000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;127,200,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="1792000" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;1,792,000&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="13.546875" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;14&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="6627075" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;6,627,075&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="528.328125" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;528&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="3" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;3&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="528.328125" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;528&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="61.6712624686105" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;62&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="141459075" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;141,459,075&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="2293760" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;2,293,760&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="11.6664215632847" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;12&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="13109257.6960693" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;13,109,258&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="454.990440968105" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;455&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="4" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;4&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="454.990440968105" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;455&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="55.5365007932082" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;56&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="163055877.196069" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;163,055,877&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="2936012.8" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;2,936,013&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="9.98634850437242" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;10&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="20128787.042711" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;20,128,787&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="389.467591670524" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;389&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="5" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;5&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="389.467591670524" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;389&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="51.3472772258053" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;51&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="192968016.870544" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;192,968,017&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="3758096.384" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;3,758,096&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="8.45300786111797" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;8&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="28202967.2051286" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;28,202,967&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="329.667306583601" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;330&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="6" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;6&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="329.667306583601" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;330&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="48.3849237805835" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;48&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="232749065.087906" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;232,749,065&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="4810363.37152" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;4,810,363&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="7.03205957007544" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;7&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="37798410.0358442" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;37,798,410&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="274.250323232942" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;274&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="7" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;7&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="274.250323232942" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;274&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="46.207596017053" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;46&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="284512419.029024" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;284,512,419&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="6157265.1155456" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;6,157,265&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="5.70106818039723" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;6&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="49388655.4762202" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;49,388,655&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="222.341659035492" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;222&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="8" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;8&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="222.341659035492" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;222&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="44.5322280190482" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;45&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="350971819.646986" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;350,971,820&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="7881299.34789837" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;7,881,299&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="4.44523577541109" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;4&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="63487520.830549" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;63,487,521&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="173.364195241033" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;173&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="9" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;9&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="173.364195241033" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;173&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="43.1715823463497" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;43&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="435517649.656354" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;435,517,650&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="10088063.1653099" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;10,088,063&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="3.25481532236707" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;3&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="80671095.0967216" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;80,671,095&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="126.937797572316" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;127&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="10" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;10&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="126.937797572316" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;127&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="41.9988792420459" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;42&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="542319803.732457" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;542,319,804&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="12912720.8515967" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;12,912,721&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="2.12347295825675" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;2&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="101593664.839583" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;101,593,665&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="82.8154453720133" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;83&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="11" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;11&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="82.8154453720133" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;83&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="40.9269776831362" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;41&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="676452656.795988" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;676,452,657&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="16528282.6900438" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;16,528,283&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="1.04721169222193" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="126999480.51117" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;126,999,481&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="40.8412559966551" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;41&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="12" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;12&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="40.8412559966551" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;41&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="39.8955967128841" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;40&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="844039296.714917" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;844,039,297&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="21156201.843256" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;21,156,202&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="0.0236414820942755" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;0&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="157730505.441802" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;157,730,505&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="0.922017801676746" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="13" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right" height="17"&gt;13&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="0.922017801676746" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;1&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="38.8631667470379" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;39&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="1052412159.95961" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;1,052,412,160&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="27079938.3593677" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;27,079,938&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="-0.948528723634028" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;-1&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="194729113.47175" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;194,729,113&lt;/td&gt;    &lt;td style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0);" sdval="-36.9926202217271" sdnum="1033;0;#,##0;[RED]-#,##0" align="right"&gt;-37&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;!-- ************************************************************************** --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel II menunjukkan saya bisa bertahan hidup selama 12 tahun bila saya menyimpan uang saya dalam bentuk Dinar Emas! Ada selisih lebih dari 2 tahun !&lt;br /&gt;Jadi, seandainya saya punya uang 1 milyar, pilihan saya adalah Dinar Emas sebagai sarana investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-7764433956741825211?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/7764433956741825211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/menyimpan-emas-kan-kena-zakat-so-what.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/7764433956741825211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/7764433956741825211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/menyimpan-emas-kan-kena-zakat-so-what.html' title='Menyimpan Emas kan Kena Zakat! So What?'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SgW4VW-gF0I/AAAAAAAAAWs/8XwMssWrGQ0/s72-c/gold_standard.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-4021328872185643105</id><published>2009-07-07T06:47:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T06:48:13.767-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Pendapat Alan Greenspan tentang Emas dan Kemerdekaan Ekonomi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Sfu2K_fqfHI/AAAAAAAAAWk/Tqh-qg4nIjA/s1600-h/key.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 143px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Sfu2K_fqfHI/AAAAAAAAAWk/Tqh-qg4nIjA/s200/key.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331054883882302578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berikut ini pendapat Alan Greenspan mengenai emas dan kemerdekaan ekonomi. Alan Greenspan adalah mantan gubernur The Fed periode 1987 – 2006. Dalam essay-nya yang terkenal ini yang aslinya berjudul “&lt;a href="http://www.financialsense.com/metals/greenspan1966.html"&gt;Gold and Economic Freedom&lt;/a&gt;” membahas tentang emas yang bila digunakan sebagai mata uang/alat investasi dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai kemerdekaan ekonomi, dimana yang dimaksud dengan kemerdekaan ekonomi adalah hilangnya kemampuan pemerintah untuk mengambil paksa sebagian kekayaan hak milik warga negaranya dalam bentuk pajak yang berlebihan dan inflasi yang disebabkan oleh kebijakan deficit spending.&lt;br /&gt;Terjemahan bebas beberapa kutipan dari essay tersebut ditulis dalam huruf miring.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Gold Standard adalah suatu sistem moneter dimana alat tukar (uang) yang digunakan didukung oleh jumlah simpanan emas yang sama. Uang pada dasarnya adalah klaim atas suatu asset yang bernilai. Dalam Gold Standard asset yang bernilai tersebut berupa emas. Sehingga bila pemerintah mencetak uang sebanyak Rp 1 trilyun dan menetapkan bahwa harga emas 1 gr adalah Rp 1 juta maka dalam menerbitkan uang tersebut pemerintah harus mempunyai simpanan emas sebanyak 1 ton. Pada kondisi ini, pemerintah tidak bisa seenaknya mencetak uang untuk berbagai kepentingan baik berupa kepentingan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat ataupun bagi kepentingan pemerintah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laissez-faire (berasal dari bahasa Perancis yang artinya “biarkan terjadi” adalah suatu kebjiakan dimana pemerintah dilarang untuk campur tangan dalam kegiatan ekonomi pasar. Dengan kata lain pemerintah tidak boleh melakukan intervensi untuk mengatur ekonomi. Terserah apa saja yang dilakukan pasar, baik atau buruk, bermanfaat bagi masyarakat atau tidak, pokoknya pemerintah tidak boleh campur tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mereka&lt;/span&gt; (penentang gold standard) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tampaknya menilai bahwa emas dan kemerdekaan ekonomi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, bahwa gold standard merupakan instrumen dari kebijakan laissez-faire dan keduanya &lt;/span&gt;(gold standar dan laissez-faire)&lt;span style="font-style: italic;"&gt; adalah sama maknanya dan saling membutuhkan. Agar dapat memahami alasan penentangan mereka, pertama kali perlu dimengerti tentang fungsi spesifik emas dalam suatu masyarakat bebas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Emas sebagai mata uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Uang adalah sarana untuk terselenggaranya semua kegiatan ekonomi. Uang merupakan komoditas yang berfungsi sebagai alat tukar (medium of exchange), diterima oleh seluruh partisipan kegiatan ekonomi sebagai alat pemabayaran atas barang dan jasa, dan oleh karena itu dapat digunakan sebagai standar dalam penentuan harga pasar dan sebagai alat penyimpan kekayaan (store of value) yaitu sebagai sarana untuk menabung."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Uang bisa saja berbentuk emas, perak, kerang, binatang ternak ataupun tembakau tergantung pada konteks dan perkembangan ekonomi. Kenyataannya, semua yang disebutkan tadi pernah digunakan sebagai uang dalam berbagai masa tertentu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sistem Perbankan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem perbankan yang tanpa bunga adalah sistem yang memberi manfaat bagi masyarakat karena menjadi sarana untuk menyelesaikan transaksi ekonomi dalam jumlah besar. Pada awalnya  perbankan menggunakan 100% reserve system dimana jumlah pinjaman yang dikeluarkan tidak melebihi jumlah cadangan bank. Cadangan yang dimaksud adalah berupa jumlah seluruh simpanan masyarakat yang ada pada bank. Namun pada saat ini perbankan mengunakan Fractional Reserve Banking dimana bank hanya memiliki kewajiban untuk memiliki cadangan sebagian saja, misalnya 10%, dari jumlah pinjaman yang dikeluarkan. Dengan adanya Fractional Reserve Banking maka bank mempunyai kemampuan untuk menciptakan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bila semua barang dan jasa dibayar dalam bentuk emas, pembayaran dalam jumlah besar menjadi sulit untuk dilaksanakan dan hal ini cenderung akan membatasi pengembangan dari pembagian kerja dan spesialisasi dalam suatu masyarakat. Sehingga, sebagai kelanjutan yang logis dari penggunaan emas sebagai uang maka dikembangkanlah suatu sistem perbankan dan isntrumen kredit (uang kertas dan deposit) yang berfungsi sebagai pengganti emas namun dapat ditukar dengan emas."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Disaat bank memberikan pinjaman pada kegiatan usaha yang produktif dan menguntungkan, pinjaman bank tersebut lancar pelunasannya dan sebagai akibatnya kredit bank akan selalu tersedia. Tetapi bila kegiatan usaha yang ddanai oleh bank sedikit keuntungannya dan pelunasan hutangnya tersendat maka para bankir segera menyadari bahwa dana pinjaman mereka yang beredar melebihi jumlah simpanan emas yang ada, dan para bankir pun mulai menahan diri dalam memberikan pinjaman, biasanya dengan cara menaikkan tingkat bunga pinjaman. Hal ini akan membatasi keluarnya pinjaman bank bagi kegiatan usaha baru dan mengharuskan kegiatan usaha yang sudah berjalan untuk meningkatkan keuntungannya sebagai syarat untuk mendapatkan tambahan pinjaman bank. Sehingga, dalam sistem Gold Standard, sistem perbankan dapat berfungsi sebagai pelindung stabilitas dan pertumbuhan yang seimbang dari sebuah kegiatan ekonomi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Suatu sistem perbankan yang benar-benar terbebas dari intervensi pemerintah dan yang benar-benar konsisten dengan sistem gold standard belum pernah ada. Namun sebelum Perang I, sistem perbankan di Amerika adalah berdasarkan emas dan meskipun pemerintah kadang-kadang mengintervensi, sistem perbankan tersebut masih bisa dikatakan bebas. Setiap periode tertentu, karena cepatnya ekspansi kredit, kapasitas bank dalam memberikan pinjaman sudah maksimal sebanding dengan simpanan emasnya, maka tingkat bunga bank melonjak naik, pinjaman baru dibatalkan dan ekonomipun mengalami penurunan yang tajam namun singkat. Adalah keterbatasan simpanan emas yang menghentikan ekspansi kegiatan usaha yang tidak seimbang ini, sebelum ekspansi tersebut berkembang menjadi bencana seperti yang terjadi setelah Perang Dunia I. Periode penyesuaian berjalan singkat dan ekonomi segera meletakkan kembali dasar yang kuat untuk melanjutkan ekspansinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Namun proses penyembuhan tersebut salah didiagnosa sebagai penyakit: jika terjadi kekurangan cadangan emas bank menyebabkan penurunan ekonomi – begitu argumen para pendukung intervensi ekonomi – kenapa tidak dicari cara untuk mensupply penambahan cadangan untuk bank sehingga perbankan tidak akan pernah mengalami kekurangan cadangan. Jika bank dapat memberikan pinjaman selamanya – begitu pendapat mereka – maka tidak akan pernah ada penurunan kegiatan ekonomi. Dan dengan demikian, dibentuklah Federal Reserve System di tahun 1913."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukti sejarah : Akibat buruk dari ditinggalkannya Gold Standard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ketika di 1927 kegiatan usaha di Amerika mengalami kontraksi ringan, The Fed menciptakan lebih banyak cadangan kertas (uang fiat) dengan harapan dapat mencegah terjadinya kekurangan cadangan bank. Namun, yang lebih membahayakan lagi adalah usaha The Fed untuk membantu Inggris yang emas simpanannya pindah ke Amerika karena Bank of England menolak menaikkan suku bunga sementara pasar menghendakinya. Jalan pikiran dari pihak berwenang yang terlibat pada saat itu adalah: jika The Fed memompakan cadangan kertas/paper reserve (uang fiat) yang banyak ke bank-bank Amerika, tingkat bunga di Amerika akan turun ke level yang sebanding dengan yang ada di Inggris; ini akan berakibat pada terhentinya perpindahan emas dari Inggris ke Amerika dan terhindarnya pemerintah Inggris dari rasa malu karena harus menaikkan suku bunga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Latar belakang pindahnya emas Inggris ke Amerika adalah sebelum Perang Dunia I nilai tukar  dolar Amerika ke poundsterling Inggris adalah $1 : £0,20. Setelah Perang Dunai I, Inggris ingin kembali ke Gold Standard dan pada saat itu nilai tukar dolar ke poundsterling telah menjadi $1 = £0,23.  Penurunan nilai tukar ini disebabkan karena di Inggris terjadi inflasi. Namun, Pemerintah Inggris ingin kembali ke Gold Standard dengan kondisi perbandingan nilai tukar dolar ke pundsterling yang sama diwaktu sebelum perang yaitu 1 : 0,20. Hal ini mengharuskan terjadinya deflasi/penurunan harga secara umum di Inggris karena agar harga barang ekspor seharga $1 yang sebelumnya bisa dijual dengan harga £0.23 harus turun menjadi £0,20. Agar pasar bisa menerima kebijakan deflasi ini, tingkat bunga bank di Inggris harus dinaikkan sehingga bila bunga bank naik maka uang akan masuk ke bank, sebagai akibatnya jumlah uang (klaim) beredar berkurang, karena klaim atas barang dan jasa berkurang maka harga barang dan jasa pun akan turun. Sementara itu, tingkat bunga di Amerika lebih tinggi daripada di Inggris. Karena tingkat bunga di Amerika yang lebih tinggi itulah maka pemilik emas di Inggris memindahkan emasnya ke Amerika untuk disimpan di bank Amerika agar mendapatkan penghasilan bunga yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sebagai akibatnya, ekonomi Amerika kolaps. Inggris bernasib lebih buruk dan bukannya menghadapi akibat dari kebodohannya, Inggris malah meninggalkan secara penuh Gold Standard di 1931, menghancurleburkan sisa-sisa kepercayaan dan mendorong terjadinya kejatuhan bank di seluruh dunia. Ekonomi dunia pun terjun bebas menjadi apa yang disebut Great Depression 1930."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dengan logika yang mengingatkan akan generasi terdahulu, para pendukung negara kesejahteraan/welfare state berargumentasi bahwa Gold standard yang paling harus disalahkan karena menjadi penyebab timbulnya ekspansi kredit berlebihan sehingga terjadilah Great Depression. Selanjutnya mereka berpendapat bila saja Inggris tidak pernah menerapkan Gold Standard, berhentinya Inggris melakukan pembayaran dalam bentuk emas tidak akan menyebabkan kejatuhan bank di seluruh dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Welfare State&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Negara Kesejahteraan/Welfare State adalah konsep kenegaraan dimana negara harus bertanggung jawab penuh terhadap jaminan kesejahteraan rakyatnya. Caranya dengan membuat program-program sosial yang membantu rakyatnya yang miskin. Sumber dana untuk program tersebut berasal dari pendapatan pemerintah yang diperoleh melalui penjualan kekayaan alam, pungutan pajak dan pungutan lainnya.  Yang perlu diperhatikan dari konsep negara kesejahteraan ini adalah mengenai cara pengumpulan dana dan pelaksanaan dalam pendistribusian dana tersebut agar jangan sampai terjadi kecurangan dalam pengumpulan dana serta pendistribusiannya hanya menguntungkan kelompok tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tanpa adanya jargon akademis, negara kesejahteraan/welfare state adalah tidak lebih dari sebuah mekanisme dimana pemerintah mengambil paksa kekayaan anggota masyarakat yang produktif untuk mendukung berbagai macam skema kesejahteraan. Bagian terbesar dari pengambilan paksa adalah melalui pengenaan pajak. Namun, pendukung welfare state dengan cepat dapat mengenali bahwa bila mereka ingin tetap memegang kekuasaan politis, jumlah pajak yang diambil harus terbatas sehingga mereka harus membuat cara baru berupa program deficit spending secara besar-besaran, yaitu dengan cara meminjam uang dengan menerbitkan obligasi pemerintah, untuk membiayai pengeluaran program kesejahteraan dalam skala luas."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dengan menerapkan Gold Standard, jumlah kredit yang dapat disokong ditentukan oleh jumlah aset berwujud/tangible assets yang dimiliki, karena pada dasarnya setiap instrumen kredit adalah klaim atas tangible asset. Namun, obligasi pemerintah tidak didukung oleh tangible asset, hanya didukung oleh janji pemerintah untuk membayarnya dari hasil penerimaan pajak dimasa datang, dan obligasi tersebut tidak dapat dengan mudah ditelan oleh pasar finansial. Obligasi pemerintah yang baru diterbitkan hanya dapat dijual ke masyarakat pada tingkat bunga yang lebih tinggi. Dengan demikian, deficit spending yang dilakukan pemerintah dalam sistem Gold Standard amat sangat terbatas."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Penghentian penerapan Gold Standard memungkinkan pendukung welfare state untuk memanfaatkan sistem perbankan sebagai sarana ekspansi kredit tanpa batas. Diciptakanlah paper reserve dalam bentuk obligasi pemerintah yang setelah melalui beberapa langkah kompleks bank menerimanya sebagai tangible asset dan memperlakukannya sebagaimana simpanan yang sebenarnya yaitu sama seperti simpanan yang dulunya berupa simpanan emas. Pemegang obligasi pemerintah ataupun simpanan bank yang tercipta dari paper reserve ini akhirnya yakin bahwa dia mempunyai klaim yang sah atas asset riil. Tetapi kenyataannya sekarang ada lebih banyak kalim beredar dibandingkan dengan asset riil yang tersedia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Inflasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi inflasi yang benar adalah bertambahnya jumlah uang beredar di masyarakat sehingga mengakibatkan kenaikan harga secara umum. Namun definisi inflasi yang sekarang berkembang dan yang paling sering dikutip adalah naiknya harga barang dan jasa secara umum, padahal kenaikan harga merupakan efek dari bertambahnya jumlah uang beredar di masyarakat. Oleh karena itu sekarang ini ada dua macam definisi inflasi yaitu inflasi moneter berupa penambahan jumlah uang beredar dan inflasi harga yaitu naiknya harga barang dan jasa secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hukum penawaran dan permintaan bukanlah untuk permainan. Seiring dengan bertambahnya supply uang/klaim yang tidak disertai penambahan jumlah supply asset, harga-harga pada akhirnya harus naik. Dengan demikian penghasilan yang disimpan oleh anggota masyarakat yang produktif turun nilainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tanpa Gold Standard, tidak ada cara untuk melindungi simpanan dari pengambilan paksa melalui inflasi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Deficit spending sederhananya merupakan skema pengambilan paksa kekayaan. Emas menghalangi proses jahat ini. Emas berdiri sebagai pelindung hak milik. Bila orang mengerti hal ini, tidak sulit untuk memahami antagonisme terhadap Gold Standard."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-4021328872185643105?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/4021328872185643105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pendapat-alan-greenspan-tentang-emas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4021328872185643105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4021328872185643105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pendapat-alan-greenspan-tentang-emas.html' title='Pendapat Alan Greenspan tentang Emas dan Kemerdekaan Ekonomi'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Sfu2K_fqfHI/AAAAAAAAAWk/Tqh-qg4nIjA/s72-c/key.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-6661552786342449838</id><published>2009-07-07T06:46:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T06:47:01.043-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Penjualan Simpanan Emas IMF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SfZNcQiKmkI/AAAAAAAAAWM/SwGpitQ2GSE/s1600-h/imf-washington.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 260px; height: 229px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SfZNcQiKmkI/AAAAAAAAAWM/SwGpitQ2GSE/s320/imf-washington.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329532356909505090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Februari 2008 IMF mengumumkan rencananya untuk menjual 403,3 ton emas. Tujuan dari rencana ini adalah untuk menambah penghasilan IMF seiring dengan berkurangnya pinjaman yang outstanding karena tanpa didukung dengan penjualan emas maka income shortfall yang IMF alami di 2007 sebesar USD 165 juta akan membengkak menjadi USD 400 juta di tahun 2010. Pada April 2009 IMF merilis Communiqué of the International Monetary and Financial Committee of the Board of Governors of the International Monetary Fund yang salah satu isinya adalah penggunaan hasil dari penjualan emas simpanan IMF adalah untuk peningkatan kemampuan pemberian pinjaman kepada negara-negara berpenghasilan rendah. Komunike tersebut tidak menyebut-nyebut adanya penambahan jumlah emas yang akan dijual kecuali hanya sebanyak 403,3 ton dan juga di website IMF dinyatakan dengan jelas bahwa rencana penjualan emas yang didengungkan setelah pertemuan G-20 Summit merupakan kelanjutan -bukan penambahan- dari rencana sebelumnya.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;style type="text/css"&gt;  &lt;!--   @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }   P { margin-bottom: 0.08in }  --&gt;  &lt;/style&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Data per Maret 2009 IMF memiliki cadangan emas sebanyak 3.217,3 ton senilai kurang/lebih USD 8,7 milyar berdasarkan harga beli. Harga jual 403,3 ton emas sesuai harga pasar per 31 Maret 2009 akan menghasilkan penerimaan bagi IMF sebesar USD 11,9 miliar atau Rp 138 trilyun. Jumlah tersebut akan terus berubah mengingat harga emas berfluktuasi dan juga penjualan emas IMF sampai sekarang belum  terealisasi. Butuh waktu cukup lama untuk merealisasikan rencana tersebut karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan penjualan yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Penjualan emas IMF diusahakan  tidak sampai mengganggu kondisi pasar perdagangan emas dunia yang  dapat memberikan dampak buruk baik bagi produsen emas maupun pemilik  emas. Agar tidak mengganggu maka penjualan akan dilakukan dengan  berkoordinasi dengan bank sentral yang terlibat dalam perjanjian  CBGA (Central Bank Gold Agreements) dimana penjualan emas maksimal  dapat dilakukan sebanyak 500 ton per tahun dan penjualan dilakukan  tidak secara sekaligus.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Karena emas merupakan salah satu  aset milik IMF yang memberikan kekuatan fundamental bagi neraca  keuangan IMF maka penjualan diusahakan tidak sampai memperlemah  posisi neraca IMF sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Penjualan emas tersebut harus  dapat memberikan manfaat baik kepada negara kreditor maupun negara  anggota IMF.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;IMF harus tetap memiliki cadangan  emas dalam jumlah banyak agar tetap mampu memenuhi kebutuhan yang  tidak terduga.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Belum ada keputusan yang diambil  oleh Executive Board mengenai penjualan emas ini. Mengingat  penjualan emas IMF memerlukan persetujuan suara sebanyak 85% anggota  IMF dan Amerika memiliki 16,77% suara, maka persetujuan dari Kongres  Amerika Serikat dibutuhkan demi terlaksananya penjualan emas ini.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sebagai tambahan, emas yang akan dijual IMF sebagian besar (402,6 ton) berasal dari pembayaran hutang Brazil dan Meksiko yang dilakukan antara Desember 1999- April 2000 sedangkan sisanya (0,7 ton) diperoleh dari pembayaran hutang Kamboja di 1992.  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-6661552786342449838?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/6661552786342449838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/penjualan-simpanan-emas-imf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6661552786342449838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6661552786342449838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/penjualan-simpanan-emas-imf.html' title='Penjualan Simpanan Emas IMF'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SfZNcQiKmkI/AAAAAAAAAWM/SwGpitQ2GSE/s72-c/imf-washington.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-4587160181567918790</id><published>2009-07-07T06:45:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T06:46:02.448-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Financial Issue'/><title type='text'>Cadangan Emas Cina Bertambah Lebih Dari 75%</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SfR8Qu4x6eI/AAAAAAAAAWE/A52bqNPZA0A/s1600-h/vasechina.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 184px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SfR8Qu4x6eI/AAAAAAAAAWE/A52bqNPZA0A/s200/vasechina.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329020885992073698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berita mengejutkan datang dari Cina. &lt;a href="http://news.xinhuanet.com/english/2009-04/24/content_11250053.htm"&gt;Xinhua News Agency&lt;/a&gt; melansir hasil interview dengan Hu Xiaolian, ketua State Administration of Foreign Exchange yang mengatakan bahwa cadangan emas Cina telah bertambah menjadi 1.054 ton dari sebelumnya “hanya” sebanyak 600 ton. Dengan penambahan cadangan emas tersebut kini Cina berada di posisi kelima dalam hal pemilikan cadangan emas terbanyak setelah Amerika, Jerman, Perancis dan Italia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berita ini mengejutkan karena data terakhir per Maret 2009 dari World Gold Council (WGC) jumlah cadangan emas Cina masih sebesar 600 ton, sementara menurut Hu Xiaolian penambahan emas Cina sudah mulai dilakukan sejak 2003. Meskipun demikian penambahan ini tampaknya sejalan dengan kekhawatiran Cina terhadap nilai Dolar yang menjadi bagian dari total cadangan devisanya seperti yang diungkapkan oleh Gubernur Bank Sentral Cina,  Zhou Xiaochuan, dalam artikel berjudul “&lt;a href="http://www.pbc.gov.cn/english/detail.asp?col=6500&amp;amp;id=178"&gt;Reform the International Monetary System&lt;/a&gt;”. Dalam artikel tersebut Zhou Xiaochuan mengusulkan agar dibentuk suatu mata uang global baru selain dari dolar karena menurutnya mata uang global sekarang tidak tidak stabil nilainya dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya sekarang ini makin banyak bank sentral yang giat mengumpulkan emas sebagai bagian dari cadangan mereka. Banyak alasan yang mendasari hal tersebut diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diversifikasi&lt;br /&gt;Nampaknya nasihat orang bijak yaitu jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang benar-benar dipraktekkan oleh bank sentral. Namun kalau yakin telur akan aman ditaruh dalam satu keranjang, kenapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan&lt;br /&gt;Emas bagi bagi bank sentral bisa digunakan untuk menambah penghasilan. Dengan menggunakan mekanisme Gold Lease bank sentral bisa mendapatkan penghasilan bunga. Selain gold lease, bank sentral juga bisa melakukan gold swap untuk memenuhi kebutuhan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keamanan&lt;br /&gt;Emas merupakan sarana investasi yang nilainya tidak bergantung pada pihak lain (nobody's else liability). Nilai emas tidak akan mungkin menjadi nihil dalam semalam. Sedangkan bentuk investasi yang lain, sudah banyak contohnya di berita koran maupun televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kestabilan Nilai&lt;br /&gt;Supply emas sudah sangat terbatas. Hasil dari pertambangan trendnya terus turun. Sekarang ini makin sulit untuk menemukan tambang emas baru yang memiliki deposit cukup besar dan kalaupun ditemukan akan memakan waktu lama untuk merubah deposit emas yang ada di bawah tanah menjadi emas batangan yang siap untuk dijual.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-4587160181567918790?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/4587160181567918790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/cadangan-emas-cina-bertambah-lebih-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4587160181567918790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4587160181567918790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/cadangan-emas-cina-bertambah-lebih-dari.html' title='Cadangan Emas Cina Bertambah Lebih Dari 75%'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SfR8Qu4x6eI/AAAAAAAAAWE/A52bqNPZA0A/s72-c/vasechina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-8404132813042597895</id><published>2009-07-07T06:44:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T06:45:21.577-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Financial Issue'/><title type='text'>Kejuaraan Liga Dunia Bank Sentral</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Se5mbz7w0yI/AAAAAAAAAVs/1unzkI3Rz_Q/s1600-h/au2008.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Se5mbz7w0yI/AAAAAAAAAVs/1unzkI3Rz_Q/s400/au2008.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327308037209248546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhir bulan Maret lalu saya dapat email dari World Gold Council. Senang sekali rasanya karena saya pikir isinya pemberitahuan bahwa saya mendapatkan kiriman emas batangan gratis (menghayal dikit ah!) tapi ternyata email tersebut  berisi pemberitahuan tentang adanya perubahan data kepemilikan emas bank sentral seluruh dunia termasuk IMF, ECB dan BIS per Maret 2009 dalam satuan ton dan prosentase dari total cadangan bank sentral masing-masing. Dibaca sekilas tidak ada perubahan yang mencolok selain dari Cina naik peringkat dari posisi 10 ke posisi 9 namun setelah disandingkan dengan data per Desember 2007 baru kelihatan “belangnya”.&lt;span class="fullpost"&gt;Sejak Januari 2008 sampai Maret 2009 beberapa bank sentral menjual cadangan emasnya mencapai total 379,2 ton dan ada beberapa bank sentral yang membeli emas mencapai total 181,9 ton. Bank sentral pembeli emas tidak semuanya membeli dari bank sentral penjual emas, Filipina misalnya membeli emasnya dari hasil produksi lokal mencapai jumlah 27 ton. Jadi penjualan emas oleh bank sentral kurang dari setengahnya yang diserap oleh bank sentral lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam besar bank sentral yang menjual emasnya sejak Januari 2008 sampai Maret 2009 adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;style type="text/css"&gt;  &lt;!--   @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }   TD P { margin-bottom: 0in }   P { margin-bottom: 0.08in }  --&gt;  &lt;/style&gt;  &lt;table style="width: 449px; height: 243px;" border="1" bordercolor="#000000" cellpadding="4" cellspacing="0"&gt;  &lt;col width="32"&gt;  &lt;col width="217"&gt;  &lt;col width="125"&gt;  &lt;col width="125"&gt;  &lt;col width="124"&gt;  &lt;tbody&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;No Urut&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Negara/ Lembaga Keuangan&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Pembelian (ton)&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Total Cadangan Emas (ton)&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;% dari Total Cadangan&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="32"&gt;    &lt;p align="center"&gt;1&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="217"&gt;    &lt;p&gt;Perancis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;135,2&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;2.487,1&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="124"&gt;    &lt;p align="center"&gt;72,6&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="32"&gt;    &lt;p align="center"&gt;2&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="217"&gt;    &lt;p&gt;Swiss&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;126,2&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;1.040,1&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="124"&gt;    &lt;p align="center"&gt;41,1&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="32"&gt;    &lt;p align="center"&gt;3&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="217"&gt;    &lt;p&gt;ECB&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;67,8&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;536,9&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="124"&gt;    &lt;p align="center"&gt;23,7&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="32"&gt;    &lt;p align="center"&gt;4&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="217"&gt;    &lt;p&gt;BIS&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;17,7&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;125&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="124"&gt;    &lt;p align="center"&gt;--&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="32"&gt;    &lt;p align="center"&gt;5&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="217"&gt;    &lt;p&gt;Swedia&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;14,4&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;135,9&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="124"&gt;    &lt;p align="center"&gt;14,2&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="32"&gt;    &lt;p align="center"&gt;6&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="217"&gt;    &lt;p&gt;Belanda&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;12&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;612,5&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="124"&gt;    &lt;p align="center"&gt;61,7&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara lima besar bank sentral yang membeli emas adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;style type="text/css"&gt;  &lt;!--   @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }   TD P { margin-bottom: 0in }   P { margin-bottom: 0.08in }  --&gt;  &lt;/style&gt;  &lt;table style="width: 450px; height: 233px;" border="1" bordercolor="#000000" cellpadding="4" cellspacing="0"&gt;  &lt;col width="32"&gt;  &lt;col width="217"&gt;  &lt;col width="125"&gt;  &lt;col width="125"&gt;  &lt;col width="124"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="32"&gt;    &lt;p align="center"&gt;No Urut&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="217"&gt;    &lt;p align="center"&gt;Negara / Lembaga Keuangan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;Pembelian&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;(ton)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;Total Cadangan Emas (ton)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="124"&gt;    &lt;p align="center"&gt;% dari Total Cadangan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="32"&gt;    &lt;p align="center"&gt;1&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="217"&gt;    &lt;p&gt;Rusia&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;85,5&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;523,7&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="124"&gt;    &lt;p align="center"&gt;4&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="32"&gt;    &lt;p align="center"&gt;2&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="217"&gt;    &lt;p&gt;Ecuador&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;28,4&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;54,7&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="124"&gt;    &lt;p align="center"&gt;31,6&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="32"&gt;    &lt;p align="center"&gt;3&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="217"&gt;    &lt;p&gt;Filipina&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;27&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;153,9&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="124"&gt;    &lt;p align="center"&gt;12,3&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="32"&gt;    &lt;p align="center"&gt;4&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="217"&gt;    &lt;p&gt;Brazil&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;19,9&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;33,6&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="124"&gt;    &lt;p align="center"&gt;0,5&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="32"&gt;    &lt;p align="center"&gt;5&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="217"&gt;    &lt;p&gt;Kazakstan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;9,3&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="125"&gt;    &lt;p align="center"&gt;72&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="124"&gt;    &lt;p align="center"&gt;11,6&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua tabel diatas ada beberapa catatan tambahan yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Perancis, Swiss, Swedia dan Belanda menjual emasnya berdasarkan pernjanjian Central Bank Gold Agreement 2 (CBGA 2) yang akan selesai September 2009.&lt;br /&gt;2.Berdasarkan data dari WGC juga, BIS dan ECB melakukan penjualan emas antara bulan Pebruari – Maret 2009.&lt;br /&gt;3.Rusia sejak Juni 2006 gencar membeli emas setiap bulan untuk memenuhi komitmen jangka panjang mengumpulkan emas sampai 10% dari total cadangan.&lt;br /&gt;4.Bank Sentral Ecuador adalah bank sentral yang paling sensasional karena hanya dalam tempo 2 bulan selama Pebruari – Maret 2009 telah memborong emas sebanyak 28,4 ton. Akibat dari pembelian tersebut Ecuador naik peringkat dari posisi 49 lompat ke posisi 42 pemilik cadangan emas dunia.&lt;br /&gt;5.Filipina sekarang berada di posisi 22 dari sebelumnya di posisi 27 sehingga berhasil mengalahkan Singapura yang posisinya tidak berubah di posisi 26.&lt;br /&gt;6.Demikian juga Brazil yang lompat dari posisi 57 ke posisi 49.&lt;br /&gt;7.Kazakstan sekarang di posisi 38 berada tepat dibawah Indonesia yang berada di posisi 37 dengan jumlah cadangan emas 73,1 ton (4,3% dari Total Cadangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyaknya emas yang dijual oleh bank sentral selanjutnya muncul pertanyaan, apa pengaruhnya terhadap harga emas ? Data kuartal III (Juli-September) 2008 menunjukkan bank sentral menjual 115 ton emas sementara bank sentral yang lain membeli hanya sebesar 24,1 ton. Total 90,9 ton emas dilempar ke pasar. Sementara pada kuartal IV (Oktober-Desember) 2008 emas dijual sebanyak 64,2 ton tetapi dibeli hanya sebanyak 37,5 ton. Hasil dari penjualan bank sentral tersebut terhadap harga emas dapat dilihat dan disimpulkan dengan jelas pada grafik harga emas 2008 diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan data penjualan dan pembelian bank sentral selama kuartal I dan II 2008 adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;style type="text/css"&gt;  &lt;!--   @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }   TD P { margin-bottom: 0in }   P { margin-bottom: 0.08in }  --&gt;  &lt;/style&gt;  &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;  &lt;table width="243" border="1" bordercolor="#000000" cellpadding="4" cellspacing="3"&gt;   &lt;col width="67"&gt;   &lt;col width="62"&gt;   &lt;col width="75"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td width="67"&gt;     &lt;p&gt;Masa&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="62"&gt;     &lt;p align="center"&gt;Jual (ton)&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="75"&gt;     &lt;p align="center"&gt;Beli (ton)&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td width="67"&gt;     &lt;p&gt;Januari&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="62"&gt;     &lt;p align="center"&gt;33,8&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="75"&gt;     &lt;p align="center"&gt;4,6&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td width="67"&gt;     &lt;p&gt;Pebruari&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="62"&gt;     &lt;p align="center"&gt;17,8&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="75"&gt;     &lt;p align="center"&gt;15&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td width="67"&gt;     &lt;p&gt;Maret&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="62"&gt;     &lt;p align="center"&gt;17,7&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="75"&gt;     &lt;p align="center"&gt;14,3&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td width="67"&gt;     &lt;p&gt;April&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="62"&gt;     &lt;p align="center"&gt;23,1&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="75"&gt;     &lt;p align="center"&gt;2,8&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td width="67"&gt;     &lt;p&gt;Mei&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="62"&gt;     &lt;p align="center"&gt;18,1&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="75"&gt;     &lt;p align="center"&gt;5,45&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td width="67"&gt;     &lt;p&gt;Juni&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="62"&gt;     &lt;p align="center"&gt;25,3&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="75"&gt;     &lt;p align="center"&gt;4,1&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-8404132813042597895?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/8404132813042597895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/kejuaraan-liga-dunia-bank-sentral.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/8404132813042597895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/8404132813042597895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/kejuaraan-liga-dunia-bank-sentral.html' title='Kejuaraan Liga Dunia Bank Sentral'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Se5mbz7w0yI/AAAAAAAAAVs/1unzkI3Rz_Q/s72-c/au2008.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-2387080244255123539</id><published>2009-07-07T06:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T06:44:16.207-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Financial Issue'/><title type='text'>Aspek Perpajakan Investasi Dinar Emas dan Dirham Perak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Scpuah0N-2I/AAAAAAAAAVk/d4EegR1N7cg/s1600-h/chequewriter-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 89px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Scpuah0N-2I/AAAAAAAAAVk/d4EegR1N7cg/s400/chequewriter-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317183712097336162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menjelang tanggal 31 Maret bagi orang pribadi yang berpenghasilan lumayan, selalu ada tambahan kerjaan. Apalagi kalau bukan mengisi SPT Pajak Penghasilan Orang Pribadi !. Apakah mengisi SPT PPh OP membuat kita jadi senang atau “sebel” ( baca: senang betul) ?. Agar dapat mengurangi tingkat ke”sebel”an , artikel ini saya buat untuk membantu pemilik Dinar Emas maupun Dirham Perak dalam mengisi SPT-nya. Dari segi manapun, senang tidak senang,mau tidak mau, membayar pajak merupakan kewajiban setiap warga negara. Hal ini sudah tidak bisa diperdebatkan lagi. Bekerja sebagai pegawai pajak adalah ibadah, itu yang masih bisa diperdebatkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengisi SPT, pemilik Dinar Emas dan Dirham Perak mencantumkan jumlah seluruh Dinar / Dirhamnya dalam kolom jumlah harta pada Lampiran II Formulir 1770S Bagian A: Daftar Harta. Pada kolom tersebut isikan juga tahun perolehan dan nilai perolehan (harga Dinar/Dirham waktu beli) berdasarkan bukti pembelian. Bukti pembelian ini bisa dalam bentuk bukti transfer bank dan/atau bukti penerimaan  barang. Simpan bukti pembelian ini dengan baik karena akan digunakan untuk menghitung keuntungan atau kerugian penjualan Dinar/Dirham nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari kacamata perpajakan, seluruh bentuk dan macam penghasilan dikenakan pajak meskipun penghailan tersebut berasal dari hasil judi misalnya. Definisi Penghasilan menurut undang-undang perpajakan tepatnya menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomo 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan (ringkasnya UU Pajak Penghasilan) adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4 ayat 1 :&lt;br /&gt;“Yang menjadi obyek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk : ...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4 ayat 1 huruf d :&lt;br /&gt;“d. keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk:...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi diatas, keuntungan yang diperoleh pemilik Dinar/Dirham merupakan obyek pajak yang akan dikenai pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan keuntungan tersebut dikenai pajak? Pada setiap akhir tahun atau pada saat penjualan? UU PPh menganut asas realisasi yaitu pengenaan pajak dilakukan pada saat dilakukan penjualan Dinar/Dirham. Jadi apabila Bapak/Ibu memiliki Dinar/Dirham sejak tahun 2007 dan baru dijual tahun 2009, maka keuntungan atas penjualan Dinar/Dirham dilaporkan pada SPT tahun 2009. Sementara pada SPT 2007 dan SPT 2008, Bapak/Ibu tidak perlu melaporkan keuntungan dari investasi Dinar/Dirham walaupun harga Dinar/Dirham dari tahun ketahun naik terus. Dan juga Bapak/Ibu tidak perlu merubah harga perolehan Dinar/Dirham yang sudah dilaporkan dalam SPT 2007 dan SPT 2008. Intinya, bayar pajaknya kalau Dinar/dirham sudah dijual dan bila mendapatkan keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seandainya bila kita menjual Dinar/Dirham diwaktu harga lagi turun sehingga kita mengalami kerugian? UU PPh mengatur masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6 ayat 1 UU No. 36/2008 menyatakan :&lt;br /&gt;“ Besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap, ditentukan berdasarkan penghasilan bruto dikurangi biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan, termasuk :...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6 ayat 1 huruf d UU No. 36/2008 menyatakan :&lt;br /&gt;“d. kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apabila pada saat kita menjual Dinar/Dirham mengalami kerugian maka kerugian tersebut dapat dijadikan biaya maksudnya kerugian yang kita derita dapat digunakan untuk mengurangi penghasilan yang kita laporkan dalam SPT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada uraian diatas terdapat beberapa istilah perpajakan yang mungkin masih asing. Agar dapat dipahami berikut definisi bebas dari istilah-istilah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyek Pajak = Penghasilan (gaji, hasil kontrakan, komisi makelar tanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib Pajak = Orang/perusahaan yang wajib bayar pajak. Untuk orang pribadi bila mempunyai penghasilan minimal lebih dari Rp 15.840.000,00 per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan Kena Pajak = Semua penghasilan yang kena pajak menurut UU Perpajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga uraian singkat ini cukup jelas dan dapat membantu. Untuk penjelasan yang lebih rinci dapat menghubungi kantor pelayanan pajak kesayangan Bapak/Ibu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-2387080244255123539?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/2387080244255123539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/aspek-perpajakan-investasi-dinar-emas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2387080244255123539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2387080244255123539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/aspek-perpajakan-investasi-dinar-emas.html' title='Aspek Perpajakan Investasi Dinar Emas dan Dirham Perak'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/Scpuah0N-2I/AAAAAAAAAVk/d4EegR1N7cg/s72-c/chequewriter-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-3241944015487546115</id><published>2009-07-07T06:42:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T06:43:21.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Bagaimana Mendeteksi Kebenaran Kadar Emas Koin Dinar Emas Anda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/ScHnsh0JKrI/AAAAAAAAAVc/gIE4BvuZRgI/s1600-h/foto+dinar+resize.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 151px; height: 154px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/ScHnsh0JKrI/AAAAAAAAAVc/gIE4BvuZRgI/s400/foto+dinar+resize.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314783787451230898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada dasarnya sulit sekali untuk memalsukan koin emas. Banyak kendala yang dihadapi oleh pemalsu untuk merealisasikan niat jahat mereka. Beberapa kendala yang dapat disebutkan adalah antara lain kendala desain cetak, dimensi/ukuran koin emas, berat koin dan nilai jual saat dilepas ke pasar. Karena adanya kendala-kendala tersebut diatas maka pemalsu koin emas hanya mampu memalsukan koin emas yang sudah langka saja dimana baik desain, ukuran maupun beratnya sudah tidak lagi diketahui standarnya oleh masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Koin dinar emas produksi PT Antam Tbk adalah produk yang sudah terstandar dalam desain, ukuran dan beratnya. Namun bagi pemiik dinar emas yang ingin lebih dekat mengenal koin miliknya, berikut beberapa cara sederhana yang dapat digunakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Orang-orang jaman dahulu menggigit koin emas untuk mengecek keasliannya, karena seperti diketahui emas adalah logam mulia yang bersifat lunak. Cara ini sangat tidak dianjurkan karena selain tidak akurat dan akan merusak desain koin juga akan merusak kesehatan gigi apalagi bila sampai dikunyah :-).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perhatikan desain koin dinar emas. Bila perlu gunakan kaca pembesar untuk melihat lebih detail. Pada bagian depan koin yaitu bagian yang ada tulisan dalam huruf latin “Logam Mulia Indonesia”, terdapat tulisan setengah lingkaran dalam bentuk tulisan “arab gundul” dan dibaca “Logam Mulia Indonesia”. Di samping menara sebelah kiri adalah tulisan “4,25 g” yaitu berat koin dinar emas sedangkan di samping menara sebelah kanan adalah tulisan “ Au 917” dimana Au (Aurum) adalah simbol kimia untuk logam mulia emas sedangkan 917 (22 karat) adalah kadar emas yang terdapat dalam koin.&lt;br /&gt;Simbol kimia untuk logam mulia perak adalah Ag (Argentum). Pada koin dinar emas PT Antam, perak menjadi campuran bahan dasar koin sebanyak 8,3 % sehingga koin dinar lebih berwarna cerah. Sebagai informasi tambahan, XAU adalah simbol harga untuk emas, XAG adalah simbol harga untuk perak sebagaimana IDR adalah simbol harga untuk Rupiah Indonesia dan USD adalah simbol harga untuk Dollar Amerika.&lt;br /&gt;Selanjutnya, disain bagian belakang koin terdapat tulisan dua kalimat syahadat dalam bentuk melingkari koin dengan corak kaligrafi “Diwani”. Diwani adalah salah satu dari 8 gaya penulisan kaligrafi populer dimana tujuh lainnya adalah Kufi, Tsuluts, Nashki, Riq'ah, Ijazah (Raihani), Diwani Jali dan Farisi.Bagi pembaca non-muslim, &lt;a href="http://prospekdinar.blogspot.com/2008/12/mayoritas-tidak-memahami-makna-laa.html"&gt;dua kalimat syahadat adalah dua kalimat yang harus diucapkan, dipahami dan dilaksanakan oleh setiap orang yang beragama Islam&lt;/a&gt; . Arti dari dua kalimat tersebut adalah “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seperti telah disebutkan diatas, koin dinar emas terbuat dari campuran antara emas dengan perak dengan komposisi kadar emas sebesar 91,7 % dan perak sebesar 8,3%.Emas memiliki tingkat kepadatan (density) yang tinggi yaitu untuk satu meter kubik emas akan memiliki berat 19.300 kg (19,3 ton) bandingkan dengan satu meter kubik besi hanya akan mempunyai berat 7.874 kg. Untuk satu meter kubik perak akan memiliki berat 10.490 kg.&lt;br /&gt;Dengan tingkat kepadatan emas dan perak yang demikian tinggi maka campuran antara emas sebanyak 91,7% dengan perak sebanyak 8,3% akan selalu menghasilkan berat 4,25 gr. Saya menggunakan timbangan digital dengan tingkat akurasi 0.01 gr untuk menimbang semua koin dinar emas yang saya beli maupun yang saya jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Koin dinar emas produksi PT Antam Tbk memiliki diameter lingkaran sebesar 23 mm. Dengan menggunakan jangka sorong (sigmat / vernier caliper) semua koin dinar emas yang saya beli memiliki ukuran diameter lingkaran 23 mm dan ketebalan 1 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebuah koin berbentuk lingkaran dengan kombinasi ukuran diameter lingkaran 23 mm, tingkat ketebalan 1mm dan memiliki berat 4,25 gr hanya dapat dihasilkan jika logam yang menjadi bahan dasarnya adalah terdiri dari emas 91,7% dan perak 8,3%.Kombinasi tiga variabel tersebut merupakan kombinasi yang tidak dapat dipisahkan dalam membuat koin dinar emas. &lt;br /&gt;Bila terbuat dari jenis logam yang lain, besi misalnya, dengan bentuk lingkaran berdiameter 23 mm dan berat 4,25 gr akan memiliki ketebalan lebih dari 1 mm. Bila dibuat dalam bentuk lingkaran berdiameter 23 mm dan tingkat ketebalan 1 mm maka beratnya tidak akan mencapai 4,25 gr. Demikian juga bila dibuat dengan tingkat ketebalan 1 mm dan berat 4,25 gr maka diameternya pasti akan lebih dari 23 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada logam lain yang memiliki tingkat kepadatan mendekati tingkat kepadatan emas yaitu platinum. Tingkat kepadatan platinum adalah untuk setiap 1 meter kubik platinum memiliki berat 21.450 kg ( emas = 19.300 kg ). Namun karena harga platinum jauh diatas harga emas, maka memalsukan koin dinar emas dengan bahan dasar platinum secara ekonomis tidak masuk akal. Mau dijual di pasar dengan harga berapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jadi, hanya dengan menggunakan kaca pembesar, jangka sorong dan timbangan digital dengan tingkat akurasi 0,01 gr, siapapun dapat dengan mudah menetukan keaslian desain dan kebenaran kadar emas dari dinar emas produksi PT Antam Tbk.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa pengetesan sederhana yang saya lakukan terhadap koin dinar emas yang saya jual maupun beli adalah pengetesan lapis ketiga. Pengetesan lapis pertama dilakukan oleh PT Antam Tbk sendiri sedangkan lapis kedua dilakukan oleh Gerai Dinar dengan menggunakan alat canggih yang dapat dengan cepat mengetahui kebenaran kadar emas tidak hanya dalam bentuk koin dinar tetapi juga dalam bentuk emas batangan dan emas perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-3241944015487546115?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/3241944015487546115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/bagaimana-mendeteksi-kebenaran-kadar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/3241944015487546115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/3241944015487546115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/bagaimana-mendeteksi-kebenaran-kadar.html' title='Bagaimana Mendeteksi Kebenaran Kadar Emas Koin Dinar Emas Anda'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/ScHnsh0JKrI/AAAAAAAAAVc/gIE4BvuZRgI/s72-c/foto+dinar+resize.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-6787651260149718884</id><published>2009-07-07T06:41:00.002-07:00</published><updated>2009-07-07T06:42:17.407-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Revaluasi Harga Emas Untuk Membayar Hutang</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SaIyRKUDnhI/AAAAAAAAAU8/pKMOndMdp8Q/s1600-h/gold-coins.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305858581403508242" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 350px; CURSOR: hand; HEIGHT: 350px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SaIyRKUDnhI/AAAAAAAAAU8/pKMOndMdp8Q/s400/gold-coins.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hmm, sungguh beruntung orang yang tidak punya hutang. Bila seseorang mempunyai hutang yang berbunga bisa dikatakan orang tersebut menjadi “budak” pemberi hutang. Bagaimana tidak, untuk setiap rupiah hutang yang diterima, pemberi hutang tidak menyiapkan rupiah yang bisa digunakan untuk membayar bunganya. Hanya dengan menjual jasa lebih banyak / bekerja lebih keras, menjual barang yang dimiliki atau berhutang lagi, maka hutang dan bunga baru bisa dilunasi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan saya punya hutang Rp 100 juta. Tanpa bunga saya bisa melunasi hutang tersebut dalam waktu 10 bulan dengan cicilan Rp 10 juta/bulan. Namun bila hutang saya berbunga 10 % saja, hutang saya menjadi Rp 110 juta. Saya harus bekerja lebih keras 1 bulan lagi agar dapat melunasi hutang. Sayangnya ditengah perjalanan, pada bulan ke-5, saya tidak lagi punya kemampuan untuk mencicil pinjaman. Apa yang harus saya lakukan ? Ada 2 pilihan, menjual barang berharga milik saya atau meminjam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meminjam lagi saya sudah tidak dipercaya. Pinjam-meminjam adalah urusan kepercayaan. Tidak ada yang mau meminjamkan uang ke saya bila saya sudah tidak dipercaya mampu untuk membayar hutang beserta bunganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan yang ada hanyalah menjual barang berharga milik saya. Misalkan lagi saya punya tongkat berlapis emas warisan nenek moyang seberat 2 Kg. Sayangnya, setelah dicek, kadar emas tongkat saya hanya seberat 100 gr emas. Dengan harga emas Rp 300 ribu /gr maka tongkat emas saya hanya bernilai intrinsik Rp 30 juta, padahal hutang saya masih Rp 60 juta. Saya perlu uang Rp 100 juta untuk melunasi hutang saya dan sisanya sebesar Rp 40 juta untuk modal usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuak menyiasati keadaan ini, saya melakukan revaluasi harga tongkat emas. Dengan alasan tongkat emas tersebut berasal dari jaman Firaun, saya berharap tongkat saya bisa laku terjual minimal Rp 100 juta ke kolektor barang antik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila cara yang saya lakukan ini berhasil, maka hutang saya lunas dan sayapun bisa punya usaha. Bahkan, bila usaha saya lancar, saya bisa berhutang lagi karena orang-orang sudah kembali percaya kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengandaian selanjutnya adalah misalkan kondisi yang saya alami ini juga dialami oleh sebuah negara dan kebetulan negara tersebut bernama Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita lihat data tentang jumlah hutang seluruh negara di dunia untuk tahun 2007. Sumber data saya ambil dari link dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.nationmaster.com/red/pie/eco_deb_ext-economy-debt-external&amp;amp;date=2007"&gt;http://www.nationmaster.com/red/pie/eco_deb_ext-economy-debt-external&amp;amp;date=2007&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah daftar 3 negara penghutang terbesar dalam satuan USD pada tahun 2007. Indonesia berada pada urutan ke 30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rank      Countries               Amount                                         Date&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#1        United States:         $ 12,250,000,000,000.00         2007 ...&lt;br /&gt;#2       United Kingdom:     $ 10,450,000,000,000.00         2007 ...&lt;br /&gt;#3       Germany:                 $   4,489,000,000,000.00          2007 ...&lt;br /&gt;#30     Indonesia:                $      137,200,000,000.00           2007 ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total: $ 52,798,994,000,000.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weighted average: $ 394,022,343,283.58&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari daftar diatas ternyata Amerika adalah negara penghutang terbanyak di dunia. Dari jumlah hutang publik tersebut lebih dari 25 % dimiliki oleh pemerintahan negara lain utamanya Cina, Jepang dan Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah hutang sebesar ini apa yang terjadi bila Cina, Jepang, Arab Saudi serta negara-negara lainnnya mempertanyakan kemampuan Amerika untuk membayar hutang-hutangnya ? Bagaimana bila mereka sudah tidak percaya lagi pada kemampuan Amerika ? Apa yang akan dilakukan Amerika ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan baca artikel dibawah ini untuk analisa yang lebih mendalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://online.wsj.com/article/SB123266988914308217.html"&gt;The World Won’t Buy Unlimited US Debt &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://seekingalpha.com/article/116670-should-china-continue-propping-up-the-u-s-dollar"&gt;Should China Continue Propping Up The US Dollar &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika tidak mungkin terus-menerus berhutang. Begitu kepercayaan terhadap Amerika luntur maka tidak ada satupun negara di dunia ini yang mau memberikan pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak boleh terjadi. Amarika perlu banyak uang untuk membereskan ekonominya (bailout plan). Juga butuh banyak uang untuk membiayai perang di Irak, Afganistan dan juga perang dengan Iran, kalau jadi. Perang dari jaman dulu selalu membutuhkan biaya yang sangat besar. Kehilangan kepercayaan adalah hal terburuk yang Amerika inginkan pada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh Amerika untuk menjaga kepercayaan adalah dengan melakukan apa yang telah saya lakukan ;). Amerika bisa saja merevaluasi harga cadangan emasnya untuk menjaga kepercayaan dunia. Dengan merevaluasi harga cadangan emasnya sampai dengan nilainya sama dengan jumlah hutang maka Amerika secara otomatis memiliki kembali kemampuan untuk melunasi hutang dan kepercayaan dunia pun kembali pulih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data dari World Gold Council, per Desember 2007 Amerika memiliki cadangan emas sebanyak 8.133,5 ton, terbanyak di dunia. Berikut adalah daftar urutan negara-negara pemilik 10 cadangan emas terbanyak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1    United States      8,133.5 ton            77.9% dari total cadangan devisa&lt;br /&gt;2    Germany             3,417.4 ton            66.2% dari total cadangan devisa&lt;br /&gt;3    IMF                      3,217.3 ton&lt;br /&gt;4    France                 2,622.3 ton            56.2% dari total cadangan devisa&lt;br /&gt;5    Italy                     2,451.8 ton            67.6% dari total cadangan devisa&lt;br /&gt;6    Switzerland         1,166.3 ton            41.2% dari total cadangan devisa&lt;br /&gt;7    Japan                      765.2 ton              2.0% dari total cadangan devisa&lt;br /&gt;8    Netherlands          624.5 ton             61.1% dari total cadangan devisa&lt;br /&gt;9    ECB                        604.7 ton             26.1% dari total cadangan devisa&lt;br /&gt;10  China                     600.0 ton               1.0% dari total cadangan devisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia berada di urutan ke-37 dengan cadangan emas sebanyak 73,1 ton atau 3,2 % dari total cadangan devisa. Filipina di urutan ke-25 dengan cadangan sebanyak 138,1 ton dan Singapura di urutan ke-26 dengan cadangan emas sebanyak 127,4 ton (2,1% dari total cadangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura memiliki emas hampir dua kali lipat dari Indonesia padeahal tambang emas terbesar di dunia ada di Irian Jaya yang masih bagian dari Republik Indonesia. Sedangkan Sinbgapura hanyalah sebuah kota. Mungkin karena terlalu banyaknya emas di Indonesia, kita jadi tidak begitu perduli dengan simpanan emas kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Amerika.&lt;br /&gt;Sampai level harga berapakah bila Amerika merevaluasi cadangan emasnya menjadi sebanyak 25 % jumlah hutang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga Emas  = 25% Jumlah hutang / jumlah cadangan emas&lt;br /&gt;                       = USD 3,0625 trilyun / 8.133,5 ton&lt;br /&gt;                       = USD 376,5 juta / ton&lt;br /&gt;                       = USD 376,5 ribu / kg&lt;br /&gt;                       = &lt;strong&gt;USD 376,5 / gr&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                       = &lt;strong&gt;USD 11.709,15 / troy ounce&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ingin saya sampaikan disini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Revaluasi harga emas dapat digunakan untuk melunasi hutang, meskipun bukan satu-satunya cara.&lt;br /&gt;2. Bila terjadi, revaluasi akan membuat harga emas “terbang ke bulan”.&lt;br /&gt;3. Revaluasi harga emas pernah dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat di tahun 30-an dari semula hanya USD 20 / troy ounce menjadi USD 35 / troy ounce.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Further reading :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://seekingalpha.com/article/109210-the-manipulation-of-gold-prices"&gt;The Manipulation of Gold Prices&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-6787651260149718884?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/6787651260149718884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/revaluasi-harga-emas-untuk-membayar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6787651260149718884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6787651260149718884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/revaluasi-harga-emas-untuk-membayar.html' title='Revaluasi Harga Emas Untuk Membayar Hutang'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SaIyRKUDnhI/AAAAAAAAAU8/pKMOndMdp8Q/s72-c/gold-coins.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-7688521813855269338</id><published>2009-07-07T06:41:00.001-07:00</published><updated>2009-07-07T06:41:31.375-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>10 Tips Menarik dalam Berinvestasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SWYZQTCxVKI/AAAAAAAAATM/Wq_pjW2jKNo/s1600-h/Financial.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288942580173722786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 115px; CURSOR: hand; HEIGHT: 115px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SWYZQTCxVKI/AAAAAAAAATM/Wq_pjW2jKNo/s400/Financial.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Biar bagaimanapun, investasi sektor riil yang dikelola dengan baik jauh lebih menguntungkan. Yang dimaksud dengan sektor riil disini adalah usaha yang bersifat riil dalam artian ada barang / jasa yang dipertukarkan. Berdagang sembako, bikin pabrik sepatu, buka jasa fotokopi, semuanya itu merupakan contoh dari usaha riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya tidak semua diantara kita ada yang mempunyai waktu dan kemampuan untuk menjalankan usaha riil tersebut. Oleh karena itu berikut 10 tips menarik yang dapat dijadikan acuan dalam berinvestasi di sektor selain sektor riil :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Pastikan seberapa besar tingkat resiko yang mampu kita hadapi. Hal ini penting karena biasanya tingkat hasil tergantung pada tingkat resiko. Kita ambil contoh deposito. Menurut sebagian besar orang, deposito adalah bentuk investasi yang aman. Coba kita lihat hasil deposito selama tahun 2008. Tingkat bunga deposito tahun 2008 adalah 8 %, sementara tingkat inflasi tahun 2008 menurut pemerintah adalah hampir 12 %. Hal ini berarti tingkat bunga riil deposito selama tahun 2008 adalah minus 4 %. Nilai deposito kita diakhir tahun 2008 tinggal 96 %, meskipun jumlah nominalnya bertambah 8 %. Fisik uang kita aman, akan tetapi nilainya malah turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tentukan jangka waktu investasi apakah jangka pendek atau jangka panjang. Jangan sampai kita berinvestasi dalam instrument investasi yang bersifat jangka panjang namun belum lama waktu berlalu sudah menghitung keuntungan atau kerugian. Hal ini hanya akan membuat kita tidak tenang karena investasi kita bisa saja turun nilainya dalam jangka pendek, sementara dalam jangka panjang investasi tersebut sangat potensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dalam menghitung tingkat keuntungan investasi yang menggunakan sistem prosentase seperti misalnya deposito ataupun obligasi, gunakan tingkat bunga riil sebagai pembanding. Bila lebih besar dari tingkat bunga riil, investasi bisa diteruskan. Bila lebih kecil dari tingkat bunga riil, cari instrument investasi yang lain. Tingkat bunga riil adalah tingkat bunga nominal dikurangi tingkat inflasi. Tingkat inflasi yang pasti hanya dapat diketahui setelah terjadi, namun target inflasi yang dipatok oleh pemerintah bisa dijadikan rujukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cari informasi mengenai penerbit instrument investasi sebanyak mungkin. Mayoritas instrument investasi mengandung resiko yang biasa disebut Counterparty Risk. Resiko ini adalah resiko dimana pihak penerbit instrument investasi memiliki kemungkinan untuk ingkar janji dan / atau bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Konsultasikan dengan yang lebih mengerti dan lebih berpengalaman. Meskipun kita telah mengumpulkan banyak informasi, bagi yang tidak bisa mengolahnya akan mengalami apa yang disebut “Kebanjiran Informasi”. Informasi yang dimiliki banyak namun kita tidak mampu mengolahnya sehingga tidak ada yang bisa dimanfaatkan. Dengan berkonsultasi kepada yang lebih ahli, informasi yang kita miliki dapat diolah menjadi informasi yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bila kita seorang karyawan dan kemudian kita “ketiban rejeki nomplok” (dapat warisan misalnya) sementara masih memiliki hutang bank atau leasing, akan lebih efektif bila melunasi lebih dahulu hutang tersebut sebelum melakukan investasi. Dengan melunasi hutang lebih dahulu berarti kita telah melakukan “cut loss”, yaitu menghindari kerugian yang sudah pasti daripada mencari keuntungan yang belum tentu didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Alokasikan paling banyak 30 % dari penghasilan bulanan kita untuk investasi. Lebih dari itu berarti kita terlalu banyak menunda “kenikmatan” yang seharusnya bisa kita nikmati sekarang untuk dapat dinikmati dimasa yang akan datang padahal umur kita belum tentu sampai selama yang kita perkirakan. Menikmati pendapatan sekarang bukan hanya berarti membelanjakan penghasilan yang ada dalam bentuk barang ataupun berbagai kenikmatan lainnya, akan tetapi bagi sebagian orang memberi sebagian penghasilannya kepada orang yang lebih membutuhkan juga merupakan kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Hindari berinvestasi dengan menggunakan leverage. Maksudnya adalah sebaiknya kita dalam berinvestasi hanya menggunakan uang yang benar2 100% kita miliki, bukan mengunakan uang yang sebagian berasal dari hutang yang mengharuskan kita membayar bunga. Dengan menggunakan hutang berbunga untuk investasi, paling tidak mengakibatkan biaya tetap / fixed cost yang harus ditanggung menjadi bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dalam berinvestasi dengan menggunakan instrument kertas ( paper-investment instrument), kita harus menyadari bahwa terdapat resiko investasi kita menjadi tidak bernilai sama sekali / bernilai Rp 0,00 Kasus penipuan besar di Amerika Serikat yang dilakukan oleh penipu ulung Bernard Madoff, merupakan contoh teranyar. Modus yang dia pakai sederhana, bahkan dari berita di koran orang Indonesia juga pernah melakukannya, dalam skala yang lebih kecil tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Terakhir, jangan lupa untuk menilai segi fundamental dari sebuah instrument investasi. Misal, kita berinvestasi dalam bentuk obligasi pemerintah. Counterparty Risk yang dimiliki investasi ini kecil, namun dalam kondisi tingkat bunga terus naik, maka nilai obligasi akan menjadi turun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-7688521813855269338?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/7688521813855269338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/10-tips-menarik-dalam-berinvestasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/7688521813855269338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/7688521813855269338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/10-tips-menarik-dalam-berinvestasi.html' title='10 Tips Menarik dalam Berinvestasi'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SWYZQTCxVKI/AAAAAAAAATM/Wq_pjW2jKNo/s72-c/Financial.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-7785155461923014901</id><published>2009-07-07T06:39:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T06:40:43.014-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Bukti manipulasi harga emas dunia atau sekedar kebetulan</title><content type='html'>&lt;a href="http://i396.photobucket.com/albums/pp46/ellite310/au0365nyb.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 275px;" src="http://i396.photobucket.com/albums/pp46/ellite310/au0365nyb.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Ada artikel menarik di Goldseek.com. Artikel ini diposting oleh Rob Kirby dari Kirbyanalytics.com tanggal 30 Desember 2008 dengan judul Government Sanctioned Theft. http://news.goldseek.com/GoldSeek/1230678365.php&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini membahas tentang 2 buah laporan dari The Office of the Comptroller of the Currency dan kemudian membandingkannya dengan harga emas di pasar internasional.&lt;br /&gt;Dua buah laporan yang dimaksud adalah &lt;a href="http://www.occ.treas.gov/ftp/release/2008-115a.pdf "&gt;OCC’s Quarterly Report on Bank Trading and Derivatives Activities Second Quarter 2008&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.occ.treas.gov/ftp/release/2008-152a.pdf"&gt;OCC’s Quarterly Report on Bank  Trading and Derivatives Activities Third Quarter 2008&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam laporan tersebut terdapat sebuah tabel ( Table 9 ) yang menunjukkan besarnya nilai kontrak derivatif (futures) atas emas yang dimiliki oleh 5 bank yaitu JP Morgan Chase Bank, Bank of America, Citibank, Wachovia Bank dan HSBC Bank. Kelima bank tersebut memiliki lebih dari 97 % kontrak derivatif yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan adalah besarnya nilai kontrak derivative atas emas berjangka waktu kurang dari 1 tahun. Posisi kwartal ke-2, JP Morgan Chase Bank memiliki kontrak senilai USD 56.226.000.000, kemudian selama bulan juli sampai akhir September posisi nilai kontrak JP Morgan (kwartal ke-3) bertambah menjadi USD 71.180.000.000 yang berarti terjadi kenaikan signifikan sebesar USD 14.954.000.000 atau 26,6 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita bandingkan dengan harga emas dunia selama bulan Juli sampai September 2008. Coba lihat grafik harga emas diatas yang datanya diperoleh dari Kitco. Harga emas di awal bulan Juli lebih dari USD 900 / troy ounce namun harga emas di bulan September sempat jatuh menjadi hanya sebesar USD 750 / troy ounce. Penurunan signifikan sebesar USD 150 / troy ounce atau 16,7 % hanya dalam waktu 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi berpikir, apakah data dan fakta ini dapat dijadikan bukti tentang adanya manipulasi harga emas dunia oleh pihak2 tertentu yang sangat berkuasa atau hanya kebetulan semata ? Kenaikan nilai kontrak derivative sebanyak 26,6 % tentunya tidak bisa dibilang kebetulan, ini adalah tindakan yang direncanakan dengan sangat matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang ingin uraian yang lebih detail silahkan baca artikel &lt;a href="http://seekingalpha.com/article/91357-the-disconnect-between-supply-and-demand-in-gold-silver-markets"&gt;“The Disconnect between Supply and Demand in Gold &amp; Silver Markets”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-7785155461923014901?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/7785155461923014901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/bukti-manipulasi-harga-emas-dunia-atau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/7785155461923014901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/7785155461923014901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/bukti-manipulasi-harga-emas-dunia-atau.html' title='Bukti manipulasi harga emas dunia atau sekedar kebetulan'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-6642695475803434275</id><published>2009-07-07T05:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T06:39:24.543-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Besaran Keuntungan yang Diperoleh dari Jaminan Asuransi</title><content type='html'>&lt;a href="http://i396.photobucket.com/albums/pp46/ellite310/PresentValueresize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 169px; height: 74px;" src="http://i396.photobucket.com/albums/pp46/ellite310/PresentValueresize.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;“Insurance and hedging are seldom free : At best they are zero-NPV transactions.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Principles of Corporate Finance, Brealey and Myers, Mc Graw Hill, Fifth Edition)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu dihadapi oleh beragam resiko, baik resiko yang kecil-kecil seperti kehabisan bensin mobil dalam perjalanan sampai resiko resiko yang besar yang dapat merenggut nyawa seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi resiko tersebut, kebanyakan kita mengambil jaminan asuransi. Bila menggunakan hitungan Net Present Value, hasil terbaik dari sebuah jaminan asuransi yang diperoleh seseorang adalah 0 atau impas / break even. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;NPV biasa digunakan oleh para pengambil keputusan untuk memilih investasi mana yang menguntungkan baginya. NPV negative berarti investasi terswebut tidak menguntungkan. NPV nol berarti investasi tersebut break even. Yang dicari adalah NPV positif dimana hasil yang akan diterima lebih besar dari modal yang telah dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita ambil sebuah contoh sederhana. Misalkan saya membeli mobil baru seharga Rp 200 juta. Untuk menghindari resiko kecurian, kecelakaan ataupun rusak terkena banjir maka saya mengasuransikan mobil saya ke sebuah perusahaan asuransi konvensional dengan premi 3 % per tahun atau Rp 6 juta selama 5 tahun berturut-turut. Dengan ikut jaminan asuransi saya harus menambah pengeluaran sebanyak Rp 30 juta. Diakhir tahun kelima, mobil tersebut bisa saya jual dengan harga Rp 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa jaminan asuransi besarnya NPV dengan tingkat bunga 8 % adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV = (-200 juta) + (100 juta / ((1 + 8 %)^5))&lt;br /&gt;         = (-200 juta) + (100 juta / 1,47)&lt;br /&gt;         = (-200 juta) + 68,02 juta&lt;br /&gt;         = - 131,98 juta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berarti biaya yang harus saya keluarkan untuk mendapatkan kenyamanan sebuah mobil selama 5 tahun adalah 131, 98 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jaminan asuransi selama lima tahun dan saya tidak mengalami resiko apapun maka NPV dengan tingkat bunga 8 % adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV = (-230 juta) + 68,02 juta&lt;br /&gt;         = - 161,98 juta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang saya keluarkan bertambah sebesar 30 juta untuk jaminan asuransi yang tidak bisa saya manfaatkan karena saya tidak mengalami resiko kecurian, kecelakaan ataupun kebanjiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila mobil saya dicuri di akhir tahun ke-3 lalu saya mendapatkan ganti rugi dari pihak asuransi sebesar Rp 140 juta maka NPV-nya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV = (-218 juta) + (140 juta / ((1 + 8 %)^3))&lt;br /&gt;         = (-218 juta) + (140 juta / 1,26)&lt;br /&gt;         = (-218 juta) + (111,11 juta)&lt;br /&gt;         = - 106,89 juta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan diperolehnya ganti rugi dari pihak asuransi apakah saya bisa dibilang mendapatkan keuntungan sebesar Rp 140 juta ? Tentu tidak, karena bila diakhir tahun ke-3 saya menjual mobil saya maka saya pun akan mempunyai uang sebanyak Rp 140 juta. Jadi penggantian asuransi yang saya peroleh hanya membuat saya impas alias break even.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-6642695475803434275?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/6642695475803434275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/besaran-keuntungan-yang-diperoleh-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6642695475803434275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6642695475803434275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/besaran-keuntungan-yang-diperoleh-dari.html' title='Besaran Keuntungan yang Diperoleh dari Jaminan Asuransi'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-1951136453395562078</id><published>2009-07-07T05:51:00.001-07:00</published><updated>2009-07-07T05:51:51.743-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Sunnah Adalah Kenikmatan</title><content type='html'>&lt;a href="http://almanhaj.or.id"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;SUNNAH ADALAH KENIKMATAN&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Dr Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan itu ada dua : Kenikmatan yang umum dan Kenikmatan yang terikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kenikmatan Yang Umum.&lt;br /&gt;Yaitu kenikmatan yang berhubungan dengan kebahagiaan abadi. Itu adalah kenikmatan Islam dan kenikmatan Sunnah. Karena kebahagiaan dunia dan akhirat dibangun diatas tiga pondasi : Islam, Sunnah dan A'fiyah (keselamatan) di dunia dan di akhirat. Sementara kenikmatan Islam dan Sunnah adalah kenikmatan yang diperintahkan Allah kepada kita agar memohonnya di dalam shalat, agar Allah memberikan kita petunjuk kepada jalan pengikutnya, dan jalan orang yang telah diberikan keistimewaan dengan kenikmatan itu, serta jalan orang-orang yang telah dijadikannya sebagai penghuni Ar-Rafiq Al-A'la.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu ; Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya". [An-Nisa : 69]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat golongan manusia itu adalah pemilik dari kenikmatan umum tersebut. Para pemilik kenikmatan itulah yang Allah maksudkan dengan firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu".[Al-Maidah : 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnaan pertama itu adalah pada sisi agama Islam, dan kesempurnaan kedua itu pada sisi kenikmatannya. Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah mengungkapkan : "Sesungguhnya iman itu memiliki batas-batas, kewajiban-kewajiban, sunnah-sunnah dan syariat-syari'at. Barangsiapa yang menyempurnakan semuanya, berarti telah menyempurnakan iman". [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Allah adalah syari'at yang mengandung perintah dan larangan serta hal-hal yang disukai oleh Allah. Maksudnya, bahwa kenikmatan umum yang khusus diterima oleh kaum mukminin. Itulah kenikmatan Islam dan Sunnah. Dan kenikmatan itu pulalah yang menyebabkan seorang mukmin mendapatkan kegembiraan sejati. Kegembiraan dengan kenikmatan itu adalah yang disukai dan diridhai oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Katakanlah : 'Dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". [Yunus : 58]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat para ulama As-Salaf tentang pengertian rahmat dan keutamaan Allah seputar : Islam dan Sunnah, dan sebatas hidupnya hati dengan kegembiraan karena keduanya. Semakin keduanya itu tertanam di dalam hati, semakin memberikan kegembiraan. Sampai-sampai hati akan menari karena saking gembiranya ketika ruh itu bersentuhan dengan sunnah, meskipun orang banyak dalam kesedihan mendalam. Ia akan tetap dipenuhi rasa tentram, meskipun manusia dalam ketakutan yang amat sangat.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kenikmatan Yang Terikat.&lt;br /&gt;Yakni kenikmatan kesehatan, kekayaan, kesehatan tubuh , kehormatan yang luas, banyaknya anak, istri yang cantik dan sejenisnya. Itu adalah kenikmatan yang dimiliki secara bersama oleh orang-orang yang shalih maupun orang fasik, orang mukmin maupun orang kafir. Apabila ada yang menyatakan : "Allah berhak memberikan kepada orang kafir kenikmatan khusus tadi dalam bentuk yang demikian", maka itu benar adanya. Namun kenikmatan khusus bagi orang kafir dan orang fasik itu bersifat menghanyutkan. Kembalinya adalah kepada siksa dan kecelakaan, bagi orang yang tidak mendapatkan kenikmatan umum di atas. [Lihat rujukan sebelumnya II : 36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Nurus Sunnah wa Zhulumatul Bid'ah Fi Dhauil Kitabi was Sunnah, Edisi Indonesia Mengupas Sunnah, Membedah Bid'ah, Penulis Dr Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note.&lt;br /&gt;[1]. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari secara mu'allaq dalam kitab Al-Iman, bab : Sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam : Islam dibangun di atas lima perkara I : 9&lt;br /&gt;[2]. Dicuplik dari ucapan Ibnul Qayyim dalam buku beliau : Ijtima Al-Juyusy Al-Islamiyah Alal Mu'aththilah Al-Jahmiyah. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-1951136453395562078?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/1951136453395562078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/sunnah-adalah-kenikmatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/1951136453395562078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/1951136453395562078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/sunnah-adalah-kenikmatan.html' title='Sunnah Adalah Kenikmatan'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-554987458299713454</id><published>2009-07-07T05:50:00.001-07:00</published><updated>2009-07-07T05:50:56.018-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Kedudukan Sunnah</title><content type='html'>&lt;a href="http://almanhaj.or.id"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;KEDUDUKAN SUNNAH&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Dr Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunnah adalah benteng Allah yang kuat, yang bila dimasuki seseorang, orang itu akan aman. Sunnah merupakan pintu Allah terbesar, yang barangsiapa memasukinya akan termasuk di antara mereka yang meyambung silaturrahmi denganNya. Ia akan tetap menegakkan pemilikinya meskipun sebelumnya terduduk karena amal perbuatan mereka. Cahayanya akan berjalan di hadapan mereka, ketika cahaya ahli bid'ah dan kemunafikannya sudah sirna. Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang diputihkan wajahnya, ketika wajah ahli bid'ah dihitam-legamkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram". [Ali Imran : 106]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas mengungkapkan : "Ahlus Sunnah dan para pemersatu umat adalah orang-orang yang diputihkan wajahnya, ketika wajah ahli bid'ah dan para pemecah belah umat dihitam legamkan". [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Sunnah adalah kehidupan dan cahaya yang merupakan kebahagian seorang hamba, petunjuk sekaligus kemenangan baginya. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap dulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya. Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa telah mereka kerjakan". [Al-An'am : 122]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan taufikNya. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Nurus Sunnah wa Zhulumatul Bid;ah Fi Dhauil Kitabi was Sunnah, Edisi Indonesia Mengupas Sunnah, Membedah Bid'ah, Penulis Dr Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note.&lt;br /&gt;[1]. Ibnul Qayyim menyebutkan dalam Ijtima Al-Jusyusy Al-Islamiyah II : 39, dan Ibnu Katsir dalam Tafsirnya I : 369. Lihat juga Jami'ul Bayan An-Takwilil Qur'aan oleh Ibnu Jarir VII :93&lt;br /&gt;[2]. Lihat Ijtima Al-Jusyusy Al-Islamiyah II : 38&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-554987458299713454?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/554987458299713454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/kedudukan-sunnah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/554987458299713454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/554987458299713454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/kedudukan-sunnah.html' title='Kedudukan Sunnah'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-2829617575040292055</id><published>2009-07-07T05:48:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:50:07.717-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Pengertian Sunnah</title><content type='html'>&lt;a href="http://almanhaj.or.id"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;PENGERTIAN SUNNAH&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Dr Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunnah itu memiliki penganut. Dan para penganutnya memiliki aqidah atau keyakinan dan selalu bersatu di atas kebenaran. Maka sudah sepantasnya penulis memaparkan di sini pengertian dari ketiga kata tersebut : Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Aqidah Secara Bahasa Dan Menurut Istilah&lt;br /&gt;Aqidah secara bahasa diambil dari kata 'aqad yakni ikatan dan buhulan yang kuat. Bisa juga berarti teguh, permanent, saling mengikat dan rapat. Bila dikatakan tali itu di-'aqad-kan, artinya diikat. Bisa juga digunakann dalam ikatan jual beli atau perjanjian. Meng-'aqad sarung, berarti mengikatnya dengan kuat. Kata aqad adalah lawan dari hall (melepas/mengurai)[1].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian aqidah menurut istilah adalah : Bahwa aqidah itu digunakan dalam arti iman yang teguh, kokoh dan kuat yang tidak akan terasuki oleh keragu-raguan. Yakni keyakinan yang menyebabkan seseorang itu diberi jaminan keamanan, hati dan nuraninya terikatt pada keyakinan itu, lalu dijadikan sebagai madzhab dan agamanya. Apabila iman yang teguh, kokoh, kuat dan pasti itu benar, maka aqidah seseorang juga menjadi benar, seperti aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Kalau keimanan itu batil, maka aqidah pemiliknya juga batil, seperti aqidah yang dimiliki oleh kelompok-kelompok sesat. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Ahlus Sunnah&lt;br /&gt;Sunnah secara bahasa artinya adalah jalan atau riwayat hidup, baik ataupun buruk. [3] Sementara sunnah menurut istilah para ulama aqidah Islam adalah petunjuk yang dijalani oleh Rasulullah dan para sahabat beliau ; dalam ilmu, amalan, keyakinan, ucapan dan perbuatan. Itulah ajaran sunnah yang wajib diikuti dan dipuji pelakunya, serta harus dicela orang yang meninggalkannya. Oleh sebab itu dikatakan ; si Fulan temasuk Ahlus Sunnah. Artinya, ia orang yang mengikuti jalan yang lurus dan terpuji.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menyatakan : "Sunnah adalah jalan yang dilalui, termasuk diantaranya adalah berpegang teguh pada sesuatu yang dijalankan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Al-Khulafa Ar-Rasyidun, berupa keyakinan, amalan dan ucapan. Itulah bentuk sunnah yang sempurna". [Jami'ul Ulumiwal Hikam I : 120]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Timiyah rahimahullah menyatakan : "Sunnah adalah sesuatu yang ditegakkan di atas dalil syari'at, yakni ketaatan kepada Allah dan RasulNya, baik itu perbuatan beliau, atau perbuatan yang dilakukan di masa hidup beliau, atau belum pernah beliau lakukan dan tidak pula pernah dilakukan di masa hidup beliau karena pada masa itu tidak ada hal yang mengharuskan itu dilakukan pada masa hidup beliau, atau karena ada hal yang menghalanginya".[Majmu' Al-Fatawa oleh Ibnu Taimiyah XXI : 317]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian perngertian itu, berarti adalah mengikuti jejak Rasulullah secara lahir dan batin, dan mengikuti jalan hidup orang-orang terdahulu dari generasi awal umat ini dari kalangan Al-Muhajirin dan Al-Anshar. [Refernsi sebelumnya III : 157]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Jama'ah&lt;br /&gt;Jama'ah secara bahasa diambil dari kata dasar jama'a (mengumpulkan). Dari akar kata itulah muncul kata-kata semacam ijma' (kesepakatan) dan ijtima' (pertemuan), lawan kata dari tafarruq (perpisahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Faris menyatakan : "Huruf Jim, Mim dan 'Ain berasal dari satu kata dasar yang menunjukkan pengumpulan sesuatu. Saya menjamak sesuatu artinya mengumpulkannya sedemikian rupa".[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Jama'ah menurut istilah ulama aqidah Islam yang tidak lain adalah generasi As-Salaf dari umat Islam dari kalangan sahabat, tabi'in dan yang mengikuti jejak mereka hingga hari Kiamat, yang mereka bersatu dalam kebenaran yang jelas dari Kitabullah dan Sunnah Rasul. [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu menyebutkan : "Jama'ah adalah sesuatu yang bersesuaian dengan kebenaran meski hanya engkau seorang diri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nu'aim bin Hammad menyatakan : "Yakni apabila jama'ah kaum muslimin sudah rusak, hendaknya engkau berpegang pada sesuatu yang dilaksanakan oleh jama'ah itu sebelum ia rusak, meski hanya engkau seorang diri. Karena pada saat itu, engkaulah jama'ah itu sendiri". [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Nurus Sunnah wa Zhulumatul Bid'ah Fi Dhauil Kitabi was Sunnah, Edisi Indonesia Mengupas Sunnah, Membedah Bid'ah, Penulis Dr Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Lihat Lisanul Arab oleh Ibnu Mandzur, bab huruf daal, pasal huruf 'ain III:296. Lihat juga Qamus Al-Muhith oleh fairuz Abadi, bab huruf daal pasal huruf 'ain, hal.383. Lihat juga Mu'jamul Maqayis Fil Lughah oelh Ibnu Faris kitab Al-Ain hal.679.&lt;br /&gt;[2]. Lihat Mabahits Fi Aqidah Ahlus Sunnah, oleh Doktor Nashir Al-Aql, hal.9-10&lt;br /&gt;[3]. Lihat Lisanul Arab oleh Ibnu Manzhur bab ; Nuun, pasal huruf sien XIII : 225.&lt;br /&gt;[4]. Lihat Mabahits Fi Aqidah Ahlus Sunnah, oleh Doktor Nashir Al-Aql, hal. 15&lt;br /&gt;[5]. Mu'jamul Maqayis Fil Lughah oleh Ibnu Faris, kitab huruf Jiim hal. 224&lt;br /&gt;[6]. Lihat Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyah oleh Ibnu Abil Izzi hal. 68 dan Syarah Al-Aqidah Al-Wasithiyah tulisan Khalil Hirras hal, 61&lt;br /&gt;[7]. Oleh Imam Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan I : 70, lalu dinisbatkan kepada Al-Baihaqi. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-2829617575040292055?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/2829617575040292055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pengertian-sunnah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2829617575040292055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2829617575040292055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pengertian-sunnah.html' title='Pengertian Sunnah'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-3291189437642245676</id><published>2009-07-07T05:47:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:48:32.840-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Setelah Ada Hadits Shahih, Kenapa Tidak Boleh Mengatakan Mengapa?</title><content type='html'>&lt;a href="http://almanhaj.or.id/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;SETELAH ADA HADITS SHAHIH, TIDAK BOLEH MENGATAKAN MENGAPA ?&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Hafizh Al-Imam As-Suyuthi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Utsman bin Umar, ia berkata : "Datang seorang laki-laki kepada Imam Malik untuk bertanya kepadanya tentang suatu masalah, maka Imam Malik berkata kepada laki-laki itu : 'Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bagini dan begitu', lalu laki-laki itu berkata : 'Bagaimana pendapatmu ?'. Maka Imam Malik menjawab dengan firman Allah.&lt;br /&gt;"Artinya : Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih". [An-Nuur : 63]&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibnu Wahb, ia berkata : Imam Malik mengatakan : "Suatu fatwa yang telah difatwakan kepada manusia maka tak satupun manusia boleh mengatakan : "Mengapa engkau berfatwa seperti ini", melainkan cukup bagi mereka saat itu untuk mengetahui riwayat dan mereka rela dengan riwayat (hadits) itu".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ishaq bin Isa, ia berkata : Aku mendengar Malik bin Anas mencela perdebatan dalam perkara agama, ia mengatakan : "Setiap kali datang kepada kami seseorang yang lebih pandai berdebat dari pada orang lain, maka kami membantah dengan apa yang dibawa malaikat Jibril 'Alaihis Salam kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibnu Al-Mubarak, ia berkata : "Hendaknya yang engkau jadikan sandaran adalah atsar, dan ambillah dari fikiran apa yang dapat menafsirkan hadits itu untukmu"..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Yahya bin Dharis, ia berkata : Aku menyaksikan Sufyan ketika datang kepadanya seorang laki-laki, lalu laki-laki itu berkata : "Apa tuntutanmu kepada Abu Hanifah ?" Sufyan berkata : "Memangnya ada apa dengan dia, sesungguhnya aku telah mendengarnya berkata : "Aku berpegang kepada Kitabullah, jika tidak aku temui, maka aku akan berpegang pada Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Jika tidak ada aku temui dalam Kitabullah dan tidak pula dalam Sunnah Rasul, maka aku berpegang pada pendapat para sahabat beliau, aku akan mengambil pendapat di antara mereka yang aku kehendaki dan aku akan meninggalkan pendapat diantara mereka yang aku hendaki. Sedangkan jika perkara itu berakhir pada Ibrahim, Asy-Sya'bi, Ibnu Sirin, Al-Hasan, Atha, Ibnu Al-Musayyab dan beberapa orang lainnya yang berijtihad maka saya akan berijtihad pula sebagaimana mereka berijtihad".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ar-Rabi', ia berkata : Pada suatu hari Imam Syafi'i meriwayatkan suatu hadits, maka berkatalah seorang laki-laki kepadanya : "Apakah engkau berpegang pada ini wahai Abu Abdullah?", maka berkata Imam Syafi'i : "Jika diriwayatkan kepadaku suatu hadits yang shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian aku tidak berpegang kepadanya, maka aku bersaksi kepada kalian bahwa akalku telah hilang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ar-Rabi', ia berkata : Aku mendengar Imam Syafi'i berkata : "Jika kalian dapatkan dalam kitabku (tulisanku) sesuatu yang bertentangan dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam maka berpeganglah kalian kepada Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan tinggalkanlah apa yang telah aku ucapkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Mujtahid, tentang firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;"Artinya : Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul-(Nya)". [An-Nisaa : 59].&lt;br /&gt;Ia berkata : "Kepada Allah artinya adalah kepada Kitabullah, sedangkan kepada Rasul artinya adalah kepada Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan Ad-Darimi, dari Abu Dzar, ia berkata : "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita agar kita tidak dikalahkan dalam memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar dan agar kita mengajarkan As-Sunnah kepada mausia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : "Pelajarilah As-Sunnah, ilmu fara'idh dan ilmu membaca sebagaimana kalian mempelajari Al-Qur'an".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, bahwa ia berkata : "Wahai menusia sekalian hendaklah kalian mempelajari ilmu itu sebelum ilmu itu diangkat, karena dianggkatnya ilmu adalah dengan dimatikannya para ahli ilmu (para ulama). Jauhilah oleh kalian perbuatan baru (bid'ah), dan hendaklah kalian berpegang pada yang lama (As-Sunnah), karena sesungguhnya pada akhir kehidupan umat ini akan ada golongan-golongan manusia yang mana mereka menduga bahwa mereka menyeru kepada Kitabullah tetapi sebenarnya mereka telah meninggalkan Kitabullah di belakang punggung mereka". [Hadist Riwayat Darimi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Miftahul Jannah fii Al-Ihtijaj bi As-Sunnah, edisi Indonesia KUNCI SURGA Menjadikan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Sebagai Hujjah oleh Al-Hafizh Al-Imam As-Suyuthi terbitan Darul Haq, hal. 108-111 penerjemah Amir Hamzah Fachruddin]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-3291189437642245676?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/3291189437642245676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/setelah-ada-hadits-shahih-kenapa-tidak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/3291189437642245676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/3291189437642245676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/setelah-ada-hadits-shahih-kenapa-tidak.html' title='Setelah Ada Hadits Shahih, Kenapa Tidak Boleh Mengatakan Mengapa?'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-232876171830729598</id><published>2009-07-07T05:46:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:47:42.666-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Pendapat Imam Abu Hanifah tentang Masalah Tauhid</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.almanhaj.or.id"&gt;PENDAPAT IMAM ABU HANIFAH TENTANG MASALAH TAUHID&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Dr. Muhammad Abdurrahman Al-Khumais&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama :&lt;br /&gt;Aqidah beliau tentang tauhid (pengesaan Allah) dan tentang tawassul syar’i serta kebatilan tawassul bid’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Imam Abu Hanifah berkata : “Tidak pantas bagi seseorang untuk berdoa kepada Allah kecuali dengan asma’ Allah. Adapun do’a yang diizinkan dan diperintahkan adalah keterangan yang terambil. Dari firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Artinya : Bagi Allah ada nama-nama yang bagus (al-asma’-ul-husna), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang ilhad (tidak percaya) kepada asma Allah. Nanti mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. “ [Al-A’raf:180] [1]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;[2].Imam Abu Hanifah berkata, “Makruh hukumnya seseorang berdo’a dengan mengatakan; saya mohon kepadamu berdasarkan hak si fulan, atau berdasarkan hak para Nabu-Mu, atau berdasarkan hak al-bait al-haram dan al-Masyar al-Haram. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Imam Abu Hanifah berkata: “Tidak pantas seseorang berdo’a kepada Allah kecuali dengan menyebut asma’ Alla. Dan saya tidak suka bila ada orang berdo’a seraya menyebutkan ‘dengan sifat-sifat kemuliaan pada ‘arsy-Mu’, [3]atau dengan menyebutkan ‘dengan hak makhluq-Mu’. [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua&lt;br /&gt;Pendapat Imam Abu Hanifah tentang penetapan sifat-sifat Allah dan bantahan terhadap golongan Jahmiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Imam Abu Hanifah berkata: “Allah tidak disifati dengan sifat-sifat makhluk. Murka dan ridha Allah adalah dua dari sifat-sifat Allah yang tidak dapat diketahui keadaannya. Ini adalah pendapat Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Allah murka dan ridha. Namun tidak dapat dikatakan, bahwa murka Allah itu adalah siksa-Nya dan ridha-Nya itu pahala-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menyifati Allah sebagaimana Allah menyifati diri-Nya sendiri. Allah adalah Esa, Dzat yang pada-Nya para hamba memohon, tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, dan tidak ada satupun yang menyamai-nya. Allah juga hidup, berkuasa, melihat dan mengetahui.”Tangan Allah di atas tangan-tangan mereka yang menyatakan janji setia kepada Rasul. Tangan Allah tidak seperti tangan makluk-Nya. Wajah Allah tidak seperti wajah-wajah makhluk-Nya.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Imam Abu Hanifah berkata: “Allah juga memiliki tangan, wajah dan diri seperti disebutkan sendiri oleh Allah dalam al-Qur’an. Maka apa yang disebutkan oleh Allah tentang wajah, tangan dan diri menunjukkan bahwa Allah mempunyai sifat yang tidak boleh direka-reka bentuknya. Dan juga tidak boleh disebutkan bahwa tangan Allah itu artinya kekuasaan-Nya atau nikmat-Nya, karena hal itu berarti meniadakan sifat-sifat Allah, sebagaimana pendapat yang dipegang oleh ahli qadar dan golongan Mu’tazilah. [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Imam Abu Hanifah juga berkata: “Tidaklah pantas bagi seseorang untuk berbicara tentang Dzat Allah. Tetapi, hendaknya ia menyifati Allah dengan sifat-sifat yang disebutkan oleh Allah sendiri. Ia tidak boleh berbicara tentang Allah dengan pendapatnya sendiri. Maha Suci Allah Rabbul ‘Alamin.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Ketika ditanya tentang turunnya Allah, Imam Abu Hanifah menjawab, “Allah itu turun tanpa cara-cara seperti halnya turunya makhluk. [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Beliau juga berkata: “Dalam berdo’a kepada Allah, kita memanjatkan do’a ke atas, bukan ke bawah, karena bawah tidak mengandung sifat Rububiyyah dan Uluhiyah sedikitpun.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]. Beliau juga berkata: “Allah itu murka dan ridha. Namun tidak dapat disebutkan bahwa murka Allah itu siksa-Nya, dan ridha Allah itu pahala-Nya.” [10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]. Beliau juga berkata: “Allah tidak serupa dengan makhluk-Nya, dan makhluk-Nya juga tidak serupa dengan Allah. Allah itu tetap akan selalu memiliki nama-nama dan sifat-sifat-Nya. [11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8].Beliau juga berkata: “Sifat-sifat Allah itu berbeda dengan sifat-sifat makhluk. Allah itu, mengetahui tetapi tidak seperti mengetahuinya makhluk. Allah itu mampu (berkuasa) tetapi tidak seperti mampunya (berkuasanya) makhluk. Allah itu melihat, tetapi tidak seperti melihatnya makhluk. Allah. Allah itu mendengar tetapi tidak seperti mendengarnya makhluk. Dan Allah itu berbicara tetapi tidak seperti berbicaranya makhluk.[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9].Beliau juga berkata: “Allah itu tidak boleh disifati dengan sifat-sifat makhluk.” [13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10]. Beliau berkata: “Siapa yang menyifati Allah dengan sifat-sifat manusia, maka ia telah kafir.” [14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11]. Beliau juga berkata: “Allah memiliki sifat-sifat dzatiyah dan fi’liyah. Sifat-sifat dzatiyah Allah adalah hayah (hidup), qudrah (mampu), ‘ilm (mengetahui), sama’ (mendengar), bashar (melihat), dan iradah (kehendak). Sedangkan sifat-sifat fi’liyah Allah adalah menciptakan, memberi rizki, membuat, dan lain-lain yang berkaitang dengan sifat-sifat perbuatan. Allah tetap dan selalu memiliki asma’-asma’, dan sifat-sifat-Nya.[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12]. Beliau juga berkata: “Allah tetap melakukan (berbuat) sesuatu. Dan melakukan (berbuat) itu merupakan sifat azali. Yang melakukan (berbuat) adalah Allahyang dilakukan (obyeknya) adalah makhluk danperbuatan Allah bukanlah makhluk.” [16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13]. Beliau juga berkata: “Siapa yang berkata, ‘saya tidak tahu Tuhanku itu di mana, di langit atau di bumi, maka orang tersebut telah menjadikafir. Demikian pula orang yang berkata: “Tuhanku itu di atas ‘Arsy. Tetapi saya tidak tahu ’arsy itu di langit atau di bumi.” [17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14]. Ketika ada seorang wanita bertanya kepada beliau: “Di mana Tuhan anda yang Anda sembah itu?”. Beliau menjawab: “Allah Subhanahu wa Ta'ala ada di langit, tidak di bumi.” Kemudian ada seseorang bertanya: “Tahukah Anda bahwa Allah berfirman "wahuwa ma'akum" (Allah itu bersama kamu)?” [18] Beliau menjawab: “Ungkapan itu seperti kamu menulis surat kepada seseorang, “Saya akan selalu bersamamu”, padahal kamu jauh darinya.”[19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15]. Beliau juga berkata: “Demikian pula tentang tangan Allah di atas tangan-tangan mereka yang menyatakanjanji setia kepada Rasul, tangan Allah tidak sama dengan tangan makhluk.” [20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16]. Beliau juga berkata: “Allah Subhanahu wa Ta'ala ada di langit, tidak di bumi.” Kemudian ada orang yang bertanya: “Tahukah Anda bahwa Allah berfiman, “Allah itu bersamamu. [21] ” Beliau menjawab: “Ungkapan itu seperti kamu menulis suratkepada seseorang, “saya akan selalu bersamamu”, padahal kamu jauh darinya.” [22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17]. “Beliau juga berkata: “Bahwa Allah itu mempunyai sifat kalam (berfirman) sebelum Allah berfirman kepada Nabi Musa Alaihis salam.” [23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18]. Kata beliau: “Allah berfirman dengan kalam-Nya, dan kalam adalah sifat azali.” [24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19]. Beliau berkata lagi: “Allah itu berbicara, tetapi tidak sepertibicaranya kita.”[25]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20]. Kata beliau: “Nabi Musa Alaihi salam mendengar kalam Allah, sebagaimana ditegaskan sendiri oleh Allha: “ Dan Allah telah berfirman langsung kepada Nabi Musa" [26]. Allah telah berfirman dan tetap akan berfirman, Allah tidak hanya berfirman kepada Nabi Musa saja.” [27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[21]. Beliau berkata: “al-Qur’an itu kalam Allah, tertulis dalam mushaf dan tersimpan (terjaga) di dalam hati, terbaca oleh lisan, dan diturunkan kepada Nabi Muhammad.” [28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22]. Kata beliau lagi: “al-Qur’an itu bukan makhluk.” [29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab I'tiqad Al-A'immah Al-Arba'ah edisi Indonesia Aqidah Imam Empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, Ahmad), Bab Aqidah Imam Abu Hanifah, oleh Dr. Muhammad Abdurarahman Al-Khumais, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Di Jakarta]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Ad-Durr al Mukhtar ma’a Hasyiyat Radd al-Mukhtar, VI/396-397&lt;br /&gt;[2]. Syarh al-Aqidah ath-Thawiyah, hal. 234, Ithaf as-Sadah al-Muttaqin, II/285, Syarah al-Fiqh al Akbar, hal.108&lt;br /&gt;[3]. Imam ABu Hanifah dan Imam Muhammad bin Hasan tidka suka apabila seseorang berdo'a dengan menyebutkan, "Wahai Allah, saya mohon kepada-Mu dengan tempat kemuliaan dari 'arsy-Mu". Karena do'a seperti ini tidak ada petunjuk tekstual (nash) yang membolehkan.&lt;br /&gt;Sementara Imam Abu Yusuf membolehkan do'a seperti itu, karena menurut beliau ada nash dari hadits untuk hal itu, yaitu sebuah hadits di mana Nabi berdo'a, "Wahai Allah, saya mohon kepada-Mu dengan tempat-tempat kemuliaan di 'arsy-Mu dan puncak rahmat dari kitab-Mu"&lt;br /&gt;Hadits ini ditulis Imam Al-Baihaqi dalam kitabnya, Ad-Da'wat Al-Kabirah, ditulis dalam kitab Al-Binayah IX/382, dan kitab Nasb Ar-Rayah IV/272. Di sanadnya terdapat tiga hal yang dapat menyacatkan hadits.&lt;br /&gt;[a]. Daud bin Abu Ashim tidak pernah mendengar hadits dari Ibnu Mas'ud&lt;br /&gt;[b]. Abdul Malik bin Juraij adalah seorang mudallis (menyembunyikan kecacatan hadits) dan mursil (menyebutkan hadits dengan sanad tidak bersambung).&lt;br /&gt;[c]. Umar bin Harun dituduh sebagai pendusta. Oleh karena itu, Ibnul Al-Jauzi berkata sebagaimana terdapat dalam kitab, Al-Binayah IX/382, bahawa hadits ini adalah palsu tanpa diragukan lagi dan sanadnya sangat parah seperti anda lihat. Lihat Tahdzib At-Tahdzib III/198, VI/405, VII/501 Tarqib At-Tahdzib I/520.&lt;br /&gt;[4]. At-Tawasul Wa Al-Wasilah hal, 82. Lihat juga, Syarh Al-Fiqh Al-Akbar, hal.198&lt;br /&gt;[5]. Al-Fiqh Al-Absath, hal.56&lt;br /&gt;[6]. Al-Fiqh Al-Akbar, hal.302&lt;br /&gt;[7]. Syarah Al-Aqidah Ath-Thahawiyah II/427, Editor Dr. At-Turki, Jala Al-Ainain, hal.368&lt;br /&gt;[8]. Aqidah As-Salaf Ashhab Al-Hadits hal.42, Dar As-Salafiyah. Al-Baihaqi, Al-Asma' wa As-Sifat, hal. 456, Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, hal. 245 Takhrij Al-Albani, Al-Qari, Syarh Al-Fiqh Al-Akbar, hal.60.&lt;br /&gt;[9]. Al-Fiqh Al-Absath, hal.51&lt;br /&gt;[10]. Ibid, hal.56&lt;br /&gt;[11]. Al-Fiqh Al-Akbar, hal.301&lt;br /&gt;[12]. Al-Fiqh Al-Akbar, hal.302&lt;br /&gt;[13]. Al-Fiqh Al-Absath, hal.56&lt;br /&gt;[14]. Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, dengan komentar Al-Albani, hal.25&lt;br /&gt;[15]. Al-Fiqh Al-Akhbar, hal.301&lt;br /&gt;[16]. Ibid&lt;br /&gt;[17]. Al-Fiqh Al-Absath, hal.46. Pernyataan seperti ini juga dinukil dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu Al-Fatawa V/48. Ibnu Al-Qayyim dalam Ijtima Al-Juyusy Al-Islamiyah, hal.139. Adz-Dzahabi dalam Al-Uluw, hal.101-102, Ibnu Qudamah dalam Al-Uluw, hal.116. Dan Ibnu Abi Al-Izz dalam Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, hal.301&lt;br /&gt;[18]. Surah Al-Hadid, ayat 4&lt;br /&gt;[19]. Al-Asma wa Ash-Shifat, hal.429&lt;br /&gt;[20]. Al-Fiqh Al-Absath, hal.56&lt;br /&gt;[21]. Surah Al-Hadis, ayat 4&lt;br /&gt;[22]. Al-Asma Ash-Sifat, II/170&lt;br /&gt;[23]. Al-Fiqh Al-Akbar, hal.302&lt;br /&gt;[24]. Ibid, hal.301&lt;br /&gt;[25]. Ibid, hal.302&lt;br /&gt;[26]. Surah An-Nisa, ayat 164&lt;br /&gt;[27]. Al-Fiqh Al-Akbar, hal.302&lt;br /&gt;[28]. Ibid, hal.301&lt;br /&gt;[29]. Ibid&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-232876171830729598?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/232876171830729598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pendapat-imam-abu-hanifah-tentang_07.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/232876171830729598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/232876171830729598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pendapat-imam-abu-hanifah-tentang_07.html' title='Pendapat Imam Abu Hanifah tentang Masalah Tauhid'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-590582280887252058</id><published>2009-07-07T05:44:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:46:16.142-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Pendapat Imam Abu Hanifah tentang Pengertian Iman</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(102, 102, 204);" href="http://www.almanhaj.or.id"&gt;PENDAPAT IMAM ABU HANIFAH TENTANG PENGERTIAN IMAN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Dr. Muhammad Abdurrahman Al-Khumais&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Beliau berkata: "Imam itu iqrar (pengakuan) dan tashdiq (pembenaran)".[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Kata beliau lagi: "Iman itu adalah iqrar dengan lisan dan tashdiq dengan hati. Iqrar saja belum disebut iman" [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan ini dinukil oleh Ath-Thahawi dari Imam Abu Hanifah dan dua orang muridnya.[3]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;[3] Beliau juga berkata : "Iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang".[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pendapat Imam Abu Hanifah bahwa: "Iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang" dan bahwa yang disebut iman itu adalah "tashdiq dalam hati dan iqrar dalam lisan, sementara perbuatan (amal) tidak termasuk dalam pengertian iman", adalah masalah yang membedakan antara beliau dengan Imam-Imam Islam yang lain, seperti Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad, Imam Ishaq, Imam Bukhari, dan lain-lain. Yang benar adalah pendapat para Imam itu. Sementara pendapat Abu Hanifah adalah tidak benar. Namun demikian beliau tetap mendapat pahala, baik hasil ijtihad beliau itu benar atau pun salah. Kemudian ada keterangan dari Imam Ibn Abdul Bar dan Ibn Abi 'Izz, bahwa Imam Abu Hanifah mencabut pendapatnya itu. Wallahu a'lam.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab I'tiqad Al-A'immah Al-Arba'ah edisi Indonesia Aqidah Imam Empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, Ahmad), Bab Aqidah Imam Abu Hanifah, oleh Dr. Muhammad Abdurarahman Al-Khumais, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Di Jakarta]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Al-Fiqh Al-Akbar, hal. 304&lt;br /&gt;[2]. Kitab Al-Washiyyah bersama Syarhnya, hal. 2&lt;br /&gt;[3]. Ath-Thahawiyyah berikut Syarhnya, hal. 360&lt;br /&gt;[4]. Kitab Al-Washiyah berikut Syarhnya, hal. 3&lt;br /&gt;[5]. Ibn Abd Al-Bar, At-Tirmidzi IX/247. Syarh Al-Aqidah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-590582280887252058?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/590582280887252058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pendapat-imam-abu-hanifah-tentang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/590582280887252058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/590582280887252058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pendapat-imam-abu-hanifah-tentang.html' title='Pendapat Imam Abu Hanifah tentang Pengertian Iman'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-6706364603022692560</id><published>2009-07-07T05:42:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:43:55.923-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Pendapat Imam Malik tentang Tauhid</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(102, 102, 204);" href="http://www.almanhaj.or.id"&gt;PENDAPAT IMAM MALIK TENTANG TAUHID&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Dr. Muhammad Abdurrahman Al-Khumais&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Al-Harawi meriwayatkan dari Imam Syafi'i bahwa Imam Malik pernah ditanya tentang Ilmu Tauhid. Jawab beliau: "Sangat tidak mungkin bila ada orang menduga bahwa Nabi Muhammad Shallalahu alaihi wa sallam mengajari umatnya tentang cara-cara bersuci tetapi tidak mengajari masalah tauhid. Tauhid adalah apa yang disabdakanNabi Shallalahu alaihi wa sallam, Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan la ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah)".[1]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka sesuatu yang dapat menyelamatkan harta dan nyawa (darah) maka hal itu adalah tauhid yang sebenarnya. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Imam adh-Daruquthni meriwayatkan dari al-Wahid bin Muslim, katanya: "Saya bertanya kepada Malik, ats-Tsauri, al-Auza'i dan al-Laits bin Sa'ad tentang hadits-hadits mengenai sifat-sifat Allah. Mereka menjawab: Jalankanlah (baca dan pahami) seperti apa adanya".[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Imam Ibn Abdil Bar juga menuturkan bahwa Imam Malik pernah ditanya: "Apakah Allah dapat dilihat pada hari kiamat?". Beliau menjawab: 'Ya', dapat dilihat. Karena Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Wajah-wajah orang mu'min itu pada hari kiamat berseri-seri, kepada Tuhannya wajah-wajah itu melihat". [Al-Qiamah, 22-23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah telah berfirman tentang golongan lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak demikian. Mereka (orang-orang kafir) itu pada hari kiamat benar-benar terhalang hijab (tabir), tak dapat melihat Tuhan mereka". [Al-Muthaffifin : 15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qadhi 'Iyadh juga menuturkan dalam kitab Tartib al-madarik, II/42, dari Ibn Nafi' [4] dan Asyhab [5], keduanya berkata, "wahai Abu Abdillah -panggilan akrab Imam Malik-, apakah benar orang-orang mu'min dapat melihat Allah?", 'Ya', dengan kedua mata ini, jawab Imam Malik. Kemudian salah seorang dari kedua orang itu berkata, "Ada sementara orang yang berkata bahwa Allah itu tidak dapat dilihat. Kata "nadhorot" dalam ayat itu yang secara kebahasaan berarti 'melihat'� maksudnya adalah 'menunggu pahala'. Imam Malik menjawab: "Tidak benar mereka". Yang benar adalah Allah dapat dilihat. Apakah kamu tidak membaca firman Allah tentang Nabi Musa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Wahai Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku, agar dapat melihat-Mu". [Al-'Araf : 143]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu kira Nabi Musa itu memohon sesuatu yang mustahil dari Tuhanna? Allah kemudian menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Kamu tidakk akan dapat melihat Aku". [Al-'Araf : 143]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, Nabi Musa tidak dapat melihat Allah di dunia, karena dunia itu tempat kehancuran, dan tidak mungkin sesuatu uang kekal dapat dilihat dengan sesuatu yang dapat hancur. Apabila manusia sudah sampai ke Akhirat (tempat yang kekal), maka mereka dapat melihat sesuatu yang kekal (Allah) dengan sesuatu yang dikekalkan (tubuh manusia di Akhirat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Abu Nu'aim juga menuturkan dari Ja'far bin Abdillah, katanya: "Kami berada di rumah Malik bin Anas. Kemudian ada orang yang datang dan bertanya: 'wahai Abu Abdillah -panggilan akrab Imam Malik- Allah ar-Rahman bersemayam (istawa) di atas Arsy. Bagaimana Allah bersemayam?"�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan itu, Imam Malik marah. Beliau tidak pernah marah seperti itu. Kemudian beliau melihat ke tanah sambil memegang-megang kayu di tangannya, lalu beliau mengangkat kepala beliau dan melempar kayu tersebut, lalu berkata, 'Cara Allah beristiwa' tidaklah dapat dicerna dengan akal, sedangkan istiwa' (bersemayam) itu sendiri dapat dimaklumi maknanya. Sedangkan kita wajib mengimaninya, dan menanyakan hal itu adalah bid'ah. Dan saya kira kamulah pelaku bid'ah itu. Kemudian Imam Malik menyuruh orang itu agar dikeluarkan dari rumah beliau". [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Imam Abu Nu'aim meriwayatkan dari Yahya bin ar-Rabi', katanya: "Saya berada di rumah Malik, kemudian ada seorang daaing dan bertanya, 'Wahai Abdillah -panggilan akrab Imam Malik- apa pendapat anda tentang orang yang menyatakan bahwa al-qur'an itu makhluk?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik menjawab: "Dia itu kafir zindiq, bunuhlah dia". Orang tadi bertanya lagi, "Wahai Abdillah, saya hanya sekedar menceritakan pendapat yang pernah saya dengar". Imam Malik menjawab: "Saya tidak pernah mendengar pendapat itu dari siapapun. Saya hanya mendengar itu dari kamu". [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]. Imam Ibn Abdil Bar meriwayatkan dari Abdullah bin Nafi', katanya: "Imam Malik bin Anas mengatakan, siapa yang berpendapat bahwa al-Qur'an itu makhluk dia harus dihukum cambuk dan dipenjara sampai dia bertaubat". [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]. Imam Abu Daud juga meriwayatkan dari Abdullah bin Nafi', katanya: "Imam Malik berkata, Allah di langit, dan ilmu (pengetahuan) Allah meliputi setiap tempat".[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab I'tiqad Al-A'immah Al-Arba'ah edisi Indonesia Aqidah Imam Empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, Ahmad), Bab Aqidah Imam Malik bin Anas Hanifah, oleh Dr. Muhammad Abdurarahman Al-Khumais, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Di Jakarta]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari III/262. Imam Muslim I/51. Imam An-Nasa'i V/14 dan Imam Abu Daud III/101&lt;br /&gt;[2]. Dzam Al-Kalam, lembar 210&lt;br /&gt;[3]. Ad-Daruquthni. Ash-Shifat, hal. 75 Al-Ajiri, Asy-Syari'ah, hal. 314. Al-Baihaqi, Al-I'tiqad, hal.118&lt;br /&gt;[4]. Ada dua orang yang bernama Ibn Nafi', dua-duanya meriwayatkan dari Imam Malik. Yang Pertama bernama Abdullah bin Nafi' bin Tsabit Az-Zubairi (wafat 216H). Yang kedua adalah Abdullah bin Nafi' bin Abu Nafi' Al-Makhzumi (wafat 206), Tahdzib At-Tahdzib VI/50-51&lt;br /&gt;[5]. Asyhab bin Abd Al-Aziz bin Daud Al-Qaisi (wafat 204H), Ibid I/359&lt;br /&gt;[6]. Al-Hilyah, VI/325-326. Ash-Shabuni, Aqidah As-Salaf Ash-hab Al-Hadits, hal. 17-18. Ibn Abd Al-Bar, At-Tamhid, VII/151, Al-Baihaqi, Al-Asma Wa Ash-Shifat, hal. 408. Ibn Hajar, Fath Al-Bari, XIII/406-407&lt;br /&gt;[7]. Al-Hilyah VI/325. Al-Lalikai, Syarh Ushul I'tiqad Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, I/249. Al-Qadhi Iyadh, Tartib Al-Madarik, II/44.&lt;br /&gt;[8]. Al-Intiqa' hal.35&lt;br /&gt;[9]. Abu Daud, Masail Al-Iman Ahmad, hal. 263. Abdullah bin Ahmad, As-Sunnah hal. 11 Ibn Abd Al-bar, At-Tamhid VII/138&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-6706364603022692560?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/6706364603022692560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pendapat-imam-malik-tentang-tauhid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6706364603022692560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6706364603022692560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pendapat-imam-malik-tentang-tauhid.html' title='Pendapat Imam Malik tentang Tauhid'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-5181779948370234986</id><published>2009-07-07T05:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:42:36.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Pendapat Imam Malik tentang Iman</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(102, 102, 204);" href="http://www.almanhaj.or.id/"&gt;PENDAPAT IMAM MALIK TENTANG IMAN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Dr. Muhammad Abdurrahman Al-Khumais&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Iman Ibn Abdil Bar meriwayatkan dari Abd ar-Razzaq bin Hammad, katanya: "Saya mendengar Ibn Juraij, Sufyan bin Uyainah dan Anas bin Malik, mengatakan: Iman itu adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang". [1]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;[2]. Imam Abu Nu'aim meriwayatkan dari Abdullah bin Nafi', katanya: Imam Malik bin Anas pernah berkata: 'Iman itu adalah ucapan dan perbuatan".� [2].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Imam Ibn Abdil Bar meriwayatkan dari Asyhab bin Abdul Aziz, katanya, Imam Malik berkata: Ketika umat Islam shalat dengan menghadap ke baitul Maqdis selama enam belas bulan, mereka kemudian diperintahkan untuk menghadap ke Masjidil Haram pada waktu shalat. Kemudian turun ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kamu".[Al-Baqarah : 143]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud 'iman' dalam ayat itu adalah 'shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis'. Kata Imam Malik lagi, "Menurut paham golongan Murji'ah shalat itu tidak termasuk iman".[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab I'tiqad Al-A'immah Al-Arba'ah edisi Indonesia Aqidah Imam Empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, Ahmad), Bab Aqidah Imam Malik bin Anas Hanifah, oleh Dr. Muhammad Abdurarahman Al-Khumais, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Di Jakarta]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Al-Intiqa' hal. 34&lt;br /&gt;[2]. Al-Hilyah, VI/327&lt;br /&gt;[3]. Al-Intiqa' hal. 34&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-5181779948370234986?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/5181779948370234986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pendapat-imam-malik-tentang-iman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/5181779948370234986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/5181779948370234986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pendapat-imam-malik-tentang-iman.html' title='Pendapat Imam Malik tentang Iman'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-6971471759953719100</id><published>2009-07-07T05:39:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:40:45.287-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Pendapat Imam Syafi'i tentang Tauhid</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.almanhaj.or.id"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;PENDAPAT IMAM SYAFI'I TENTANG TAUHID&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Dr. Muhammad Abdurrahman Al-Khumais&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Imam al-Baihaqi meriwayatkan dari ar-Rabi’ bin Sulaiman, katanya, Imam Syafi’i mengatakan : “Barangsiapa yang bersumpah dengan menyebut salah satu asma’ Allah, kemudian melanggar sumpahnya, maka ia wajib membayar kaffarat. Dan barangsiapa yng bersumpah dengan menyebut nama selain Allah, misalnya, “Demi Ka’bah”, “Demi ayahku” dan sebagainya, kemudian melanggar sumpah itu, maka ia tidak wajib membayar kaffarat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula apabila ia bersumpah dengan mengatakan “demi umurku”, ia tidak wajib membayar kaffarat. Namun, bersumpah dengan meyebut selain Allah adalah haram, dan dilarang berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Allah melarang kamu untuk bersumpah dengan menyebut nenek moyang kamu. Siapa yang hendak bersumpah, maka bersumpahlah dengan menyebut asma Allah atau lebih baik diam saja”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i beralasan bahwa asma’-asma’ Allah itu bukan makhluk, karenanya siapa yang bersumpah dengan menyebut asma’ Allah, kemudian ia melanggar sumpahnya, maka ia wajib membayar kaffarat.”[2]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;[2]. Imam Ibn al-Qayyim menuturkan dalam kitabnya Ijtima’ al-Juyusy, sebuah riwayat dari Imam Syafi’i, bahwa beliau berkata: “Berbicara tentang Sunnah yang menjadi pegangan saya, shahib-shahib (murid-murid) saya, begitu pula para ahli hadits yang saya lihat dan saya ambil ilmu mereka, seperti Sufyan, Malik, dan lain-lain, adalah iqrar seraya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allakh, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, serta bersaksi bahwa Allah adalah di atas ‘Arsy di langit, dan dekat dengan makhluk-Nya, terserah kehendak Allah, dan Allah itu turun ke langit terdekat kapan saja Allah berkehendak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Imam adz-Dzahabi meriwayatkan dari al-Muzani, katanya: “Apabila ada orang yang mengeluarkan unek-unek yang berkaitan dengan masalah tauhid yang ada dalam hati saya, maka itu adalah Imam Syafi’i.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah dengar di masjid Cairo dengan beliau, ketika saya mendebat di depan beliau, dalam hati saya terdapat unek-unek yang berkaitan dengan masalah tauhid. Kata hatiku, saya tahu bahwa seseorang tidak akan mengetahui ilmu yang ada pada diri Anda, maka apa yang sebenarnya yang ada pada diri Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba beliau marah, lalu bertanya: “Tahukah kamu, di mana kamu sekarang?” Saya menjawab, “Ya”. Beliau berkata, “Ini adalah tempat di mana Allah menenggelamkan Fir’aun. Apakah kamu tahu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyuruh bertanya masalah yang ada dalam hatimu?”. “Tidak”, jawab saya. “Apakah para sahabat pernah membicarakan masalah itu?”, Tanya beliau lagi. “Tidak pernah”, jawab saya. “Berapakah jumlah bintang di langit?”, Tanya beliau lagi. “Tidak tahu”, jawab saya. “Apakah kamu tahujenis bintang-bintang itu, kapan terbitnya, kapan terbenamnya, dari bahan apa bintang itu diciptakan?”, Tanya beliau. “Tidak tahu”, jawab saya. “Itu masalah makhluk yang kamu lihat dengan mata kepalamu, ternyata kamu tidak tahu. Mana mungkin kamu mau membicarakan tentang ilmu Pencipta makhluk itu”, kata beliau mngakhiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau menanyakan kepada saya tentang masalah wudhu’, ternyata jawaban saya salah. Beliau lalu mengembangkanmasalah itu menjadi empat masalah, ternyata jawaban saya juga tidak ada yang benar. Akhirnya beliau berkata: “masalah yang kamu perlukan tiap hari lima kali saja tidak kamu pelajari. Tetapikamu justru berupaya untuk mengetahui ilmu Allah ketika hal itu berbisik dalam hatimu. Kembali saja kepada firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan Tuhan kamu adalah Tuhan yang Naha satu. Tidak ada Tuhan (yang Haq) selain Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang,bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah mati (gersang) dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan dan pengisaran angina dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sesungguhnya (terdapat) tanda-tanda (kekuasaan Allah)bagi orang-orang yang berakal.” [Al-Baqarah : 163-164]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karenanya”, lanjut Imam Syafi’i, “Jadikanlah makhluk itu sebagai bukti atas kekuasaan Allah, dan janganlah kamumemaks-maksa diri untuk mengetahui hal-hal yang tidak dapat dicapaioleh akalmu.”[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Imam Ibn Abdil Bar meriwayatkan dari Yunus bin Abdul A’la, katanya: “Apabila kamu mendengar ada orang berkata bahwa nama itu berlaianan dngan apa yang diberi nama, sesuatu itu, maka saksikanlah bahwa orang itu adalah kafir zindiq.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Dalam kitabnya ar-Risalah, Imam Syafi’i berkata: “Segala puji bagi Allah yang memiliki sifat-sifat sebagaimana Dia mensifati diri-Nya, dan di atas yang disifati oleh makhluk-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]. Imam adz-Dzahabi dalam kitabnya Siyar A’lam an-Nubala’ menuturkan dari Imam Syafi’i, kata beliau: “Kita menerapkan sifat-sifat Allah ini sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kita meniadakan tasybih (menyamakan Allah dengan makhluk_nya), sebagaimana Allah juga meniadakan tasybih itu dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Tidak ada satupun yang serupa dengan Dia.” [Asy-Syura : 11] [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]. Imam ibn ‘Abdil Bar meriwayatkan dari ar-Rabi’ bin Sulaiman, katanya, saya mendengar Imam Syafi’i berkata tentang firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya ; Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu (Hari Kiamat) benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan merek.” [Al-Muthaffifin : 15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini memberitahu kita bahwa pada Hari Kiamat nanti ada orang-orang yang tidak terhalang, mereka dapat melihat Allah dengan jelas.” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8]. Imam al-Lalaka’i menuturkan dari ar-Rabi’ bin Sulaiman, katanya: “saya dating ke rumah Imam Syafi’i, ketika itu ada sebuah pertanyaan kepada beliau: “Apakah pendapat anda tentang firman Allah dalam surat al-Muthaffifin ayat 15, yang artinya, “Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu (Hari Kiamat) benar-benar erhalanga dari (melihat) Tuhannya?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i menjawab, “Apabila orang-orang itu tidak dapat melihat Allah karena dimurkai Allah, maka ini merupakan dalil bahwa orang-orang yang diridhai Allah akan dapat melihat-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Rabi’ lalu bertanya: “Wahai Abu Abdillah, apakah anda berpendapat seperti itu?. “Ya, saya berpendapat seperti itu, dan itu saya yakini kepada Allah”, begitu jawab Imam Syafi’i.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]. Imam Ibn ‘Abdil Bar meriwayatkan, katanya, di hadapan Imam Syafi’i ada orang yang menyebut-nyebut nama Ibrahim bin Isma’il bin Ulayah. Kemudian Imam Syafi’i berkata: “saya berbeda pendapat dengan dia dalam segala hal. Begitu pula dalam kalimat “la ilaha illallah”. Saya tidak berpendapat seperti pendapatnya. Saya mengatakan, bahwa Allah berfirman kepada Nabi Musa secara langsung tanpa penghalang. Sedangkan dia mengatakan, ketika Allah berfirman kepada Nabi Musa, Allah menciptakan ucapan-ucapan yang kemudian dapat didengar oleh Nabi Musa secara tidak langsung (ada penghalang).” [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10]. Imam al-Lalaka’i meriwayatkan dari ar-Rabi’ bin Sulaiman, katanya, Imam Syafi’imengatakan: “Barangsiapa mengatakan bahwa al-Qur’an itu makhluk, maka dia telah menjadi kafir.” [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11]. Imam al-Baihaqi meriwayatkan dari Abu Muhammad az-Zubairi, katanya, ada seseorang yang bertanya kepada Imam Syafi’i “Benarkah al-Qur’an itu khaliq (pencipta)?”, Jawab beliau, “Tidak benar”. “Apakah al-Qur’an itu makhluk?”, tanyanya lagi. “Tidak”, jawab Imam Syafi’i. “Apakah al-Qur’an itu bukan makhluk?”, tanyanya lagi “Ya, begitu”, jawab Imam Syafi’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tadi bertanya lagi: “mana buktinya bahwa al-Qur’an itu bukan makhluk?”. Imam Syafi’i kemudian mengangkat kepala, dan ia berkata: “Maukah kamu mengakui bahwa al-Qur’an itu Kalam Allah?” “Ya, mau”, kata orang tadi. Kemudian Imam Syafi’i berkata, “kamu telah di dahului oleh ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya ; Dan jika di antara orang-orang musyrik itu meminta perlindungan kepada kamu, maka lindungilah ia, supaya ia sempat mendengar Kalam Allah.” [At-Taubah : 6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya ; Dan Allah telah berbicara dengan Musa secara langsung.” [An-Nisa’ : 164]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i kemudian berkata lagi kepada orang tersebut: “Maukah kamu mengakui bahwa Allah itu ada dan demikian pula Kalam-Nya? Atau Allah itu ada, sedangkan Kalam-Nya belum ada?”. Orang tadi menjawab, “Allah ada, begitu pula Kalam-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu Imam Syafi’i tersenyum,lalu berkata: “Wahai orang-orang Kufah, kamu akan membawakan sesuatu yang agung kepadaku, apabila kamu mengakui bahwa Allah itu ada sejak masa azali, begitu pula Kalam-Nya. Lalu dari mana kamu pernah punya pendapat bahwa Kalam itu Alah atau bukan Allah?”. Mendengar penegasan Imam Syafi’i itu, orang tadi terdiam kemudian keluar.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12]. Dalam kitab Juz al-I’tiqad yang disebut-sbut sebagaikaryaImam Syafi’i dari riwayat Abu Thalib al-‘Isyari, ada sebuah keterangan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Imam Syafi’i pernah ditanya tentang sifat-sifat Allah, dan hal-hal yang perlu diimani, jawab beliau, “Allah taaraka wa ta’ala memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang disebutkan dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang siapapun dari umatnya tidak boleh menympang dari ketentuan seperti itu setelah memperoleh keterangan (hujjah). Apabila ia menyimpang dari ketentuan setelah ia memperoleh hujjah tersebut, maka kafirlah dia. Namun apabila dia menyimpang dariketentuan sebelum ia memperoleh hujjah, maka hal itu tidak apa-apa baginya. Ia dimaafkan karena ketidaktahuannya itu. Sebab untuk mengetahui sifat-sifat Allah itu tidak mungkin oleh akal dan fikiran, tetapi hanya berdasarkan keterangan-keterangan dari Allah. Bahwa Allah itumendengar, Allh mempunyai dua tangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya ; Tetapi kedua tangan Allah itu terbuka.” [Al-Maidah : 64]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah itu mempunyai tangan kanan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya ; Dan langit itu dilipat tangan kanan Allah.” [Az-Zumar : 67]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah juga mempunyai wajah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Artinya ; Segala sesuatu akan hancur kecuali wajah Allah.” [Al-Qshash : 88]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan tetap kekal wajah Tuhanmua yang mempunyai kebesarandan kemuliaan.” [Ar-Rahman : 27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga mempunyai telapak kaki, ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya ; Sehingga Allah meletakkan telapak kakinya di Jahannam.” [10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tertawa terhadap hamba-hamba-Nya yang mu’min, sesuai dengan sabda rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang terbunuh dalam jihad fi sabilillah, bahwa kelak akan bertemu dengan Allah, dan Allah tertawa kepadanya.” [11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah turun setiap malam ke langit yang terdekat dengan bumi, berdasarkan hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam: tentang hal itu. Mata Allah tidak pecak sebelah, sesuai dengan hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa : “Dajjal itu picak sebelah matanya, sedangkan Allah tidak picak mata-Nya.” [12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang mukmin kelak akan melihat Allah pada hari kiamat dengan mata kepala mereka, seperti halnya mereka melihat bulan purnama. Allah juga punya jari-jemari berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada satu buah hati kecuali ia berada di antara jari-jari Allah Ar-Rahman.” [13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian sifat ini di mana Allah telah mensifati diri-Nya sendiri dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam: juga mensifati-Nya, tidak dapat diketahui hakikatnya oleh akal dan fikiran. Orang yang tidak mendengar keterangan tentang hal itu tidak dapat disebut kafir. Apabila ia telah mendengar sendiri secara langsung, maka ia wajib meyakininya seperti halnya kita harus menetapkan sifat-sifat itu tanpa mentasybihkan (menyerupakan) Allah dengan makhluk-Nya, sebagaimana juga Allah tidak menyerupakan makhluk apapun dengan diri-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [Asy-Syura: 11] [14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab I'tiqad Al-A'immah Al-Arba'ah edisi Indonesia Aqidah Imam Empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, Ahmad), Bab Aqidah Imam Syafi'i, oleh Dr. Muhammad Abdurarahman Al-Khumais, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Di Jakarta]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Shahih Al-bukhari,Kitab Al-Aiman wa An-Nadzar II/530, Shahih Muslim III/266. Manaqib ASy-Syafi’i I/405&lt;br /&gt;[2]. Ibn Abu Hatim, Adab ASy-Syafi’i, hal.193 Al-Hilyah IX/112-113 Al-Baihaqi As-Sunan Al-Kubra X/28&lt;br /&gt;[3]. Siyar A’lam An-Nubala X/31&lt;br /&gt;[4]. Siyar A’lam An-Nubala XX/341&lt;br /&gt;[5]. Al-Intiqa, hal. 79&lt;br /&gt;[6]. Syarh Ushul I’tiqad Ahl As-Sunnah II/506&lt;br /&gt;[7]. Al-Intiqa, hal. 79. Al-Baihaqi, Manaqib Asy-Syafi’i, I/35&lt;br /&gt;[8]. Syarh Ushul I’tiqad Ahl As-Sunnah wal Jama’ah I/252&lt;br /&gt;[9]. Manaqib Asy-Syafi’i, I/407-408&lt;br /&gt;[10]. Shahih Bukhari, Kitab At-Tafsir VII/594, Shahih Muslim Kitab Al-Jannah IV/2187&lt;br /&gt;[11]. Shahih Bukhari Kitab Al-Jihad VI/39, Shahih Muslim, Kitab Al-Imarat III/1504&lt;br /&gt;[12]. Shahih Bukhari, Kitab Al-Fitan XIII/91, Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan IV/2248&lt;br /&gt;[13]. Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal IV/182. Sunan Ibn Majah I/72, Mustadrak Al-Hakim I/525. Al-Ajiri, Asy-Syari’ah hal. 317, Ibn Mandah, Ar-Rad&lt;br /&gt;[14]. Aqidah Imam Syafi’I ini dinukil dari sebuah manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Pusat Universitas Leiden, Belanda.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-6971471759953719100?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/6971471759953719100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pendapat-imam-syafii-tentang-tauhid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6971471759953719100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6971471759953719100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pendapat-imam-syafii-tentang-tauhid.html' title='Pendapat Imam Syafi&apos;i tentang Tauhid'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-4601722636626865320</id><published>2009-07-07T05:38:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:39:22.524-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Kesamaan Aqidah Imam Empat</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.almanhaj.or.id"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-weight: bold;"&gt;KESAMAAN AQIDAH IMAM EMPAT&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Dr. Muhammad Abdurrahman Al-Khumais&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqidah imam Empat, Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, dan Ahmad. Adalah yang dituturkan oleh al-Qur'an dan Sunnah Nabi, sesuai dengan apa yang menjadi pegangan para sahabat dan tabi'in. Tidak ada perbedaan di antara mereka dalam masalah ushuluddin. Mereka justru sepakat untuk beriman kepada sifat-sifat Allah, bahwa al-Qur'an itu dalam Kalam Allah, bukan makhluk dan bahwa iman itu memerlukan pembenaran dalam hati dan lisan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga mengingkari para ahli kalam, seperti kelompok Jahmiyyah dan lain-lain yang terpengaruh dengan filsafat Yunani dan aliran-aliran kalam. Syaikhul Islam Imam Ibnu Taimiyyah menuturkan, Namun rahmat Allah kepada hamba-Nya menghendaki, bahwa para imam yang menjadi panutan umat, seperti imam madzhab empat dan lain-lain, mereka mengingkari para ahli kalam seperti kelompok Jahmiyyah dalam masalah al-Qur'an, dan tentang beriman kepada sifat-sifat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sepakat seperti keyakinan para ulama salaf, di mana antara lain, bahwa Allah itu dapat dilihat di akhirat, al-Qur'an adalah kalam Allah bukan makhluk, dan bahwa iman itu memerlukan pembenaran dalam hati dan lisan.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Taimiyyah juga menyatakan, para imam yang masyhur itu juga menetapkan tentang adanya sifat-sifat Allah. Mereka mengatakan bahwa al-Qur'an adalah kalam Allah bukan makhluk. Dan bahwa Allah itu dapat dilihat di akhirat. Inilah madzhab para Sahabat dan Tabi'in, baik yang termasuk Ahlul Bait dan yang lain. Dan ini juga madzhab para imam yang banyak penganutnya, seperti Imam Malik bin Anas, Imam ats-Tsauri, Imam al-Laits bin Sa'ad, Imam al-Auza'i, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, dan Ahmad [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Taimiyyah pernah ditanya tentang aqidah Imam Syafi'i. Jawab beliau, Aqidah Imam Syafi'i dan aqidah para ulama salaf seperti Imam Malik, Imam ats-Tsauri, Imam al-Auza'i, Imam Ibnu al-Mubarak, Imam Ahmad bin Hambal, dan Imam Ishaq bin Rahawaih adalah seperti aqidah para imam panutan umat yang lain, seperti Imam al-Fudhal bin 'Iyadh, Imam Abu Sulaiman ad-Darani, Sahl bin Abdullah at-Tusturi, dan lain-lain. Mereka tidak berbeda penddapat dalam Ushuluddin (masalah aqidah). Begitu pula Imam Abu Hanifah, aqidah tetap beliau dalam masalah tauhid, qadar dan sebagainya adalah sama dengan aqidah para imam tersebut di atas. Dan aqidah para imam itu adalah sama dengan aqidah para sahabat dan tabi'in, yaitu sesuai dengan apa yang dituturkan oleh al-Qur'an dan as-Sunnah.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqidah inilah yang dipilih oleh al-Allamah Shidiq Hasan Khan, dimana beliau berkata : "Madzhab kami adalaha mazhab ulama salaf, yaitu menetapkan adanya sifat-sifat Allah tanpa menyerupakan-Nya dengan sifat makhluk dan menjadikan Allah dari sifat-sifat kekurangan, tanpa ta'thil (meniadakannya makna dari ayat-ayat yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah). Mazdhab tersebut adalah madzhab imam-imam dalam Islam, seperti Imam Malik bin Anas, Imam Syafi'i, Imam Ats-Tsauri, Imam Ibnu Al Mubarak, Imam Ahmad dan, lain-lain. Mereka tidak berbeda pendapat mengenai ushuludin. Begitu pula Imam Abu Hanifah, beliau sama aqidahnya dengan para imam diatas, yaitu aqidah yang sesuai dengan apa yang dituturkan oleh al-Qur'an dan as-Sunnah".[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab I'tiqad Al-A'immah Al-Arba'ah edisi Indonesia Aqidah Imam Empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, Ahmad) oleh Dr. Muhammad Abdurarahman Al-Khumais, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Di Jakarta]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Kitab al-Imam, hal. 350-351, Dar ath-Thiba'ah al-Muhammadiyyah, Ta'liq Muhammad&lt;br /&gt;[2]. Manhaj As-Sunah, II/106&lt;br /&gt;[3]. Majmu' al-Fatawa, V/256&lt;br /&gt;[4]. Qathf ats-Tsamar, hal. 47-48&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-4601722636626865320?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/4601722636626865320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/kesamaan-aqidah-imam-empat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4601722636626865320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4601722636626865320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/kesamaan-aqidah-imam-empat.html' title='Kesamaan Aqidah Imam Empat'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-6744232218121348351</id><published>2009-07-07T05:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:38:27.930-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Tiga Macam Tauhid : Tauhid Asma dan Sifat-Nya</title><content type='html'>Catatan editor :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauhid adalah mengesakan Allah ta'ala baik dalam hal rububiyah, uluhiyah maupun kesempurnaan asma dan sifat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman terhadap tauhid sangat penting karena hal inilah yang membedakan seseorang disebut beriman atau kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini diambil dari : &lt;a href="http://www.almanhaj.or.id/"&gt;http://www.almanhaj.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;TAUHID AL-ASMA' WASH-SHIFAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlus Sunnah menetapkan apa-apa yang Allah Azza wa Jalla dan RasulNya Shallallahu 'alaihi wa sallam telah tetapkan atas diri-Nya, baik itu dengan Nama-Nama maupun Sifat-Sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala dan mensucikanNya dari segala aib dan kekurangan, sebagaimana hal tersebut telah disucikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam. Kita wajib menetapkan Sifat Allah sebagaimana yang terdapat dalam al-Qur'an dan as-Sunnah dan tidak boleh ditaÂ¡'wil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Al-Walid bin Muslim pernah bertanya kepada Imam Malik bin Anas, al-AuzaÂ¡'iy, al-Laits bin SaÂ¡'ad dan Sufyan ats-Tsaury tentang berita yang datang mengenai Sifat-Sifat Allah, mereka semua menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perlakukanlah (ayat-ayat tentang Sifat Allah) sebagaimana datangnya dan janganlah kamu persoalkan (jangan kamu tanya tentang bagaimana sifat itu)."[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy-Syafi' Rahimahullah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku beriman kepada Allah dan kepada apa-apa yang datang dari Allah sesuai dengan apa yang diinginkan-Nya dan aku beriman kepada Rasulullah dan kepada apa-apa yang datang dari beliau, sesuai dengan apa yang dimaksud oleh RasulullahÂ¡Â¨[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah: "Manhaj Salaf dan para Imam Ahlus Sunnah mereka mengimani Tauhid al-Asma' wash Shifat dengan menetapkan apa-apa yang Allah telah tetapkan atas diri-Nya dan telah ditetapkan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam untuk-Nya, tanpa tahrif[3] dan ta'thil[4] serta tanpa takyif[5] dan tamtsil[6]. Menetapkan tanpa tamtsil, menyucikan tanpa ta'thil, menetapkan semua Sifat-Sifat Allah dan menafikan persamaan Sifat-Sifat Allah dengan makhluk-Nya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa TaÂ¡'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dan Dia-lah Yang Mahamendengar lagi MahamelihatÂ¡Â¨ [Asy-Syuura':11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafazh ayat : "Tidak ada yang serupa dengan-Nya" merupakan bantahan kepada golongan yang menyamakan Sifat-Sifat Allah dengan makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan lafazh ayat : "Dan Dia Mahamen-dengar lagi Mahamelihat" adalah bantahan kepada orang-orang yang menafikan/mengingkari Sifat-Sifat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Itiqad Ahlus Sunnah dalam masalah Sifat Allah Subhanhu wa Ta'ala didasari atas dua prinsip:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama.&lt;br /&gt;Bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta'ala wajib disucikan dari semua sifat-sifat kurang secara mutlak, seperti ngantuk, tidur, lemah, bodoh, mati, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua.&lt;br /&gt;Allah mempunyai sifat-sifat yang sempurna yang tidak ada kekurangan sedikit pun juga, tidak ada sesuatu pun dari makhluk yang menyamai Sifat-Sifat Allah.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlus Sunnah wal JamaÂ¡'ah tidak menolak sifat-sifat yang disebutkan Allah untuk Diri-Nya, tidak menyelewengkan kalam Allah Subhanahu wa Ta'ala dari kedudukan yang semestinya, tidak mengingkari tentang Asma' (Nama-Nama) dan ayat-ayatNya, tidak menanyakan tentang bagaimana Sifat Allah, serta tidak pula mempersamakan Sifat-Nya dengan sifat makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengimani bahwa Allah Azza wa Jalla tidak sama dengan sesuatu apapun juga. Hal itu karena tidak ada yang serupa, setara dan tidak ada yang sebanding dengan-Nya Azza wa Jalla, serta Allah tidak dapat diqiaskan dengan makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian itu dikarenakan hanya Allah Azza wa Jalla sajalah yang lebih tahu akan Diri-Nya dan selain Diri-Nya. Dialah yang lebih benar firman-Nya, dan lebih baik Kalam-Nya daripada seluruh makhluk-Nya, kemudian para Rasul-Nya adalah orang-orang yang benar, jujur, dan juga yang dibenarkan sabdanya. Berbeda dengan orang-orang yang mengatakan terhadap Allah Azza wa Jalla apa yang tidak mereka ketahui, karena itu Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Mahasuci Rabb-mu, yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para Rasul, dan segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam.Â¡Â¨ [Ash-Shaffat: 180-182]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Jalla Jalaluhu dalam ayat ini mensucikan diri-Nya, dari apa yang disifatkan untuk-Nya oleh penentang-penentang para Rasul-Nya. Kemudian Allah Azza wa jalla melimpahkan salam sejahtera kepada para Rasul, karena bersihnya perkataan mereka dari hal-hal yang mengurangi dan menodai keagungan Sifat Allah.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa TaÂ¡Â¦ala dalam menuturkan Sifat dan Asma'Nya, memadukan antara an-Nafyu wal Itsbat (menolak dan menetapkan)[9] Maka Ahlus Sunnah wal JamaÂ¡Â¦ah tidak menyimpang dari ajaran yang dibawa oleh para Rasul, karena itu adalah jalan yang lurus (ash-Shiraathal Mustaqiim), jalan orang-orang yang Allah karuniai nikmat, yaitu jalannya para Nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Diriwayatkan oleh Imam Abu Bakar al-Khallal dalam Kitabus Sunnah, al-Laalikai (no. 930). Lihat Fatwa Hamawiyah Kubra (hal. 303, cet. I, 1419 H) oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, tahqiq Hamd bin Abdil Muhsin at-Tuwaijiry, Mukhtashar al-Uluw lil Aliyil Ghaffar (hal. 142 no. 134). Sanadnya shahih.&lt;br /&gt;[2]. Lihat LumÂ¡'atul I'tiqaad oleh Imam Ibnul Qudamah al-Maqdisy, syarah oleh Syaikh Muhammad Shalih bin al-Utsaimin (hal. 36).&lt;br /&gt;[3]. Tahrif atau ta'wil yaitu merubah lafazh Nama dan Sifat, atau merubah maknanya, atau menyelewengkan dari makna yang sebenarnya.&lt;br /&gt;[4]. Ta'thil yaitu menghilangkan dan menafikan Sifat-Sifat Allah atau mengingkari seluruh atau sebagian Sifat-Sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;Perbedaan antara tahrif dan ta'thil ialah, bahwa ta'thil itu mengingkari atau menafikan makna yang sebenarnya yang dikandung oleh suatu nash dari al-Qur'an atau hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, sedangkan tahrif ialah, merubah lafazh atau makna, dari makna yang sebenarnya yang terkandung dalam nash tersebut.&lt;br /&gt;[5]. Takyif yaitu menerangkan keadaan yang ada padanya sifat atau mempertanyakan: "Bagaimana Sifat Allah itu?". Atau menentukan bahwa Sifat Allah itu hakekatnya begini, seperti menanyakan: "Bagaimana Allah bersemayam?" Dan yang sepertinya, karena berbicara tentang sifat sama juga berbicara tentang dzat. Sebagaimana Allah Azza wa Jalla mempunyai Dzat yang kita tidak mengetahui kaifiyatnya. Dan hanya Allah Azza wa Jalla yang mengetahui dan kita wajib mengimani tentang hakikat maknanya.&lt;br /&gt;[6]. Tamtsil sama dengan Tasybih, yaitu mempersamakan atau menyerupakan Sifat Allah Azza wa Jalla dengan makhluk-Nya. Lihat Syarah Aqidah al-Wasithiyah (I/86-100) oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syarah Aqidah al-Wasithiyah (hal 66-69) oleh Syaikh Muhammad Khalil Hirras, Tahqiq Alawiy as-Saqqaf, at-Tanbiihat al-Lathifah ala Mahtawat alaihil Aqidah al-Wasithiyah (hal 15-18) oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, tahqiq Syaikh Abdul Aziz bin Bazz, al-Kawaasyif al-Jaliyyah an Ma'anil Wasithiyah oleh Syaikh Abdul Aziz as-Salman.&lt;br /&gt;[7]. Lihat Minhajus Sunnah (II/111, 523), tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim.&lt;br /&gt;[8]. Lihat at-Tanbiihaat al-Lathiifah hal. 15-16.&lt;br /&gt;[9]. Maksudnya, Allah memadukan kedua hal ini ketika menjelaskan Sifat-Sifat-Nya dalam al-Qur-an. Tidak hanya menggunakan Nafyu saja atau Itsbat saja.&lt;br /&gt;Nafyu (penolakan) dalam al-Qur'an secara garis besarnya menolak adanya kesamaan atau keserupaan antara Allah dengan makhluk-Nya, baik dalam Dzat maupun sifat, serta menolak adanya sifat tercela dan tidak sempurna bagi Allah. Dan nafyu bukanlah semata-mata menolak, tetapi penolakan yang di dalamnya terkandung suatu penetapan sifat kesempurnaan bagi Allah, misalnya disebutkan dalam al-Qur'an bahwa Allah tidak mengantuk dan tidak tidur, maka ini menunjukkan sifat hidup yang sempurna bagi Allah.&lt;br /&gt;Itsbat (penetapan), yaitu menetapkan Sifat Allah yang mujmal (global), seperti pujian dan kesempurnaan yang mutlak bagi Allah dan juga menetapkan Sifat-Sifat Allah yang rinci seperti ilmu-Nya, kekuasaan-Nya, hikmah-Nya, rahmat-Nya dan yang seperti itu. (Lihat Syarh al-Aqiidah al-Wasithiyyah oleh Khalil Hirras, tahqiq Alwiy as-Saqqaf, hal. 76-78).&lt;br /&gt;[10]. Lihat QS. An-NisaaÂ¡' 69 dan at-Tanbiihaat al-Lathiifah hal. 19-20.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-6744232218121348351?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/6744232218121348351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/tiga-macam-tauhid-tauhid-asma-dan-sifat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6744232218121348351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6744232218121348351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/tiga-macam-tauhid-tauhid-asma-dan-sifat.html' title='Tiga Macam Tauhid : Tauhid Asma dan Sifat-Nya'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-2353188358654103902</id><published>2009-07-07T05:35:00.002-07:00</published><updated>2009-07-07T05:37:12.110-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Tiga Macam Tauhid : Tauhid Uluhiyyah</title><content type='html'>Catatan editor :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauhid adalah mengesakan Allah ta'ala baik dalam hal rububiyah, uluhiyah maupun kesempurnaan asma dan sifat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman terhadap tauhid sangat penting karena hal inilah yang membedakan seseorang disebut beriman atau kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini diambil dari : &lt;a href="http://www.almanhaj.or.id"&gt;http://www.almanhaj.or.id&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 204); font-weight: bold;"&gt;TAUHID ULUHIYYAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala pekerjaan hamba, yang dengan cara itu mereka bisa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila hal itu disyari’atkan oleh-Nya, seperti berdo’a, khauf (takut), raja’ (harap), mahabbah (cinta), dzabh (penyembelihan), bernadzar, isti’anah (minta pertolongan), isthighotsah (minta pertolongan di saat sulit), isti’adzah (meminta perlindungan) dan segala apa yang disyari’atkan dan diperintahkan Allah Azza wa Jalla dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Semua ibadah ini dan lainnya harus dilakukan hanya kepada Allah semata dan ikhlas karena-Nya. Dan tidak boleh ibadah tersebut dipalingkan kepada selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Allah tidak akan ridha bila dipersekutukan dengan sesuatu apapun. Bila ibadah tersebut dipalingkan kepada selain Allah, maka pelakunya jatuh kepada Syirkun Akbar (syirik yang besar) dan tidak diampuni dosanya. [Lihat An-Nisaa: 48, 116] [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ilah artinya al-Ma’luh, yaitu sesuatu yang disembah dengan penuh kecintaan serta pengagungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesem-bahan yang haq melainkan Dia. Yang Mahapemurah lagi Maha-penyayang” [Al-Baqarah: 163]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syaikh al-‘Allamah ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di Rahimahullah (wafat th. 1376 H): “Bahwasanya Allah itu tunggal Dzat-Nya, Nama-Nama, Sifat-Sifat dan perbuatan-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya, baik dalam Dzat-Nya, Nama-Nama, Sifat-Sifat-Nya. Tidak ada yang sama dengan-Nya, tidak ada yang sebanding, tidak ada yang setara dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada yang mencipta dan mengatur alam semesta ini kecuali hanya Allah. Apabila demikian, maka Dia adalah satu-satunya yang berhak untuk diibadahi. Tidak boleh Dia disekutukan dengan seorang pun dari makhluk-Nya[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Allah menyatakan bahwa tidak ada yang berhak disembah dengan benar selain Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan demikian). Tidak ada yang berhak disembah dengan benar selain-Nya, Yang Maha-perkasa lagi Mahabijaksana” [Ali ‘Imran: 18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai Lata, Uzza dan Manat yang disebut sebagai tuhan, namun tidak diberi hak Uluhiyah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapakmu mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya...”[An-Najm: 23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sesuatu yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bathil, dalilnya adalah firman Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : (Kuasa Allah) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang bathil, dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar” [Al-Hajj: 62]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla juga berfirman tentang Nabi Yusuf “alaihis Sallam yang berkata kepada kedua temannya di penjara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Hai kedua temanku dalam penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Mahaesa lagi Mahaperkasa? Kamu tidak menyembah selain Allah, kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu…”[Yusuf: 39-40]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu para Rasul ‘Alaihimus Salam berkata kepada kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah saja[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sembahlah Allah olehmu sekalian, sekali-kali tidak ada sesem-bahan yang haq selain daripada-Nya. Maka, mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)” [ Al-Mukminuun: 32]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang musyrik tetap saja mengingkarinya. Mereka masih saja mengambil sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka menyembah, meminta bantuan dan pertolongan kepada tuhan-tuhan itu dengan menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan tuhan-tuhan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik ini telah dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan dua bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama.&lt;br /&gt;Tuhan-tuhan yang diambil itu tidak mempunyai keistimewaan Uluhiyah sedikit pun, karena mereka adalah makhluk, tidak dapat menciptakan, tidak dapat menarik kemanfaatan, tidak dapat menolak bahaya, tidak dapat menghidupkan dan mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya :Mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengam-bil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” [Al-Fur-qaan: 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Katakanlah: ‘Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah. Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat dzarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit. Dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.’ Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah, melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat..” [Saba’: 22-23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiri pun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.” [Al-A’raaf: 191-192]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila keadaan tuhan-tuhan itu demikian, maka sungguh sangat bodoh, bathil dan zhalim apabila menjadikan mereka sebagai ilah dan tempat meminta pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua:&lt;br /&gt;Sebenarnya orang-orang musyrik mengakui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah satu-satunya Rabb, Pencipta, yang di tangan-Nya kekuasaan segala sesuatu. Mereka juga mengakui bahwa hanya Dia-lah yang dapat melindungi dan tidak ada yang dapat melin-dungi-Nya. Ini mengharuskan pengesaan Uluhiyyah (penghambaan), seperti mereka mengesakan Rububiyah (ketuhanan) Allah. Tauhid Rububiyah mengharuskan adanya konsekuensi untuk me-laksanakan Tauhid Uluhiyah (beribadah hanya kepada Allah saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Hai manusia, sembahlah Rabb-mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa. Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap. Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui”[Al-Baqarah: 21-22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Disebutkan oleh Ibnu Katsir dari Ibnu ‘Abbas, Mujahid, ‘Atha’, Ikrimah, asy-Sya’bi, Qatadah dan lainnya. Lihat Fathul Majiid Syarh Kitabit Tauhiid (hal. 39-40) tahqiq Dr. Walid bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Furaiyan.&lt;br /&gt;[2]. Lihat Min Ushuuli ‘Aqiidah Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah dan Aqidatut Tauhiid (hal. 36) oleh Dr. Shalih al-Fauzan, Fathul Majiid Syarah Kitabut Tauhiid dan al-Ushuul ats-Tsalaatsah (Tiga Landasan Utama).&lt;br /&gt;[3]. Lihat Taisirul Kariimir Rahmaan fii Tafsiiri Kalaamil Mannaan (hal. 63, cet. Mak-tabah al-Ma’arif , 1420 H).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-2353188358654103902?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/2353188358654103902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/tiga-macam-tauhid-tauhid-uluhiyyah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2353188358654103902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2353188358654103902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/tiga-macam-tauhid-tauhid-uluhiyyah.html' title='Tiga Macam Tauhid : Tauhid Uluhiyyah'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-2953941879625349318</id><published>2009-07-07T05:35:00.001-07:00</published><updated>2009-07-07T05:35:48.387-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Tiga Macam Tauhid : Tauhid Rububiyyah</title><content type='html'>Catatan editor :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauhid adalah mengesakan Allah ta'ala baik dalam hal rububiyah, uluhiyah maupun kesempurnaan asma dan sifat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman terhadap tauhid sangat penting karena hal inilah yang membedakan seseorang disebut beriman atau kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini diambil dari : &lt;a href="http://www.almanhaj.or.id"&gt;http://www.almanhaj.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 204); font-weight: bold;"&gt;TAUHID RUBUBIYYAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauhid Rububiyyah berarti mentauhidkan segala apa yang dikerjakan Allah Subhanahu wa Ta’ala baik mencipta, memberi rizki menghidupkan dan mematikan serta bahwasanya Dia adalah Raja, Penguasa dan Yang mengatur segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.” [Al-A’raaf: 54]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : ...Yang (berbuat) demikian itulah Allah Rabb-mu, kepunyaanNya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah, tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.”[ Faathir: 13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang musyrikin juga mengakui tentang sifat Rububiyyah Allah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Katakanlah: ‘Siapakah yang memberi rizki kepadamu, dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan.’ Maka, mereka men-jawab: ‘Allah.’ Maka, katakanlah: ‘Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?’ Maka, (Dzat yang demikian) itulah Allah Rabb kamu yang sebenarnya, maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka, bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)" [Yunus: 31-32]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi,’ niscaya mereka akan menjawab: ‘Semuanya diciptakan oleh Yang Mahaperkasa lagi Maha-mengetahui"[Az-Zukhruuf: 9][1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum musyrikin mengakui bahwasanya hanya Allah semata Pencipta segala sesuatu, Pemberi rezeki, Yang memiliki langit dan bumi, dan Yang mengatur alam semesta, namun mereka juga menetapkan berhala-berhala yang mereka anggap sebagai penolong, yang mereka bertawasul dengannya (berhala tersebut) dan menjadikan mereka pemberi syafa’at, sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa ayat. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perbuatan tersebut, mereka tetap dalam keadaan musyrik, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain ).” [Yusuf: 106]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama Salaf berkata: “Jika kalian tanya pada mereka : ‘Siapa yang menciptakan langit dan bumi ?’ Mereka pasti menjawab: ‘Allah.’ Walaupun demikian mereka tetap saja menyembah kepada selain-Nya.” [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Lihat juga QS. Al-Mu’minuun: 84-89, lihat juga ayat-ayat lain.&lt;br /&gt;[2]. Lihat QS. Yunus: 18, az-Zumar: 3, 43-44.&lt;br /&gt;[3]. Disebutkan oleh Ibnu Katsir dari Ibnu ‘Abbas, Mujahid, ‘Atha’, Ikrimah, asy-Sya’bi, Qatadah dan lainnya. Lihat Fat-hul Majiid Syarh Kitabit Tauhiid (hal. 39-40) tahqiq Dr. Walid bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Furaiyan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-2953941879625349318?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/2953941879625349318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/tiga-macam-tauhid-tauhid-rububiyyah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2953941879625349318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2953941879625349318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/tiga-macam-tauhid-tauhid-rububiyyah.html' title='Tiga Macam Tauhid : Tauhid Rububiyyah'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-8002500071134741380</id><published>2009-07-07T05:32:00.002-07:00</published><updated>2009-07-07T05:34:05.776-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Definisi Riba sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan dan Syaikh Sayyid Sabiq</title><content type='html'>Artikel ini dibuat dengan niat sekedar untuk bikin inget buat yang lupe, mengingat yang saya lakukan saat ini adalah jual-beli Dinar Emas dan juga dalam beberapa artikel yang lalu ada disebutkan mengenai bunga pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini terdiri dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2 bagian&lt;/span&gt; , yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ringkasan dari terjemahan buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ringkasan Fikih Lengkap&lt;/span&gt; bab &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penjelasan Tentang Riba dan Hukumnya&lt;/span&gt; tulisan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syaikh Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan&lt;/span&gt;, Cetakan I, Darul Falah Jakarta, 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ringkasan dari terjemahan buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fiqih Sunnah&lt;/span&gt; bab &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Riba&lt;/span&gt; tulisan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syekh Sayyid Sabiq&lt;/span&gt;, Cetakan I, Pena Pundi Aksara Jakarta, 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ringkasan bab Penjelasan Tentang Riba dan Hukumnya tulisan Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan ini adalah pembahasan yang paling penting yaitu pembahasan tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;riba yang disepakati oleh syari’at agama apapun bahwa hukumnya adalah haram&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Riba menurut bahasa adalah tambahan. Menurut syari’at adalah tambahan pada sesuatu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riba dibagi menjadi dua macam : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;riba nasiah&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;riba fadhl.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Riba nasiah&lt;/span&gt; berasal dari kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nas-un&lt;/span&gt; yang artinya mengakhirkan atau menunda. Riba jenis ini ada dua macam :&lt;br /&gt;1. Mengubah hutang atas orang yang kesulitan. Jika tempo pengembalian utang itu tiba, pemilik harta berkata kepadanya, “Kau bayar atau kau tambah?” Jika dia melunasi, tidak ada penambahan; jika tidak dilunasi maka setiap bertambah waktu bertambah pula harta sehingga menjadi berlipat ganda menjadi tanggungan penghutang.&lt;br /&gt;2. Kesepakatan dalam jual-beli dua jenis barang yang sama adanya tambahan ketika ditangguhkan kepemilikan mereka berdua atau kepemilikan salah satu dari keduanya. Misalnya, jual beli emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, korma dengan korma, garam dengan garam dan jual beli antara jenis yang sama sebagaimana yang telah disebutkan itu dengan kepemilikan yang ditangguhkan. Semua barang yang sama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ilat&lt;/span&gt;nya dengan barang2 tsb diatas, maka berlaku hukum yang sama. Akan datang penjelasan tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Riba al-fadhl&lt;/span&gt; diambil dari kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-fadhl&lt;/span&gt;, yaitu tambahan pada salah satu dari dua pengganti. Syari’at telah melarangnya dalam enam (6) barang yaitu: emas, perak, gandum (yang bagus), gandum (bahan bir), korma dan garam jika salah satu dari barang2 ini dijual dengan barang semisalnya, haram mengadakan tambahan pada salah satunya. Para ulama sependapat akan hal tersebut. Hal itu berdasarkan hadits Ubadah bin Shamit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Radhiallahu Anhu&lt;/span&gt; dengan derajat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;marfu’&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Emas dengan emas, perak dengan perak, gandun bagus dengan gandum bagus, gandum buruk dengan gandum buruk, korma dengan korma dan garam dengan garam; sejenis, sama dan langsung”&lt;/span&gt; (Diriwayatkan Imam Ahmad dan Muslim)&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan pengharaman jual beli emas dengan emas dengan semua jenisnya, baik yang telah dicetak maupun yang tidak, jual beli perak dengan perak dengan segala jenisnya, kecuali sejenis, langsung dan sama. Juga jual beli gandum bagus dengan gandum bagus, gandum buruk dengan gandum buruk dan korma dengan korma sejenisnya. Jual beli garam dengan garam dengan sama, sejenis dan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua barang yang sama&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ilat&lt;/span&gt;-nya dengan semua barang ini di&lt;span style="font-style: italic;"&gt;qiyas&lt;/span&gt;kan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ilat&lt;/span&gt; pada emas dan perak adalah harga. Maka diqiyaskan kepada keduanya segala barang yang dijadikan patokan harga seperti uang kertas yang banyak digunakan pada zaman sekarang ini. Sehubungan dengan itu, haram mengadakan tambahan dalam jual beli barang itu dengan kesamaan jenis, yakni harus dikeluarkan dari satu negara.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ilat&lt;/span&gt; pada sisa benda yang lain, yaitu gandum kualitas bagus, gandum kualitas buruk, korma dan garam adalah takaran dan timbangan dan semua itu adalah untuk dimakan. Maka, hukum mencakup semua barang yang memiliki kesamaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ilat&lt;/span&gt; dengan semua barang tsb diatas, yakni ditakar atau ditimbang dan untuk dimakan. Semua barang yang demikian itu haram dilakukan riba dengan memberikan kelebihan.&lt;br /&gt;Jika kesamaan jenis bisa ditambahkan kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ilat&lt;/span&gt; yang ada, seperti jual beli gandum dengan gandum yang sama, haram jika dengan tambahan dan dengan tempo.&lt;br /&gt;Jika sama dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ilat&lt;/span&gt; dan berbeda dalam jenis, seperti jual beli gandum kualitas bagus dengan gandum kualitas buruk, haram dengan tempo dan diperbolehkan adanya tambahan. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Jika barang-barang itu berbeda, juallah sekehendak kalian semua jika secara langsung.” &lt;/span&gt;(Diriwayatkan Muslim dan Abu Daud)&lt;br /&gt;Makna sabda Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/span&gt; “secara langsung” adalah kepemilikan terjadi langsung di majelis sebelum penjual dan pembeli saling berpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian harus kita ketahui bahwa tidak diperbolehkan jual beli sesuatu yang ditakar dengan benda yang sama, melainkan ditakar pula. Demikian pula yang ditimbang dengan barang yang sama, melainkan ditimbang pula. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Emas dengan emas ditimbang dengan ditimbang, perak dengan perak ditimbang dengan ditimbang, gandum bagus dengan gandum bagus ditakar dengan ditakar dan gandum buruk dengan gandum buruk ditakar dengan ditakar”&lt;/span&gt; (Ditakhrij Muslim dari hadits Abu Sa’id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharaf&lt;/span&gt; adalah menjual mata uang dengan mata uang; baik sejenis atau berbeda jenis; baik mata uang itu dari emas, atau dari perak atau uang kertas yang banyak dipergunakan di zaman sekarang ini. Maka semua itu diambil hukum emas dengan perak karena semua memiliki kesamaan dengan keduanya dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ilat&lt;/span&gt; riba, yaitu harga :&lt;br /&gt;- Jika mata uang dijual dengan sejenisnya seperti emas dengan emas, perak dengan perak atau uang kertas dengan sejenisnya, seperti dolar dengan sejenisnya atau uang kertas Saudi Arabia dengan sejenisnya, dengan demikian wajib ada kesamaan dalam ukuran dan kepemilikan di satu majelis.&lt;br /&gt;- Jika mata uang dijual dengan mata uang yang berbeda jenis, seperti uang kertas Saudi Arabia dengan dolar Amerika, atau emas dengan perak, dengan demikian wajib satu hal, yaitu kepemilikan harus di satu majelis dan boleh adanya tambahan dalam nilai. Demikian pula jika perhiasan emas dijual dengan dirham perak atau uang kertas, kepemilikan harus dalam satu majelis. Demikian pula jika perhiasan dari perak dijual dengan emas, misalnya.&lt;br /&gt;- Sedangkan jika perhiasan dari emas atau perak dijual dengan perhiasan atau mata uang sejenisnya, seperti perhiasan dari emas dijual dengan emas atau perhiasan dari perak dengan perak, wajib dua hal: kesamaan timbangan dan kepemilikan dalam satu majelis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ringkasan bab Riba tulisan Syekh Sayyid Sabiq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologis, riba berarti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ziyaadah&lt;/span&gt; ‘tambahan’. Maksudnya ialah tambahan atas modal, sedikit maupun banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Riba diharamkan oleh semua agama samawi, karena dianggap sesuatu yang membahayakan menurut agama Yahudi, Nasrani dan Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Namun, orang-orang Yahudi tidak melarang melakukan riba terhadap non Yahudi, seperti yang disebutkan dalam ayat 20 pasal 23 kitab Ulangan.&lt;br /&gt;Semua agama samawi mengharamkan riba karena dapat mendatangkan kemudharatan besar sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Riba dapat menimbulkan sikap permusuhan antar individu dan juga menghilangkan saling tolong-menolong sesama manusia.&lt;br /&gt;2. Riba menumbuhkan mental boros dan malas yang mau mendapatkan harta tanpa kerja keras, ,menjadi benalu yang tumbuh diatas hasil jerih payah orang lain.&lt;br /&gt;3. Riba adalah salah satu bentuk penjajahan.&lt;br /&gt;4. Islam mengajak manusia agar suka mendermakan hartanya kepada saudaranya yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riba ada dua macam: 1) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;riba nasi’ah&lt;/span&gt;; 2) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;riba fadhal&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Riba nasi’ah&lt;/span&gt; ialah pertambahan bersyarat yang diterima oleh pemberi utang dari orang yang berutang karena penangguhan atas pembayaran. Jenis riba ini, diharamkan oleh Al-Qur’an, Sunnah dan ijma’ ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Riba Fadhal&lt;/span&gt; ialah jual beli uang dengan uang atau barang pangan dengan pangan yang disertai tambahan. Jenis riba ini diharamkan karena termasuk perantara riba nasi’ah.&lt;br /&gt;Dalam hadits Rasulullah disebutkan pengharaman untuk enam jenis barang dalam kaitannya dengan riba, yaitu : emas, perak, gandum, biji gandum, kurma dan garam.&lt;br /&gt;Dari Abu Said, Rasulullah saw. Bersabda,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum dan garam dengan garam sama banyak dan sama-sama diserahkan dari tangan ke tangan. Barangsiapa yang menambahkan atau minta tambahan sungguh ia telah berbuat riba. Pengambil dan pemberi sama.”&lt;/span&gt; (HR. Bukhari dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam barang tersebut ini secara khusus disebutkan di dalam hadits karena merupakan kebutuhan pokok manusia. Emas dan perak sebagai bahan pokok mata uang untuk standar nilai transaksi dan pertukaran. Keduanya sebagai standar harga dan nilai dalam menentukan harga barang-barang.&lt;br /&gt;Adapun empat jenis lainnya sebagai bahan pangan pokok manusia. Jika terjadi riba pada jenis bahan pangan pokok tersebut akan berakibat fatal dalam kehidupan niaga publik. Oleh karena itu, syariat melarangnya sebagai rahmat guna melindungi kemaslahatan publik.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal diatas, sebab pengharaman emas dan perak karena kedudukannya sebagai penentuan nilai atau harga, sedang jenis lainnya karena sebagai bahan pokok pangan. Apabila ada sebab yang sama pada uang selain emas dan perak, maka dihukumkan sama. Barang tersebut tidak boleh dijual kecuali jumlahnya sama dan dari tangan ke tangan (tunai).&lt;br /&gt;Begitu juga halnya pada jenis makanan selain garam, kurma dan garam, hukumnya tidak boleh dijual kecuali jumlahnya setara dan dari tangan ke tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suatu pertukaran barang sama jenis dan sebabnya, maka diharamkan kelebihan dan penundaan pembayaran. Dalam transaksi jual beli emas dengan emas atau gandum dengan gandum, ada dua syarat yang harus dipenuhi agar jual beli hukumnya sah, yaitu sbb :&lt;br /&gt;1. Persamaan kuantitas (jumlah) tanpa memperhatikan baik dan jelek.&lt;br /&gt;2. Tidak boleh menangguhkan salah satu barang dalam penyerahan, bahkan diharuskan sesegera mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila barang yang dipertukarkan berbeda jenis barangnya dan sama dari segi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;illat&lt;/span&gt;, maka kelebihan dihalalkan, namun diharamkan penangguhannya. Apabila emas dibeli dengan perak atau biji gandum dengan gandum, disyaratkan kesegaran (kualitas). Tidak disyaratkan sama dalam kuantitas (jumlah) tetapi dibolehkan kelebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila suatu barang yang ditukarkan berbeda jenis dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;illat&lt;/span&gt; nya, maka tidak disyaratkan apa-apa, baik kelebihan ataupun penangguhan. Contoh, barang pangan dijual dengan perak, maka kelebihan dan penangguhan dihalalkan, begitu juga mempertukarkan satu helai baju dengan dua helai baju atau sebuah bejana dengan dua buah bejana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, semua barang selain emas, perak, makanan dan minuman tidak diberlakukan riba, baik pertukaran secara kelebihan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tafadhul&lt;/span&gt;) dan penangguhan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nasi’ah&lt;/span&gt;) dan juga dibolehkan penyerahannya secara terpisah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-8002500071134741380?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/8002500071134741380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/definisi-riba-sebagaimana-dijelaskan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/8002500071134741380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/8002500071134741380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/definisi-riba-sebagaimana-dijelaskan.html' title='Definisi Riba sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan dan Syaikh Sayyid Sabiq'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-8318954941779695682</id><published>2009-07-07T05:32:00.001-07:00</published><updated>2009-07-07T05:32:39.873-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Apakah Orang Mati Dapat Mendengar Panggilan Orang yang Memanggilnya</title><content type='html'>APAKAH ORANG MATI DAPAT MENDENGAR PANGGILAN ORANG YANG MEMANGGILNYA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Apakah para wali yang shalih mendengar panggilan orang-orang yang memanggilnya ? Apa makna sabfda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Demi Allah sesungguhnya orang yang telah meninggal dari kalian (di dalam kuburnya) mendengar bunyi langkah terompah kalian?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon penjelasan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Pada dasarnya bahwa orang yang telah meninggal dunia baik yang shalih atau yang tidak shalih, mereka tidak mendengar perkataan manusia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu ; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Yang maha Mengetahui". [Fathir : 14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga firmanNya Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar". [Fathir : 22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi terkadang Allah memperdengarkan kepada mayit suara dari salah satu rasulnya untuk suatu hikmah tertentu, seperti Allah memperdengarkan suara Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada orang-orang kafir yang terbunuh di perang Badar, sebagai penghinaan dan penistaan untuk mereka, dan kemuliaan untuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sampai-sampai Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan kepada para sahabatnya ketika sebagian mereka mengingkari hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidaklah kalian lebih mendengar apa yang aku katakana daripada mereka, akan tetapi mereka tidak mampu menjawab". [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat pembahasan ini di kitab An-Nubuwat, kitab At-Tawassul Wa-al-Wasilah dan kitab Al-Furqan, seluruhnya karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Maka kitab-kitab tersebut cukup memadai dalam mengupas pembahasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mayat yang mendengar suara langkah orang yang mengantarnya (ketika berjalan meninggalkan kuburnya) setelah dia dikubur, maka itu adalah pengengaran khusus yang ditetapkan oleh nash (dalil), dan tidak lebih dari itu (tidak lebih dari sekedar mendengar suara terompah mereka), karena hal itu diperkecualikan dari dalil-dalil yang umum yang menunjukkan bahwa orang yang meninggal tidak bisa mendengar (suara orang yang masih hidup), sebagaimana yang telah lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarganya, dan sahabat-shabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Fatawa Li Al- Lajnah Ad-Da'imah I/151-152 dari Fatwa no. 7366 Di susun oleh Syaikh Ahmad Abdurrazzak Ad-Duwaisy, Darul Asimah Riyadh. Di salin ulang dari Majalah Fatawa edisi 7/I/ 1424H]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Hadits Riwayat Ahmad -dan ini lafalnya- (I/27 : III/104, 182, 263 dan 287), Bukhari II/101 dan Nasa'i IV/110&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-8318954941779695682?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/8318954941779695682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/apakah-orang-mati-dapat-mendengar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/8318954941779695682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/8318954941779695682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/apakah-orang-mati-dapat-mendengar.html' title='Apakah Orang Mati Dapat Mendengar Panggilan Orang yang Memanggilnya'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-7923454895929288396</id><published>2009-07-07T05:31:00.001-07:00</published><updated>2009-07-07T05:31:59.645-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>MAYORITAS TIDAK MEMAHAMI MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAH</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas kaum muslimin sekarang ini yang telah bersaksi Laa Ilaaha Illallah (Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah) tidak memahami makna Laa Ilaaha Illallah dengan baik, bahkan barangkali mereka memahami maknanya dengan pemahaman yang terbalik sama sekali. Saya akan memberikan suatu contoh untuk hal itu : Sebagian di antara mereka (Dia adalah Syaikh Muhammad Al-Hasyimi, salah seorang tokoh sufi dari thariqah Asy-Syadziliyyah di Suriah kira-kira 50 tahun yang lalu) menulis suatu risalah tentang makna Laa Ilaaha Illallah, dan menafsirkan dengan "Tidak ada Rabb (pencipta dan pengatur) kecuali Allah" !! Orang-orang musyrik pun memahami makna seperti itu, tetapi keimanan mereka terhadap makna tersebut tidaklah bermanfaat bagi mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka : 'Siapakah yang menciptakan langit dan bumi ?' Tentu mereka akan menjawab : 'Allah'. " [Luqman : 25].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang musyrik itu beriman bahwa alam semesta ini memiliki Pencipta yang tidak ada sekutu bagi-Nya, tetapi mereka menjadikan tandingan-tandingan bersama Allah dan sekutu-sekutu dalam beribadah kepada-Nya. Mereka beriman bahwa Rabb (pengatur dan pencipta) adalah satu (esa), tetapi mereka meyakini bahwa sesembahan itu banyak. Oleh karena itu, Allah membantah keyakinan ini yang disebut dengan ibadah kepada selain Allah di samping beribadah kepada Allah melalui firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya :Dan orang-orang yang mengambil perlindungan selain Allah (berkata) : 'Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya'". [Az-Zumar : 3].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum musyrikin dahulu mengetahui bahwa ucapan Laa Ilaaha Illallah mengharuskannya untuk berlepas diri dari peribadatan kepada selain Allah Azza wa Jalla. Adapun mayoritas kaum muslimin sekarang ini, menafsirkan kalimat thayyibah Laa Ilaaha Illallah ini dengan : "Tidak ada Rabb (pencipta dan pengatur) kecuali Allah". Padahal apabila seorang muslim mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dan dia beribadah kepada selain Allah disamping beribadah kepada Allah, maka dia dan orang-orang musyrik adalah sama secara aqidah, meskipun secara lahiriah adalah Islam, karena dia mengucapkan lafazh Laa Ilaaha Illallah, sehingga dengan ungkapan ini dia adalah seorang muslim secara lafazh dan secara lahir. Dan ini termasuk kewajiban kita semua sebagai da'i Islam untuk menda'wahkan tauhid dan menegakkan hujjah kepada orang-orang yang tidak mengetahui makna Laa Ilaaha Illallah dimana mereka terjerumus kepada apa-apa yang menyalahi Laa Ilaaha Illallah. Berbeda dengan orang-orang musyrik, karena dia enggan mengucapkan Laa Ilaaha Illallah, sehingga dia bukanlah seorang muslim secara lahir maupun batin. Adapun mayoritas kaum muslimin sekarang ini, mereka orang-orang muslim, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Apabila mereka mengucapkan (Laa Ilaaha Illallah), maka kehormatan dan harta mereka terjaga dariku kecuali dengan haknya, dan perhitungan mereka atas Allah Subhanahu wa Ta'ala". ]Hadits Shahih diriwayatkan oleh Al-Bukhari (25) dan pada tempat lainnya, dan Muslim (22), dan selainnya, dari hadits Ibnu Umar Radhiyallahu anhum]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saya mengatakan suatu ucapan yang jarang terlontar dariku, yaitu : Sesungguhnya kenyataan mayoritas kaum muslimin sekarang ini adalah lebih buruk daripada keadaan orang Arab secara umum pada masa jahiliyah yang pertama, dari sisi kesalahpahaman terhadap makan kalimat tahyyibah ini, karena orang-orang musyrik Arab dahulu memahami makna Laa Ilaaha Illallah, tetapi mereka tidak mengimaninya. Sedangkan mayoritas kaum muslimin sekarang ini mereka mengatakan sesuatu yang tidak mereka yakini, mereka mengucapkan : 'Laa Ilaaha Illallah' tetapi mereka tidak mengimani -dengan sebenarnya- maknanya. (Mereka menyembah kubur, menyembelih kurban untuk selain Allah, berdo'a kepada orang-orang yang telah mati, ini adalah kenyataan dan hakikat dari apa-apa yang diyakini oleh orang-orang syi'ah rafidhah, shufiyah, dan para pengikut thariqah lainnya. berhaji ke tempat pekuburan dan tempat kesyirikan dan thawaf di sekitarnya serta beristighatsah (meminta tolong) kepada orang-orang shalih dan bersumpah dengan (nama) orang-orang shalih adalah merupakan keyakinan-keyakinan yang mereka pegang dengan kuat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saya meyakini bahwa kewajiban pertama atas da'i kaum muslimin yang sebenarnya adalah agar mereka menyeru seputar kalimat tauhid ini dan menjelaskan maknanya secara ringkas. Kemudian dengan merinci konsekuensi-kosekuensi kalimat thayyibah ini dengan mengikhlaskan ibadah dan semua macamnya untuk Allah, karena ketika Allah Azza wa Jalla menceritakan perkataan kaum musyrikin, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". [Az-Zumar : 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjadikan setiap ibadah yang ditujukan bagi selain Allah sebagai kekufuran terhadap kalimat thayyibah Laa Ilaaha Illallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pada hari ini saya berkata bahwa tidak ada faedahnya sama sekali upaya mengumpulkan dan menyatukan kaum muslimin dalam satu wadah, kemudian membiarkan mereka dalam kesesatan mereka tanpa memahami kalimat thayyibah ini, yang demikian ini tidak bermanfaat bagi mereka di dunia apalagi di akhirat !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengetahui sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa mati dan dia bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah dengan ikhlas dari hatinya, maka Allah mengharamkan badannya dari Neraka" dalam riwayat lain : "Maka dia akan masuk Surga". [Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Ahmad (5/236), Ibnu Hibban (4) dalam Zawa'id dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (3355)].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mungkin saja orang yang mengucapkan kalimat thayyibah dengan ikhlas dijamin masuk Surga. meskipun setelah mengucapkannya menerima adzab terlebih dahulu. Orang yang meyakini keyakinan yang benar terhadap kalimat thayyibah ini, maka mungkin saja dia diadzab berdasarkan perbuatan maksiat dan dosa yang dilakukannya, tetapi pada akhirnya tempat kembalinya adalah Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebaliknya barangsiapa mengucapkan kalimat tauhid ini dengan lisannya, sehingga iman belum masuk kedalam hatinya, maka hal itu tidak memberinya manfaat apapun di akhirat, meskipun kadang-kadang memberinya manfaat di dunia berupa kesalamatan dari diperangi dan dibunuh, apabila dia hidup di bawah naungan orang-orang muslim yang memiliki kekuatan dan kekuasaan. Adapun di akhirat, maka tidaklah memberinya manfaat sedikitpun kecuali apabila :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengucapkan dan memahami maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia meyakini makna tersebut, karena pemahaman semata tidaklah cukup kecuali harus dibarengi keimanan terhadap apa yang dipahaminya.&lt;br /&gt;Saya menduga bahwa kebanyakan manusia lalai dari masalah ini ! Yaitu mereka menduga bahwa pemahaman tidak harus diiringi dengan keimanan. Padahal sebenarnya masing-masing dari dua hal tersebut (yaitu pemahaman dan keimanan) harus beriringan satu sama lainnya sehingga dia menjadi seorang mukmin. Hal itu karena kebanyakan ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani mengetahui bahwa Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang rasul yang benar dalam pengakuannya sebagai seorang rasul dan nabi, tetapi pengetahuan mereka tersebut yang Allah Azza wa Jalla telah mepersaksikannya dalam firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Mereka (ahlul kitab dari kalangan Yahudi dan Nashara) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri ...." [Al-Baqarah : 146 &amp; Al-An'am : 20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, pengetahuan itu tidak bermanfaat bagi mereka sedikitpun ! Mengapa ? Karena mereka tidak membenarkan apa-apa yang diakui oleh beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berupa nubuwah (kenabian) dan risalah (kerasulan). Oleh karena itu keimanan harus didahului dengan ma'rifah (pengetahuan). Dan tidaklah cukup pengetahuan semata-mata, tanpa diiringi dengan keimanan dan ketundukan, karena Al-Maula Jalla Wa' ala berfirman dalam Al-Qur'an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan mohon ampunlah atas dosa mu ......." [Muhammad : 19].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal itu, apabila seorang muslim mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan lisannya, maka dia harus menyertakannya dengan pengetahuan terhadap kalimat thayyibah tersebut secara ringkas kemudian secara rinci. Sehingga apabila dia mengetahui, membenarkan dan beriman, maka dia layak untuk mendapatkan keutamaan-keutamaan sebagaimana yang dimaksud dalam hadits-hadits yang telah saya sebutkan tadi, diantaranya adalah sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai isyarat secara rinci :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa mengucapkan Laa Ilaaha Illallah, maka bermanfaat baginya meskipun satu hari dari masanya". [Hadits Shahih. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah (1932) dan beliau menyandarkan kepada Sa'id Al-A'rabi dalam Mu'jamnya, dan Abu Nu'aim dalam Al-Hidayah (5/46) dan Thabrani dalam Mu'jam Al-Ausath (6533), dan daia dari Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu : Kalimat thayyibah ini -setelah mengetahui maknanya- akan menjadi penyelamat baginya dari kekekalan di Neraka. Hal ini saya ulang-ulang agar tertancap kokoh di benak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, dari tidak melakukan konsekuensi-konsekuensi kalimat thayyibah ini berupa penyempurnaan dangan amal shalih dan meninggalkan segala maksiat, akan tetapi dia selamat dari syirik besar dan dia telah menunaikan apa-apa yang dituntut dan diharuskan oleh syarat-syarat iman berupa amal-amal hati -dan amal-amal zhahir/lahir, menurut ijtihad sebagian ahli ilmu, dalam hal ini terdapat perincian yang bukan disini tempat untuk membahasnya- (Ini adalah aqidah Salafus Shalih, dan ini merupakan batas pemisah kita dengan khawarij dan murji'ah). Da dia berada dibawah kehendak Allah, bisa jadi dia masuk ke Neraka terlebih dahulu sebagai balasan dari kemaksiatan-kemaksiatan yang dia lakukan atau kewajiban-kewajiban yang ia lalaikan, kemudian kalimat thayyibah ini menyelamtkan dia atau Allah memaafkannya dengan karunia dan kemuliaan-Nya. Inilah makna sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Barangsiapa mengucapkan Laa Ilaaha Illallah, maka ucapannya ini akan memberi manfaat baginya meskipun satu hari dari masanya". [Hadits Shahih. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah (1932) dan beliau menyandarkan kepada Sa'id Al-A'rabi dalam Mu'jamnya, dan Abu Nu'aim dalam Al-Hidayah (5/46) dan Thabrani dalam Mu'jam Al-Ausath (6533), dan daia dari Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang mengucapkan dengan lisannya tetapi tidak memahami maknanya, atau memahami maknanya tetapi tidak mengimani makna tersebut, maka ucapan Laa Ilaaha Illaallah-nya tidak memberinya manfaat di akhirat, meskipun di dunia ucapan tersebut masih bermanfaat apabila ia hidup di bawah naungan hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, harus ada upaya untuk memfokuskan da'wah tauhid kepada semua lapisan masyarakat atau kelompok Islam yang sedang berusaha secara hakiki dan bersungguh-sungguh untuk mencapai apa yang diserukan oleh seluruh atau kebanyakan kelompok-kelompok Islam, yaitu merealisasikan masyarakat yang Islami dan mendirikan negara Islam yang menegakkan hukum Islam di seluruh pelosok bumi manapun yang tidak berhukum dengan hukum yang Allah turunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok-kelompok tersebut tidak mungkin merealisasikan tujuan yang telah mereka sepakati dan mereka usahakan dengan sungguh-sungguh, kecuali memulainya dengan apa-apa yang telah dimulai oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, agar tujuan tersebut bisa menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku At-Tauhid Awwalan Ya Du'atal Islam, edisi Indonesia TAUHID, Prioritas Pertama dan Utama, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hal 16-26, terbitan Darul Haq, penerjemah Fariq Gasim Anuz]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-7923454895929288396?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/7923454895929288396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/mayoritas-tidak-memahami-makna-laa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/7923454895929288396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/7923454895929288396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/mayoritas-tidak-memahami-makna-laa.html' title='MAYORITAS TIDAK MEMAHAMI MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAH'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-2076311979325125950</id><published>2009-07-07T05:30:00.001-07:00</published><updated>2009-07-07T05:30:59.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Agar Rizki Mendapat Keberkahan : Amal Shalih Membantu Mendatangkan Keberkahan</title><content type='html'>AGAR RIZKI MENDAPAT KEBERKAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Ustadz Muhammad Arifin Badri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMAL SHALIH MEMBANTU MENDATANGKAN KEBERKAHAN&lt;br /&gt;Setelah terpenuhi dua syarat diatas, keberkahan juga bisa diraih berkat beberapa amal shalih yang nyata telah kita lakukan. Misalnya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Mensyukuri Segala Nikmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada kenikmatan, apapun wujudnya yang dirasakan menusia, melainkan datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Atas dasar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan manusia untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya. Dengan cara senantiasa mengingat bahwasanya kenikmatan tersebut datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, diteruskan mengucapkan hamdalah, dan selanjutnya menafkahkan sebagai kekayaannya di jalan-jalan yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seseorang yang telah mendapatkan taufik untuk bersyukur, ia akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, sehingga Allah akan senantiasa melipatgandakan kenikmatan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” [Ibrahim : 7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri” [An-Naml : 40]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata :”Manfaat bersyukur tidak akan dirasakan, kecuali oleh pelakunya sendiri. Dengan itu, ia berhak mendapatkan kesempurnaan dari nikmat yang telah ia dapatkan, dan nikmat tersebut akan kekal dan bertambah. Sebagaimana syukur, juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai” [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh nyata, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan) : “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugrahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsel (cemara) dan pohon bidara” [Saba : 15-16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala bangsa Saba’ masih dalam keadaan makmur dan tenteram, Allah subhanahu wa Ta’ala hanya memerintahkan kepada mereka agar bersyukur. Ini menunjukkan, dengan bersyukur, mereka dapat menjaga kenikmatan dari bencana, dan mendatangkan kenikmatan lain yang belum pernah mereka dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Membayar Zakat (Sedekah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat, baik zakat wajib maupun sunnah (sedekah), merupakan salah satu amalan yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan turunnya keberkahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” [Al-Baqarah : 276]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berkata (berdo’a) : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan yang lain berdo’a :”Ya Allah, timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfak) kehancuran” [Muttafaqun alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Bekerja Mencari Rizki Dengan Hati Qona’ah, Tidak Dipenuhi Ambisi dan Tidak Serakah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat qona’ah dan lapang dada dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, merupakan kekayaan yang tidak ada bandingannya. Dengan jiwa yang dipenuhi dengan qona’ah, dan keridhaan dengan segala rizki yang Allah turunkan untuknya, maka keberkahan akan datang kepadanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Ia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridha dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barangsiapa yang tidak ridha (tidak puas), niscaya rizkinya tidak akan diberkahi” [HR Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Munawi rahimahullah menyebutkan : “Penyakit ini (yaitu tidak puas dengan apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala karuniakan kepadanya, pent) banyak dijumpai pada pemuja dunia. Hingga engkau temui salah seorang dari mereka meremehkan rizki yang telah dikaruniakan untuknya ; merasa hartanya sedikit, buruk, serta terpana dengan rizki orang lain dan menganggapnya lebih bagus dan banyak. Oleh karena itu, ia akan senantiasa membanting tulang untuk menambah hartanya , sampai umurnya habis, kekuatannya sirna ; dan ia pun menjadi tua renta (pikun) akibat dari ambisi yang digapainya dan rasa letih. Dengan itu, ia telah menyiksa tubuhnya, menghitamkan lembaran amalannya dengan berbagai dosa yang ia lakukan demi mendapatkan harta kekayaan. Padahal, ia tidak akan memperoleh selain apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala tentukan untuknya. Pada akhir hayatnya, ia meninggal dunia dalam keadaan pailit. Dia tidak mensyukuri yang telah ia peroleh, dan ia juga tidak berhasil menggapai apa yang ia inginkan” [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa menjaga kehormatan agama dan diri dalam setiap usaha yang ditempuhnya guna mencari rizki. Sehingga, seorang muslim tidak akan menempuh, melainkan jalan-jalan yang telah dihalalkan dan dengan telah menjaga kehormatan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Bertaubat Dari Segala Perbuatan Dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana perbuatan dosa menjadi salah satu penyebab terhalangnya rizki dari pelakunya, maka sebaliknya, taubat dan istighfar merupakan salah satu faktor yang dapat mendatangkan rizki dan keberkahannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan tentang Nabi Hud Alaihissallam bersama kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (Hud berkata) : Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuta dosa” [Hud : 52]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat kekufuran dan perbuatan dosa kaum ‘Ad –berdasarkan keterangan para ulama tafsir- mereka ditimpa kekeringan dan kemandulan, sehingga tidak seorang wanita pun yang bisa melahirkan anak. Keadaan ini berlangsung selama beberapa tahun lamanya. Oleh karena itu, Nabi Hud Alaihissallam memerintahkan mereka untuk bertaubat dan beristighfar. Sebab, dengan taubat dan istighfar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menurunkan hujan, dan mengaruniai mereka anak keturunan. [10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima : Menyambung Tali Silaturahmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara amal shalih yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup, yaitu menyambung tali silaturrahim. Ini merupakan upaya menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang akan terkait hubungan nasab dengan kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim” [Muttafaqun ‘alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ditunda ajalnya, ialah umurnya diberkahi, diberi taufiq untuk beramal shalih, mengisi waktunya dengan berbagai amalan yang berguna bagi kehidupannya di akhirat, dan ia terjaga dari menyia-nyiakan waktunya dalam hal yang tidak berguna. Atau menjadikan nama harumnya senantiasa dikenang orang. Atau benar-benar umurnya ditambah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. [11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam : Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta, ialah memperolehnya dengan jalan yang halal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesunguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram” [HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibbanm dan Al-Hakim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang mempengaruhi keberkahan ini ialah praktek riba. Perbuatan riba termasuk faktor yang dapat menghapus keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” [Al-Baqarah : 276]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullah berkata :”Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa Dia akan memusnahkan riba. Maksudnya, bisa saja memusnahkannya secara keseluruhan dari tangan pemiliknya, atau menghalangi pemiliknya dari keberkahan hartanya tersebut. Dengan demikian, pemilik riba tidak mendapatkan manfaat dari harta ribanya. Bahkan dengan harta tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membinasakannya dalam kehidupan dunia, dan kelak di hari akhirat Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyiksanya akibat harta tersebut” [12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mengamati kehidupan orang-orang yang menjalankan praktek riba, niscaya kita dapatkan banyak bukti bagi kebenaran ayat dan hadits di atas. Betapa banyak pemakan riba yang hartanya berlimpah, hingga tak terhitung jumlahnya, akan tetapi tidak satu pun dari mereka yang merasakan keberkahan, ketentraman dan kebahagiaan dari harta haram tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan meminta-minta (mengemis) dalam mencari rizki, termasuk perbuatan yang diharamkan dan tidak mengandung keberkahan. Dalam salah satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sebagian dampak hilangnya keberkahan dari orang yang meminta-minta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seseorang terus-menerus meminta-minta kepada orang lain, hingga kelak akan datang pada hari Kiamat, dalam keadaan tidak ada secuil daging pun melekat di wajahnya” [Muttafaqun alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh : Bekerja Saat Waktu Pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara jalan untuk meraih keberkahan dari Allah, ialah menanamkan semangat untuk hidup sehat dan produktif, serta menyingkirkan sifat malas sejauh-jaunya. Caranya, senantiasa memanfaatkan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hal-hal yang berguna dan mendatangkan kemaslahatan bagi hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk waktu yang paling baik untuk memulai bekerja dan mencari rizki, ialah waktu pagi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memanjatkan do’a keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka” [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dikhususkannya waktu pagi dengan doa keberkahan, lantaran waktu pagi merupakan waktu dimulainya berbagai aktifitas manusia. Saat itu pula, seseorang merasakan semangat usai beristirahat di malam hari. Oleh karenanya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akan keberkahan pada waktu pagi ini agar seluruh umatnya memperoleh bagian dari doa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penerapan langsung dari doa ini, bila mengutus pasukan perang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya di pagi hari, sehingga pasukan diberkahi dan mendapatkan pertolongan serta kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain dari keberkahan waktu pagi, ialah sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Shakhr Al-Ghamidi Radhiyallahu ‘anhu. Yaitu perawi hadits ini dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shakhr bekerja sebagai pedagang. Usai mendengarkan hadits ini, ia pun menerapkannya. Tidaklah ia mengirimkan barang dagangannya kecuali di pagi hari. Dan benarlah, keberkahan Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat ia peroleh. Diriwayatkan, perniagaannya berhasil dan hartanya melimpah ruah. Dan berdasarkan hadits ini pula, sebagian ulama menyatakan, tidur pada pagi hari hukumnya makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi amalan-amalan yang akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan seorang muslim. Apa yang telah saya paparkan di atas hanyalah sebagai contoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan taufiq dan keberkahan-Nya kepada kita semua. Dan semoga pemaparan singkat ini dapat berguna bagi saya pribadi dan setiap orang yang mendengar atau membacanya. Tak lupa, bila pemaparan diatas ada kesalahan, maka hal itu datang dari saya dan dari setan, sehingga saya beristighfar kepada Allah. Dan bila ada kebenaran, maka itu semua atas taufik dan inayah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XII/1429H/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;Footnotes&lt;br /&gt;[8]. Tafsir Al-qurthubi, 13/206&lt;br /&gt;[9]. Faidhul Qadir, 2/236&lt;br /&gt;[10]. Lihat Tafsir Ath-Thabari (15/359) dan Tafsir Al-Qurthubi (9/51)&lt;br /&gt;[11]. Lihat Syarhu Shahih Muslim (8/350) dan Aunul Ma’bud (4/102)&lt;br /&gt;[12]. Tafsir Ibnu Katsir, 1/328&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-2076311979325125950?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/2076311979325125950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/agar-rizki-mendapat-keberkahan-amal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2076311979325125950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2076311979325125950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/agar-rizki-mendapat-keberkahan-amal.html' title='Agar Rizki Mendapat Keberkahan : Amal Shalih Membantu Mendatangkan Keberkahan'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-4411200380688327959</id><published>2009-07-07T05:27:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:29:48.408-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal View'/><title type='text'>Agar Rizki Mendapat Keberkahan : Dua Syarat Meraih Keberkahan</title><content type='html'>AGAR RIZKI MENDAPAT KEBERKAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Ustadz Muhammad Arifin Badri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKNA KEBERKAHAN&lt;br /&gt;Betapa sering kita mengucapkan, mendengar, mendambakan dan berdo’a untuk mendapatkan keberkahan, baik dalam umur, keluarga, usaha, maupun dalam harta benda dan lain-lain. Akan tetapi, pernahkah kita bertanya, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan keberkahan itu? Dan bagaimana untuk memperolehnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah keberkahan itu hanya terwujud jamuan makanan yang kita bawa pulang saat kenduri? Atau apakah keberkahan itu hanya milik para kiyai, tukang ramal, atau para juru kunci kuburan, sehingga bila salah seorang memiliki suatu hajatan, ia datang kepada mereka untuk “ngalap berkah”, agar cita-citanya tercapai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita pelajari dengan sebenarnya, baik melalui ilmu bahasa Arab maupun melalui dalil-dalil dalam Al-Qur’an dan Sunnah, kita akan mendapatkan bahwa kata al-barakah memiliki kandungan dan pemahaman yang sangat luas dan agung. Secara ilmu bahasa, al-barakah, berarti berkembang, bertambah dan kebahagian [1]. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata : “Asal makna keberkahan, ialah kebaikan yang banyak dan abadi” [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAHULU, SABA MERUPAKAN NEGERI PENUH BERKAH&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang negeri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Negerimu adalah) negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun” [Saba : 15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat diatas berbicara tentang negeri Saba’ sebelum mengalami kehancuran lantaran kekufuran mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan kisah bangsa Saba’, suatu negeri yang tatkala penduduknya beriman dan beramal shalih, maka mereka dilingkupi dengan keberkahan. Sampai-sampai ulama ahli tafsir mengisahkan, kaum wanita Saba’ tidak perlu bersusah-payah memanen buah-buahan di kebun mereka. Untuk mengambil hasil buahnya, cukup menaruh keranjang di atas kepala, lalu melintas di kebun, maka buah-buahan yang telah masak akan berjatuhan memenuhi keranjangnya, tanpa harus memetik atau mendatangkan pekerja untuk memanennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama lain juga menyebutkan, dahulu di negeri Saba’ tidak ada lalat, nyamuk, kutu, atau serangga lainnya. Kondisi demikian itu lantaran udaranya yang bagus, cuacanya bersih, dan berkat rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang senantiasa meliputi mereka. [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah keberkahan yang menakjubkan pada zaman keemasan umat Islam juga pernah diungkapkan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah :”Sungguh, biji-bijian dahulu, baik gandum maupun yang lainnya lebih besar dibanding dengan yang ada sekarang, sebagaimana keberkahan yang ada padanya (biji-bijian kala itu, pent) lebih banyak. Imam Ahmad rahimahullah telah meriwayatkan melalui jalur sanadnya, bahwa telah ditemukan di gudang sebagian kekhilafahan Bani Umawi sekantung gandum yang biji-bijinya sebesar biji kurma, dan bertuliskan pada kantung luarnya :”Ini adalah gandum hasil panen pada masa keadilan ditegakkan” [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila demikian, tentu masing-masing kita mendambakan untuk mendapatkan keberkahan dalam pekerjaan, penghasilan dan harta. Sehingga kita bertanya-tanya, bagaimanakah cara agar usaha, penghasilan dan harta saya diberkahi Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUA SYARAT MERAIH KEBERKAHAN&lt;br /&gt;Untuk memperoleh keberkahan dalam hidup secara umum dan dalam penghasilan secara khusus, terdapat dua syarat yang mesti dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama. Iman Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah syarat pertama dan terpenting agar rizki kita diberkahi Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu dengan merealisasikan keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andaikata penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” [Al-A’raf : 96]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, balasan Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, dan sekaligus menjadi penjelas bahwa orang yang kufur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya tidak akan pernah merasakan keberkahan dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara perwujudan iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berkaitan dengan penghasilan, ialah senantiasa yakin dan menyadari bahwa rizki apapun yang kita peroleh merupakan karunia dan kemurahan Allah Subhanahu wa Ta’ala , bukan semata-mata jerih payah atau kepandaian kita. Yang demikian itu, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan kadar rizki setiap manusia semenjak ia masih berada dalam kandungan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita pikirkan diri dan negeri kita, niscaya kita bisa membukukan buktinya. Setiap kali kita mendapatkan suatu keberkahan, maka kita lupa daratan, dan merasa keberhasilan itu karena kehebatan kita. Dan sebaliknya, setiap terjadi kegagalan atau bencana, maka kita menuduh alam sebagai penyebabnya, dan melupakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila demikian, maka mana mungkin Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberkahi kehidupan kita? Bukankah pola pikir semacam ini yang telah menyebabkan Qarun mendapatkan adzab dengan ditelan bumi? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Qarun berkata : “Sesunguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya dan lebih banyak harta kumpulannya ..” [Al-Qashah : 78]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwujudan bentuk yang lain dalam hal keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala berkaitan dengan rizki, yaitu kita senantiasa menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika hendak menggunakan salah satu kenikmatan-Nya, misalnya ketika makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Sahabat Aisyah Radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu saat sedang makan bersama enam orang sahabatnya, tiba-tiba datang seorang Arab badui, lalu menyantap makanan beliau dalam dua kali suapan (saja). Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ketahuilah seandainya ia menyebut nama Allah (membaca Bismillah, pent), niscaya makanan itu akan mencukupi kalian”. [HR Ahmad, An-Nasa-i dan Ibnu Hibban]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits lain, Nab Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah bahwasanya salah seorang dari kamu bila hendak menggauli istrinya ia berkata : “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami”, kemudian mereka berdua dikaruniai anak (hasil dari hubungan tersebut, pent) niscaya anak itu tidak akan diganggu setan” [HR Al-Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, sekilas penjelasan peranan iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang terwujud pada menyebut nama-Nya ketika hendak menggunakan suatu kenikmatan, sehingga mendatangkan keberkahan pada harta dan anak keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Amal Shalih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan amal shalih, ialah menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan syari’at yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah hakikat ketakwaan yang menjadi syarat datangnya keberkahan sebagaimana ditegaskan pada surat Al-A’raf ayat 96 diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan tentang Ahlul Kitab yang hidup pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sekiranya mereka benar-benar menjalankan Taurat, Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka, niscaya mereka akan mendapatkan makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka” [Al-Ma’idah : 66]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama tafsir menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan “mendapatkan makanan dari atas dan dari bawah kaki”, ialah Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meielimpahkan kepada mereka rizki yang sangat banyak dari langit dan dari bumi, sehingga mereka akan mendapatkan kecukupan dan berbagai kebaikan, tanpa susah payah, letih, lesu, dan tanpa adanya tantangan atau berbagai hal yang mengganggu ketentraman hidup mereka [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara contoh nyata keberkahan harta orang yang beramal shalih, ialah kisah Khidir dan Nabi Musa bersama dua orang anak kecil. Pada kisah tersebut, Khidir menegakkan tembok pagar yang hendak roboh guna menjaga agar harta warisan yang dimiliki dua orang anak kecil dan terpendam di bawah pagar tersebut , sehingga tidak nampak dan tidak bisa diambil oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirmn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu, dan dibawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih, maka Rabbmu menghendaki agar mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Rabbmu” [Al-kahfi : 82]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penjelasan para ulama tafsir, ayah yang dinyatakan dalam ayat ini sebagai ayah yang shalih itu bukan ayah kandung dari kedua anak tersebut. Akan tetapi, orang tua itu ialah kakeknya yang ketujuh, yang semasa hidupnya berprofesi sebagai tukang tenun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Pada kisah ini terdapat dalil bahwa anak keturunan orang shalih akan dijaga, dan keberkahan amal shalihnya akan meliputi mereka di dunia dan di akhirat. Ia akan memberi syafa’at kepada mereka, dan derajatnya akan diangkat ke tingkatan tertinggi, agar orang tua mereka menjadi senang, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an dan Sunnah’ [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila seseorang enggan beramal shalih, atau bahkan malah berbuat kemaksiatan, maka yang ia petik juga kebalikan dari apa yang telah disebutkan di atas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya seseorang dapat saja tercegah dari rizkinya akibat dari dosa yang ia kerjakan” [HR Ahmad, Ibnu Majah, Al-Hakim dll]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membusuknya daging dan basinya makanan, sebenarnya menjadi salah satu dampak buruk yang harus ditanggung manusia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa itu semua terjadi akibat perbuatan dosa umat manusia. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seandainya kalau bukan karena ulah Bani Israil, niscaya makanan tidak akan pernah basi dan daging tidak akan pernah membusuk” [Muttafaqun ‘alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama menjelaskan, tatkala Bani Israil diberi rizki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala berupa burung-burung salwa (semacam burung puyuh) yang datang dan dapat mereka tangkap dengan mudah setiap pagi hari, mereka dilarang untuk menyimpan daging-dading burung tersebut. Setiap pagi hari, mereka hanya dibenarkan untuk mengambil daging yang akan mereka makan pada hari tersebut. Akan tetapi, mereka melanggar perintah ini, dan mengambil daging dalam jumlah yang melebihi kebutuhan mereka pada hari tersebut, untuk disimpan. Akibat perbuatan mereka ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menghukum mereka, sehingga daging-daging yang mereka simpan tersebut menjadi busuk. [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, penjelasan dua syarat penting guna meraih keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XII/1429H/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]&lt;br /&gt;___________&lt;br /&gt;Footnotes&lt;br /&gt;[1]. Al-Misbahul-Munir, 1/45. Al-Qamus Al-Muhith, 2/1236. Lisanul Arab 10/395&lt;br /&gt;[2]. Syarhu Shahih Muslim, oleh An-Nawawi 1/225&lt;br /&gt;[3]. Tafsir Ibnu Katsir, 3/531&lt;br /&gt;[4]. Lihat Zadul Ma’ad, 4/363 dan Musnad Ahmad 2/296&lt;br /&gt;[5]. Tafsir Ibnu Katsir, 2/76&lt;br /&gt;[6]. Tafsir Ibnu Katsir, 3/99&lt;br /&gt;[7]. Ma’alimut Tanzil, 1/97. Syarhu Shahih Muslim 10/59 Fathul Bari 6/411&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-4411200380688327959?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/4411200380688327959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/agar-rizki-mendapat-keberkahan-dua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4411200380688327959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4411200380688327959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/agar-rizki-mendapat-keberkahan-dua.html' title='Agar Rizki Mendapat Keberkahan : Dua Syarat Meraih Keberkahan'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-4751231937184779000</id><published>2009-07-07T05:20:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:21:58.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirham Perak'/><title type='text'>Berapa perbandingan harga / nilai tukar dinar emas dengan dirham perak ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVTDs2uKQ7I/AAAAAAAAASA/u9-c1-Y8-MU/s1600-h/SB-100oz.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 175px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVTDs2uKQ7I/AAAAAAAAASA/u9-c1-Y8-MU/s400/SB-100oz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284063438183220146" /&gt;&lt;/a&gt;Sepanjang sejarah umat manusia, emas dan perak telah digunakan sebagai mata uang yang merupakan sarana tukar-menukar antara barang dan jasa yang diperlukan manusia. Selain itu, emas dan perak juga digunakan untuk menyimpan kekayaan dan juga sebagai satuan nilai barang dan jasa. Tiga hal tersebut, yaitu alat tukar, penyimpan kekayaan dan satuan nilai merupakan fungsi/kegunaan dari uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan dua jenis mata uang ini dimulai sejak jaman Kerajaan Romawi kemudian dilanjutkan pada jaman Kekhalifahan Islam dan terakhir oleh negara Amerika Serikat. Penggunaan mata uang emas dan perak oleh Amerika Serikat berakhir di akhir tahun 30-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perjalanan digunakannya dua jenis mata uang yang berbeda ini mengharuskan adanya nilai tukar / perbandingan harga antara emas dan perak yang stabil. Nilai tukar yang stabil ini sangat diperlukan sehingga penggunaan emas dan perak dapat diandalkan oleh masyarakat dalam kegiatan ekonomi mereka. Ketidakstabilan nilai tukar meberikan dampak negatif bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat contohnya. Tidak usah jauh-jauh, cukup di negeri yang kita cintai ini saja, Indonesia. Pernah beli komputer atau electronic gadget akhir-akhir ini ? Pernah beli baju / tas impor bermerek di butik ? Berapa harganya ? Semuanya menyebutkan satuan harga dalam Dollar Amerika. Padahal menurut peraturan, mata uang yang sah digunakan dalam transaksi di wilayah hukum Republik Indonesia adalah Rupiah. Kenapa mereka pakai Dollar ? Karena nilai tukar Rupiah terhadap Dollar tidak stabil, maka lebih baik menggunakan Dollar untuk menghindari resiko kerugian akibat perubahan nilai tukar. Apa jadinya bila semua barang yang ada di Indonesia berasal dari impor ? Mungkinkah Rupiah menjadi tidak laku ? Bisa gawat ini. Semoga saja pemerintah kita mampu lebih meningkatkan ekspor agar Rupiah kita tetap laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita menengok sejarah, pada jaman Kerajaan Romawi nilai tukar emas dengan perak adalah 1 : 16. Artinya diperlukan 16 bagian perak untuk mendapatkan 1 bagian emas.&lt;br /&gt;Di jaman Kekhalifahan Islam nilai tukar dinar emas dengan dirham perak adalah 1 : 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam, berdasarkan syariat agama, nilai tukar emas dengan perak adalah 1 : 10. Hal ini didasarkan pada patokan minimum jumlah emas / perak yang dimiliki selama satu tahun penuh untuk membayar zakat harta adalah sebanyak 20 dinar emas ( 85 gr emas ) atau 200 dirham perak ( 595 gr perak ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi nilai tukar sekarang adalah 1 : 80-an. Untuk yang tertarik untuk melihat nilai tukar hari ini bisa dilihat &lt;a href="http://prospekdinar.com/pdinar/article.inc.php?aid=23"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sekali bedanya nilai tukar sekarang dengan nilai tukar dulu. Apa artinya kenyataan ini bagi orang-orang yang menyimpan uangnya dalam bentuk emas / perak ? Karena harga emas tidak mungkin turun sampai seperdelapan dari harga sekarang maka yang bisa dilihat dari kenyataan ini adalah perak memiliki potensi untuk mengalami kenaikan harga yang tajam sehingga tercapai nilai tukar historis minimal 1 : 16. Apalagi bila melihat kondisi fundamental perak saat ini maka tidak tertutup kemungkinan perbandingan harga emas dengan perak mencapai 1 : 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dikatakan oleh Presiden RI pertama kita, Soekarno, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah)”, ada baiknya kita belajar dari sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sejarah itu berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-4751231937184779000?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/4751231937184779000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/berapa-perbandingan-harga-nilai-tukar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4751231937184779000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4751231937184779000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/berapa-perbandingan-harga-nilai-tukar.html' title='Berapa perbandingan harga / nilai tukar dinar emas dengan dirham perak ?'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVTDs2uKQ7I/AAAAAAAAASA/u9-c1-Y8-MU/s72-c/SB-100oz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-8979871411986726828</id><published>2009-07-07T05:19:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:20:02.165-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Definisi Contango dan Backwardation serta kaitannya dengan emas</title><content type='html'>&lt;a href="http://i396.photobucket.com/albums/pp46/ellite310/goldbar.gif"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 128px; CURSOR: hand; HEIGHT: 96px" alt="" src="http://i396.photobucket.com/albums/pp46/ellite310/goldbar.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada minggu-minggu terakhir ini di internet rame banget artikel yang bahas tentang Backwardation pada emas. Sepanjang yang saya tahu sih, pencetusnya adalah Professor Antal F. Fekete dalam artikelnya yang berjudul “&lt;a href="http://www.financialsense.com/editorials/fekete/2008/1205.html"&gt;Red Alert : Gold Backwardation!!!&lt;/a&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dilanjutkan pastinya perlu kita ketahui lebih dulu arti dari backwardation itu sendiri. Menurut Wikipedia arti dari istilah backwardation adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“a situation where the amount of money required for further delivery of an item is lower than the amount required for immediate delivery of that item.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Backwardation adalah istilah yang umum digunakan di pasar berjangka. Arti Backwardation adalah suatu kondisi dimana harga suatu barang komoditi (emas misalnya) untuk penyerahan langsung lebih tinggi (misalnya seharga USD 1.000/troy ounce) daripada harga untuk penyerahan diwaktu mendatang (misalnya seharga USD 900/troy ounce).&lt;br /&gt;Sedangkan contango adalah kebalikan dari backwardation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Professor Fekete, backwardation pada emas adalah kondisi yang tidak wajar. Kenapa? Alasannya, jumlah emas yang ada di permukaan bumi ini adalah kurang lebih 170.000 ton. Untuk komoditi seperti emas, jumlah tersebut secara relatif dapat dibilang berlimpah. Bagi komoditi yang persediaannya berlimpah dan pada saat kondisi normal, orang2 yang bertransaksi di bursa berjangka mau membeli emas untuk penyerahan sekarang dengan harga USD 900/troy ounce atau membeli emas untuk penyerahan kemudian seharga USD 1.000/troy ounce karena mereka yakin bahwa pihak penjual akan mampu melakukan penyerahan barang sesuai dengan perjanjian. Atau dengan kata lain, kondisi yang wajar untuk emas adalah contango, dan contango ini terjadi sejak dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, tadi dibilang backwardation pada emas adalah kondisi yang tidak wajar, yang wajar adalah contango, terus ternyata backwardation pada emas sekarang telah terjadi, apa artinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, orang2 yang bertransaksi di bursa berjangka menilai bahwa saat ini LEBIH AMAN bagi mereka untuk melakukan pembelian emas dengan penyerahan fisik emas sekarang juga. Meskipun harga pembelian emas untuk penyerahan kemudian ditawarkan dengan harga yang lebih murah, mereka tetap memilih untuk membeli emas penyerahan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih aman? Ya, lebih aman. Para pemain di bursa berjangka menilai emas sudah menipis persediaannya dan juga lawan transaksi mereka, yaitu penjual, diragukan kemampuannya untuk dapat melakukan penyerahan barang sesuai perjanjian bila membeli emas dengan penyerahan kemudian (counterparty risk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga, backwardation pada emas berarti dalam waktu yang tidak lama lagi, harga emas akan meningkat seiring dengan banyaknya uang yang mengejar komoditi yang sama, yaitu emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Disclaimer :&lt;/span&gt; &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Tulisan ini hanya sebatas ilustrasi semata. Meskipun tulisan ini diambil dari sumber-sumber yang umumnya dapat dipercaya, penulis, Prospek Dinar dan semua pihak yang berhubungan dengannnya tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang diperoleh pihak manapun karena penggunaan tulisan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Menjadi kewajiban dan tanggung jawab pembaca untuk mengkaji sendiri dari sumber manapun dalam penentuan pilihan investasinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-8979871411986726828?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/8979871411986726828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/definisi-contango-dan-backwardation.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/8979871411986726828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/8979871411986726828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/definisi-contango-dan-backwardation.html' title='Definisi Contango dan Backwardation serta kaitannya dengan emas'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-5468101808689664640</id><published>2009-07-07T05:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:18:41.899-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Apa yang terjadi dengan harga emas bila tingkat bunga riil menjadi negatif?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVTTw6VlbII/AAAAAAAAASg/JOIas6zKBFI/s1600-h/gold+returns+res.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 384px; height: 269px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVTTw6VlbII/AAAAAAAAASg/JOIas6zKBFI/s400/gold+returns+res.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284081100059405442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tingkat bunga riil adalah tingkat bunga nominal dikurangi tingkat inflasi.&lt;br /&gt;Tingkat bunga nominal adalah tingkat bunga yang digunakan oleh misalnya bank dalam menentukan bunga tabungan, deposito ataupun pinjaman.&lt;br /&gt;Sedangkan tingkat inflasi memiliki dua definisi. Definisi pertama dan yang paling populer adalah inflasi harga yaitu adanya kenaikan harga-harga secara umum dalam suatu wilayah. Definisi kedua yang lebih tepat adalah inflasi moneter yaitu bertambahnya jumlah uang beredar yang ditandai dengan kenaikan secara umum harga barang dan jasa. Pengukuran tingkat inflasi biasanya menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dikeluarkan oleh Badan Statistik Nasional (BPS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saya mempunyai deposito di bank dengan tingkat bunga deposito 8 % per tahun, sementara tingkat inflasi dalam tahun yang sama adalah 6 %, maka penghasilan bunga dari deposito yang saya terima hanya 2 %. Kok hanya 2 %? Iya, karena dengan inflasi sebesar 6 % maka dalam satu tahun daya beli uang saya menurun 6 % sementara pendapatan bunga yang saya peroleh adalah 8 %. Angka 2 % ini disebut tingkat bunga riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat bunga riil yang hanya 2 % bisa dibilang untung karena ada kemungkinan tingkat bunga riil dalam kurun waktu setahun menjadi negatif. Tingkat bunga riil negatif dapat terjadi bila tingkat bunga nominal lebih rendah dari tingkat inflasi. Meneruskan contoh sebelumnya, dengan tingkat bunga deposito 8 %, bila tingkat inflasi melonjak menjadi 12 %, maka tingkat bunga riil adalah negatif 4 %. Artinya, meskipun nominal uang saya bertambah sebanyak 8 % namun daya beli seluruh uang saya menurun sebanyak 12 %. Dengan kata lain, bila diawal tahun saya mampu beli 100 ekor kambing namun saya tunda pembeliannya karena diakhir tahun dari hasil deposito saya berharap dapat membeli 108 ekor kambing, pada kenyataannya saya hanya mampu membeli 96 ekor kambing saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghitung suatu tingkat hasil investasi, penggunaan tingkat bunga riil sebisa mungkin digunakan sehingga hasil penghitungan tsb dapat merefleksikan keadaan yang sebenarnya. Akan tetapi permasalahannya adalah tingkat inflasi yang terjadi hanya dapat diketahui setelah berlalunya waktu. BPS dalam mengumumkan tingkat inflasi year on year (yoy) selalu untuk jangka waktu satu tahun yang telah lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kesulitan dalam menentukan tingkat inflasi dalam sebuah investasi, dimana kesulitan ini dialami oleh semua penasehat investasi, penggunaan tingkat bunga riil dalam menghitung tingkat hasil investasi menjadikan investasi tertentu menjadi tidak menarik dan tidak rasional dilihat dari sisi investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pendekatan yang biasa digunakan untuk mengetahui apakah suatu investasi menguntungkan atau tidak adalah dengan menggunakan penghitungan Net Present Value (NPV), dimana hasil investasi yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu didiskonto dengan tingkat hasil investasi yang lebih rendah tingkat resikonya. Dengan menggunakan tingkat bunga negatif dalam penghitungan NPV, investasi yang memberikan hasil tetap akan menghasilkan NPV negatif. NPV negatif adalah nilai hasil investasi ditambah pokok investasi lebih kecil dari nilai investasi awal. NPV negatif berarti kerugian bagi investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, menurut Michael Lewis, seorang Manging Director dan Global Head Commodities Research di Deutsche Bank, dalam sebuah artikel berjudul Gold, US Dollar and G7 Central Banks di site LBMA (London Bullion Market Association), mengatakan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The fact that the Fed is expected to push the Fed funds rate to 1.5% over the next three months at a time of ongoing inflation shocks suggests the gold price is also expected to benefit from US real interest rates moving deeper into negative territory. Indeed, Figure 8 illustrates the strong performance in gold returns as US real interest rates decline.We find that when real interest rates in the US move below -3%, gold returns have tended tobe significant.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/STsxPLO9S0I/AAAAAAAAAQ8/nQwxNvmXGec/s1600-h/gold+returns.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 280px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/STsxPLO9S0I/AAAAAAAAAQ8/nQwxNvmXGec/s400/gold+returns.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276865525177994050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Disclaimer :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini hanya sebatas ilustrasi semata. Meskipun tulisan ini diambil dari sumber-sumber yang umumnya dapat dipercaya, penulis, Prospek Dinar dan semua pihak yang berhubungan dengannnya tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang diperoleh pihak manapun karena penggunaan tulisan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kewajiban dan tanggung jawab pembaca untuk mengkaji sendiri dari sumber manapun dalam penentuan pilihan investasinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-5468101808689664640?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/5468101808689664640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/apa-yang-terjadi-dengan-harga-emas-bila.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/5468101808689664640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/5468101808689664640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/apa-yang-terjadi-dengan-harga-emas-bila.html' title='Apa yang terjadi dengan harga emas bila tingkat bunga riil menjadi negatif?'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVTTw6VlbII/AAAAAAAAASg/JOIas6zKBFI/s72-c/gold+returns+res.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-1946011360787383079</id><published>2009-07-07T05:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:15:41.387-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Tingkat Bunga ( Interest Rate), Definisi, efek terhadap masyarakat serta bagaimana menghindarinya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVTVGTM32QI/AAAAAAAAASo/biwljbgahVk/s1600-h/HomeMoney+res.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVTVGTM32QI/AAAAAAAAASo/biwljbgahVk/s400/HomeMoney+res.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284082567022631170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Bunga / Interest Rate adalah harga untuk meminjam uang. Sebagaimana harga telur adalah 12 ribu untuk setiap kilogram, maka harga dari sebuah pinjaman biasanya dalam bentuk satuan prosentase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga adalah hasil dari proses permintaan (demand) dan penawaran (supply) dalam suatu pasar. Naik/turunnya harga dipengaruhi oleh naik turunnya permintaan dan/atau penawaran. Harga telur bisa naik bila demand telur meningkat atau supply telur berkurang. Permintaan dan penawaran telur dipengaruhi oleh adanya impor telur ataupun adanya wabah penyakit seperti flu burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pasar tidak harus selalu ada dalam bentuk fisik bangunan. Dua orang yg bertransasksi di tengah hutan bisa disebut pasar karena dalam transaksi tersebut terjadi proses permintaan dan penawaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan dan penawaran terhadap tingkat bunga dipengaruhi oleh preferensi waktu (time preference) yaitu tingkat preferensi kepuasan yang diperoleh dalam menggunakan uang di waktu sekarang daripada di waktu yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain time preference, anggapan bahwa uang adalah suatu barang komoditas yang dalam proses jual-beli harus menghasilkan keuntungan merupakan alasan yang dipakai oleh para penggemar bunga untuk menerapkan tingkat bunga dalam kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana tentang time preference adalah seandainya saya memiliki uang 100 dan saya biasanya hanya mengkonsumsi 50, maka masih ada 50 yang bisa saya tabung, investasikan atau sedekahkan. Bila ada yg ingin meminjam ke saya 50, maka pasti akan saya berikan tanpa tambahan sepeserpun karena saya hanya mengkonsumsi 50. Bila ada yang ingin meminjam 80, maka saya harus mengurangi konsumsi saya sebanyak 30. Karena saya harus mengurangi konsumsi saya sekarang dan baru bisa mengkonsumsi sebanyak 30 dimasa yg akan datang setelah pinjaman dilunasi, maka saya merasa mengalami kerugian. Untuk menutupi kerugian tersebut maka saya harus mendapat imbalan berupa bunga yang besarnya tergantung hasil dari permintaan saya dan penawaran peminjam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu pasar yang masih murni tingkat bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Semakin banyak orang yang menabung, semakin rendah tingkat bunga . Demikian juga sebaliknya, berkurangnya tabungan membuat tingkat bunga naik. Jadi tingkat bunga akan selalu naik turun mengikuti jumlah tabungan sebagai refleksi dari time preference. Lalu bagaimana efeknya bila dalam pasar tersebut terdapat bank yang menerapkan sistem fractional reserve banking ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhananya, bank memiliki fungsi sebagai intermediari/perantara antara pihak yang ingin menyimpan uang dengan pihak yang memerlukan uang. Keuntungan yang diperoleh bank salah satunya berupa selisih antara bunga simpanan dengan bunga pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi normal, penambahan jumlah simpanan di bank menunjukkan bahwa time preference sedang rendah sehingga tingkat bunga pun rendah. Hal ini dilihat oleh pengusaha sebagai sinyal bahwa banyak uang menganggur yang dapat mereka pergunakan untuk berusaha di bidang2 yang belum digarap. Tetapi bila simpanan di bank menurun berarti time preference sedang tinggi dan mengakibatkan tingkat bunga naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena time preference selalu berubah-ubah, maka tingkat bunga pun akan selalu naik turun. Hal ini tidak disukai oleh pengusaha karena tidak memberikan kepastian tingkat keuntungan yang akan diperoleh dari hasil usahanya nanti. Untuk memberikan kepastian, maka pemerintah melalui bank sentral sesuai dengan tugas dan fungsinya menetapkan besaran tingkat bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tugas dan fungsi bank sentral adalah menetapkan tingkat bunga. Tujuannya adalah bila ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi maka bank sentral menurunkan tingkat bunga sehingga tercipta lapangan kerja dan bertambahnya kemakmuran rakyat, namun bila pertumbuhan tsb terlalu cepat maka bank sentral menaikkan tingkat bunga untuk menghindari permintaan uang yg berlebihan, inflasi dan kenaikan harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena harga adalah hasil dari proses permintaan dan penawaran sedangkan tingkat bunga adalah harga dari sebuah pinjaman maka untuk menurunkan tingkat bunga pemerintah dari sisi permintaan harus mengurangi hutangnya atau dari sisi penawaran mencari tambahan dana untuk dipinjamkan dengan cara menaikkan pajak atau menambah jumlah uang beredar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar pemerintahan moderen adalah pemerintahan yang gemar berhutang, sehingga sulit bagi pemerintahan tersebut untuk menurunkan tingkat bunga dengan cara menurunkan tingkat hutang pemerintah. Jalan lain yang dapat dilakukan adalah dengan menaikkan pajak atau jumlah uang beredar. Menaikkan pajak bukan kebijakan yang popular bagi pemerintahan manapun. Melalui bank sentral dan sistem perbankan yang menggunakan fractional reserve banking, memungkinkan bagi pemerintah untuk menambah uang yang beredar dalam jumlah yang cukup untuk menurunkan tingkat bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana efek tingkat bunga terhadap masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga (interest) adalah sesuatu yang diharamkan oleh semua agama baik Islam, Kristen maupun Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang berhutang 1 gr emas dengan tingkat bunga 2% saja 1500 tahun yang lalu dan keturunannya sekarang ingin melunasi hutang tersebut, maka diperlukan emas sebanyak 7.947.996,05 ton untuk melunasi hutang kakek buyutnya. Jumlah emas yang ada diseluruh dunia saat ini kurang dari 160.000 ton. Dunia dan seisinya tidak cukup untuk melunasi hutang dan bunganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan hanya Bank X yang memiliki hak untuk menciptakan uang. Kemudian Bank X menciptakan uang sebanyak 10.000 untuk dipinjamkan ke PT A selama 1 tahun dengan bunga 10%. Di akhir tahun PT A harus mengembalikan pinjaman tersebut ke Bank X sebanyak 11.000. Bagaimana PT A akan mampu membayar hutangnya? Uang yang dia miliki hanya 10.000 Bank X pun hanya mencetak uang sebanyak 10.000. PT A masih kekurangan uang sebanyak 1.000. Darimana PT A akan mendapatkan uang sebanyak 1.000 ? Cuma ada dua pilihan. Dia jual harta yang dimilikinya senilai 1.000 ke Bank X atau pinjam uang lagi ke Bank X. Bila Bank X mau menciptakan uang sebanyak 1.000 untuk dipinjamkan ke PT A yg selanjutnya akan digunakan untuk membayar hutang PT A ke Bank X, maka PT A akan tetap memiliki hutang ke Bank X sebesar 1.000 ditambah bunga 10% jadi 1.100. Sementara itu, uang yang ada yang sudah diciptakan oleh Bank X hanya sebanyak 11.000. PT A sekarang sudah tidak punya uang lagi namun masih harus bayar ke Bank X sebesar 1.100. Darimana PT A mendapatkan uang sebanyak itu? Pinjam lagi ke Bank X??? Terlihat jelas, bunga /interest /usury /riba dapat memperbudak pihak yang berhutang selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap transaksi ekonomi akan selalu melibatkan dua atau lebih komoditas untuk dipertukarkan. Pertukaran 7 ekor kambing dengan 1 ekor sapi, adalah suatu transaksi dalam system barter. Di masa sekarang transaksi penjualan/pembelian barang/jasa menggunakan perantara alat pertukaran (medium of exchange) berupa uang fiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transaksi yang melibatkan komoditas yang berbeda dalam jenis maupun sifat akan mempengaruhi permintaan (demand) dan penawaran (supply) dari masing-masing komoditas. Secara agregat permintaan dan penawaran komoditas tersebut akan saling mempengaruhi satu sama lain sehingga keadaan keseimbangan ekonomi (economic equilibrium) akan selalu terjaga. Contoh, desa A memiliki kambing 7 ekor dan desa B memiliki 1 ekor sapi. Harga 1 ekor sapi adalah 7 ekor kambing. Kedua desa setuju untuk membarter 7 ekor kambing dengan 1 ekor sapi. Sebelum terjadi barter kondisi di kedua desa adalah terdapat penawaran(supply) 7 ekor kambing dan 1 ekor sapi. Dengan adanya permintaan (demand) dari desa A terhadap 1 ekor sapi dan permintaan dari desa B terhadap 7 ekor kambing maka terjadilah barter antara keduanya. Setelah barter terjadi kondisi di kedua desa tersebut tetap sama yaitu terdapat 1 ekor sapi dan 7 ekor kambing. Baik sebelum maupun sesudah barter kondisi ekonomi kedua desa tersebut tetap dalam keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya bila terdapat transaksi yg melibatkan komoditas yang sama baik jenis maupun sifatnya? Apakah keseimbangan ekonomi tetap terjaga? Contoh, Y meminjamkan 900 dinar emas ke Z dengan syarat Z harus melunasinya dalam 1 bulan sebanyak 909 dinar emas. Pada saat jatuh tempo ketika Y menagih hutang Z, muncul demand terhadap dinar emas sebanyak 900 dan demand tambahan sebanyak 9 dinar emas untuk membayar bunga. Pada contoh transaksi kambing dan sapi, supply maupun demand saling mengeliminir. Namun, pada contoh dinar emas ini, demand terhadap dinar emas tidak disertai dengan supply komoditas yang lain, sehingga demand dinar emas tidak bisa dieliminir/dihilangkan. Dengan tidak hilangnya demand tambahan sebanyak 9 dinar emas ini hanya akan memberikan demand artifisial terhadap dinar emas. Demand palsu ini sampai kapanpun tidak akan hilang, kecuali Y menghapuskan hutang bunga Z. Secara agregat, demand artificial ini akan mengakibatkan ketidakseimbangan ekonomi berupa kelangkaan supply dinar emas. Hukum yang berlaku di alam dunia ini adalah hukum keseimbangan. Semua orang tahu tentang hukum keseimbangan alam ini. Semua orang juga tahu apa akibatnya bila terjadi ketidakseimbangan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah disebutkan sebelumnya, untuk menurunkan tingkat bunga pemerintah menambah supply pinjaman yang berarti menambah supply uang beredar. Dalam system fractional reserve banking, setiap kali pemerintah menambah jumlah uang beredar akan selalu menambah jumlah simpanan yang ada di bank. Penambahan simpanan bank ini memberikan sinyal artifisial/palsu kepada pengusaha yaitu berupa sinyal yang mengatakan bahwa time preference terhadap uang sedang rendah. Padahal kenyataannya yang terjadi adalah karena pemerintah menambah jumlah uang beredar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keyakinan bahwa sinyal yang mereka terima adalah benar maka pengusaha berbondong2 meminjam dana ke bank untuk berinvestasi di bidang2 yang belum digarap dan menghasilkan keuntungan. Namun, menurut Murray N. Rothbard dalam bukunya yang berjudul “America’s Great Depression”, sinyal yang salah ini hanya akan mengakibatkan “malinvestment”. “Malinvestment” ini harus dikoreksi. Depresi Besar yang terjadi di Amerika tahun 30-an menurut Murray N. Rothbard adalah bentuk dari koreksi tersebut.(Bisa dibaca di &lt;a href="http://www.mises.org/"&gt;www.mises.org&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diketahui bahwa inflasi adalah bertambahnya jumlah uang beredar. Bila upaya yang dilakukanoleh suatu pemerintahan untuk menurunkan tingkat bunga dengan cara menambah jumlah uang beredar, maka efek yang ditimbulkannya adalah naiknya tingkat inflasi. Telah diketahui pula inflasi adalah hal yang merugikan karena inflasi adalah “pencurian tersembunyi” terhadap daya beli mata uang suatu masyarakat. Inflasi membuat harga barang/jasa naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata ada elemen masyarakat yang diuntungkan oleh inflasi. Karena efek inflasi berupa kenaikan harga tidak serta merta terjadi, harus melalui proses, mereka yang paling pertama memperoleh tambahan uang beredar adalah yang paling untung. Dana yang mereka terima dapat mereka gunakan untuk membeli barang pada harga sebelum terjadi kenaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang paling rugi? Tentunya bagian masyarakat yang paling belakangan menerima penambahan uang beredar, yaitu orang2 yang tidak terlibat dalam system ekonomi modern, yaitu mereka2 yang nyaris tidak bersentuhan dengan system perbankan, yaitu orang2 yang berpenghasilan rendah seperti tukang gali saluran, ibu2 tua pemecah batu, pensiunan pegawai golongan rendah, anak yatim piatu, janda2 tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya menghindari efek negatif dari bunga, usury, interest, riba ini? Yang pasti jangan sampai terlibat didalamnya. Namun, meskipun sudah tidak terlibat, kita pasti tetap akan mengalami dampaknya. Yang terbaik yang dapat dilakukan adalah meminimalisasi dampak tersebut terhadap diri dan keluarga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berinvestasi dalam dinar emas dapat meminimalisasi dampak2 negatif diatas. Dinar Emas tidak terkena dampak inflasi. Naik turunnya harga dinar emas semata karena pengaruh supply dan demand. Dinar emas adalah koin emas 22 karat dengan berat hanya 4,25 gr. Dengan demikian, apabila ada keperluan untuk sekolah anak, biaya rumah sakit ataupun keperluan mendadak lainnya, kita tidak perlu mencairkan seluruh investasi kita. Cairkan hanya secukupnya saja. Untuk menjualnya pun tidak perlu repot, bisa jual ke Prospek Dinar atau toko emas atau PT Antam. Berbeda misalnya bila kita berinvestasi dalam bentuk tanah ataupun rumah. Meskipun harganya naik, begitu kita perlu belum tentu ada yang mau beli dan juga bila kita hanya memerlukan biaya yang tidak begitu besar tetap saja harus menjual dalam bentuk satu unit rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Disclaimer :&lt;br /&gt;Tulisan ini hanya sebatas ilustrasi semata. Meskipun tulisan ini diambil dari sumber-sumber yang umumnya dapat dipercaya, penulis, Prospek Dinar dan semua pihak yang berhubungan dengannnya tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang diperoleh pihak manapun karena penggunaan tulisan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kewajiban dan tanggung jawab pembaca untuk mengkaji sendiri dari sumber manapun dalam penentuan pilihan investasinya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-1946011360787383079?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/1946011360787383079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/tingkat-bunga-interest-rate-definisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/1946011360787383079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/1946011360787383079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/tingkat-bunga-interest-rate-definisi.html' title='Tingkat Bunga ( Interest Rate), Definisi, efek terhadap masyarakat serta bagaimana menghindarinya'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVTVGTM32QI/AAAAAAAAASo/biwljbgahVk/s72-c/HomeMoney+res.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-6960942451417442662</id><published>2009-07-07T05:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:14:29.227-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Penggambaran sederhana mengenai Proses Penciptaan Uang (Money Creation)</title><content type='html'>Pada awalnya, manusia menggunakan emas dan perak sebagai uang. Penggunaan emas dan perak ini karena keduanya dapat diandalkan untuk memenuhi fungsi uang yang paling dasar yaitu sebagai alat tukar (medium of exchange), sebagai alat penyimpan kekayaan (store of value) dan sebagai satuan alat ukur (unit of measurement).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Romawi menggunakan emas sebagai mata uang dengan nama Denarius. Sedangkan Kerajaan Bizantium menggunakan perak sebagai mata uang dengan nama Drachma. Baik kerajaan Romawi maupun Kerajaan Bizantium telah berhubungan dagang dengan bangsa Arab sejak lama. Oleh karena lidah orang Arab kagak sama dengan lidah orang Romawi atawa orang Bizantium, maka denarius dan drachma diucapkan menjadi dinar dan dirham oleh orang Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat yg menggunakan emas dan perak sebagai mata uang, tentunya disana tetep aja ada yang miskin dan ada yang kaya. Salah satu orang kaya diantara mereka adalah saudagar emas perhiasan (Goldsmith). Untuk menyimpan persediaan emasnya, saudagar ini memiliki ruang/tempat khusus yang dijamin aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan berjalannya waktu, saudagar emas berpikiran untuk menyewakan ruang penyimpanan emasnya. Untuk setiap emas yang dititipkan, saudagar emas akan membuat surat yang menyatakan bahwa emas sebanyak sekian dititipkan di saudagar emas fulan. Dan gayungpun bersambut. Orang kaya dan pengusaha perlu tempat untuk menyimpan emas dan perak mereka di tempat aman. Maka orang kaya serta pengusaha pun berbondong-bondong ke tempat saudagar emas untuk menitipkan emasnya dan membayar sejumlah tertentu untuk biaya penitipan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menutup transaksi perdagangan skala besar, pengusaha merasa keberatan bila harus membawa-bawa emas. Oleh karena itu, mereka pun dalam melakukan transaksi akhirnya memakai cara yang simpel yaitu dengan memberikan kertas tanda bukti penitipan emas sebagai alat pembayaran. Lawan transaksi mau menerimanya karena yakin bahwa kertas tanda bukti tsb memang benar2 bisa ditukar dengan emas kapanpun dia kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudagar emas perhiasan memperhatikan makin lama orang2 makin lebih menyukai bertransaksi dengan menggunakan kertas tanda bukti yang dikeluarkannya dan makin sedikit sekali orang yang mengambil emas yang dititipkan kepadanya.Hal ini membuktikan satu hal, yaitu bahwa orang2 percaya kepadanya. Orang2 percaya kepada kertas tanda bukti yang dia buat. Orang2 percaya bahwa saudagar emas adalah orang yang dapat dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba2 saudagar emas merasa dirinya diliputi oleh suatu perasaan luar biasa.Perasaan yang selalu meliputi orang2 yang mempunyai kekuasaan. Suadagar emas merasa dirinya orang yang berkuasa karena dengan sebab kepercayaan orang kepadanya, dia bisa membuat tanda bukti aspal, asli tapi palsu. Asli karena dia sendiri yang buat, palsu karena tidak didukung dengan adanya tambahan penyimpanan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan berkuasa susah untuk dikendalikan, ditambah lagi dengan keinginan untuk memperkaya diri sendiri. Hanya sebagian kecil orang yang terbiasa mengendalikan diri yang mampu melawan perasaan dan keinginan tersebut. Namun, saudagar emas hanyalah seorang manusia biasa. Maka dia buatlah tanda bukti aspal sebanyak yang dia inginkan. Tanda bukti aspal ini dia gunakan untuk memberikan pinjaman kepada siapa saja yang membutuhkan modal ataupun hanya untuk konsumsi. Tentu saja pinjaman ini tidak gratis. Peminjam harus membayar bunga kepadanya. Dari bunga inilah dia memperoleh kekayaan berlipat ganda. Belum lagi keuntungan yang dia peroleh kalo ada yang default, gak mampu bayar utang dan bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma satu yang dia khawatirkan. Jangan sampai semua pemegang tanda bukti berkeinginan untuk menukarnya dengan fisik emas secara bersama-sama dan sekaligus.Bila ini terjadi, kebangkrutan adalah nasib yang dia mesti jalani. Karena dia dan hanya dia ,yaitu saudagar emas, yang tahu bahwa jumlah simpanan emas yang ada di tempat penyimpanannya hanya sebagian kecil (a fraction) dibandingkan dengan jumlah tanda bukti yang telah dia keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah awal mulanya terbentuk sebuah lembaga yang bernama Bank dan penemuan metode fractional reserve banking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman sekarang ini dimana emas tidak lagi menjadi mata uang, emas tidak lagi menjadi simpanan utama suatu bank sentral serta adanya fractional reserve banking, maka timbul pertanyaan “Darimana datangnya uang fiat yang sekarang dipakai?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penciptaan uang fiat adalah suatu proses yang sangat sederhana dan mudah. “It’s peanut!” kata orang bule. Saking sederhana dan mudahnya, hampir2 otak tidak dapat mempercayainya. “Mind blowing!” kata orang bule yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penciptaan uang fiat melibatkan tiga pihak yaitu pemerintah, bank sentral dan bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pemerintah membutuhkan uang, maka pemerintah menerbitkan surat tanda berhutang (IOU / I Owe You). Kalo di Amerika, IOU pemerintah bisa berbentuk Treasury Bonds / T-Bonds. T-Bonds ini merupakan janji pemerintah untuk membayar pembeli T-Bonds sejumlah uang ditambah bunga pada saat jatuh tempo. Melalui agen penjualan (broker) T-Bonds dijual ke bank sentral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh bank sentral, IOU pemerintah ini dicatat sebagai “aktiva” atau sebut saja piutang untuk mudahnya. Sebagaimana halnya seseorang yang memberikan pinjaman ke orang lain sebesar 100, maka orang yg memberi pinjaman akan mencatat di buku catatannya di sisi penerimaan berupa “piutang” ke orang lain 100 dan mencatat di sisi pengeluaran berupa pengeluaran uang “kas” sebesar 100. Demikian juga dengan bank sentral. Di sisi pengeluaran, bank sentral mencatatnya sebagai “cadangan (reserve) Bank A”. Bank A adalah bank dimana rekening pemerintah berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem fractional reserve banking, setiap bank baik bank pemerintah maupun bank swasta wajib mempunyai cadangan di bank sentral atas simpanan masyarakat yang besarnya tergantung kebijakan bank sentral. Misalkan saya punya simpanan di Bank A sebanyak 100, sementara bank sentral mewajibkan cadangan 10 %, maka Bank A wajib menempatkan cadangan sebanyak 10 di bank sentral. Selanjutnya, penambahan cadangan Bank A di bank sentral dicatat oleh Bank A disisi pengeluaran sebagai “cadangan di bank sentral” sedangkan di sisi penerimaan dicatat sebagai “penambahan saldo rekening pemerintah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pemerintah mencairkan dananya di rekening Bank A untuk disebar ke masyarakat melalui belanja dan proyek pemerintah, seperti misalnya untuk bayar gaji pegawai, beli ATK kantor, bikin gedung dsb. Untuk memenuhi permintaan pencairan dana pemerintah, Bank A juga mencairkan cadangannya yang ada di bank sentral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pemerintah minta pencairan dananya dalam bentuk uang kertas, maka Bank A pun mencairkan cadangannya dalam bentuk uang kertas. Permintaan ini direspon oleh bank sentral dengan cara meminta percetakan untuk mencetak uang kertas sebanyak yang dibutuhkan. Setelah tinta uang kertas nya kering, maka bank sentral pun mengirimkan uang kertas tersebut ke Bank A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesailah sudah proses penciptaan uang fiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gampang kan? Hanya dengan pencatatan sederhana oleh bank sentral, ujug-ujug nongol tuh duit. Ajiib!! Kayak sulap euy! “Out of thin air!” kata orang bule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar tambah yakin silahkan baca artikel berjudul “Modern Money Mechanics” di &lt;a href="http://landru.i-link-2.net/monques/mmm2.html"&gt;http://landru.i-link-2.net/monques/mmm2.html&lt;/a&gt;. Bagi yang punya koneksi internet high speed bisa liat klip videonya di YouTube &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=vm3DixfL9o0"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=vm3DixfL9o0&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, perlu diketahui bahwa proses penciptaan uang di bank sentral hanya berskala kecil. Skala yang lebih besar terjadi di bank dengan menggunakan sitem fractional reserve banking. Selain bank pemerintah dan swasta, lembaga keuangan non-bank pun bisa menciptakan uang, demikian juga dengan transaksi keuangan yang menggunakan leverage.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-6960942451417442662?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/6960942451417442662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/penggambaran-sederhana-mengenai-proses.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6960942451417442662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6960942451417442662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/penggambaran-sederhana-mengenai-proses.html' title='Penggambaran sederhana mengenai Proses Penciptaan Uang (Money Creation)'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-1621867111174427553</id><published>2009-07-07T05:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:13:19.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Financial Issue'/><title type='text'>Berita dari Timur Tengah : Investor Arab Saudi Borong Emas</title><content type='html'>Gulf News melaporkan bahwa dalam dua minggu terakhir, investor Arab Saudi telah membeli emas sebanyak lebih dari USD 3,5 milyar atau dengan harga emas hari ini sama dengan 4.802.414 troy ounce atau 149.355.075 gr atau lebih dari 149 ton.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sami Al Mohna, ahli dalam pasar Emas mengatakan bahwa investor Arab Saudi melihat bahwa sekarang adalah saat yang tepat berinvestasi dalam Emas karena faktor harga. Selanjutnya dia mengatakan bahwa emas merupakan instrumen investasi yang lebih memberikan keamanan (safe haven) apalagi sejak pasar saham regional mengalami penurunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita mengenai “rush” investor Arab Saudi terhadap emas meningkatkan spekulasi yang beredar bahwa transaksi yang melibatkan fisik emas akan menaikkan harga emas “spot” di pasar berjangka. Hal yang hampir tidak mungkin pembelian fisik emas sebanyak ini hanya karena faktor harga yang masih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analis pasar emas lgendaris seperti Jon Sinclair menjelaskan bahwa bila kurang dari 2000 orang kaya dunia meminta pengiriman fisik emas diakhir kontrak emas berjangka yang mereka miliki, maka harga emas di pasar spot akan melonjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor Arab Saudi telah melihat potensi keuntungan dari emas, dan mungkin saja potensi keuntungan ini lebih besar dari yang mereka perkirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang diberitakan oleh Peter J. Cooper di  &lt;a href="http://arabianmoney.net/2008/11/13/saudi-arabia-buys-35bn-of-gold-in-two-weeks/"&gt;arabianmoney.net&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-1621867111174427553?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/1621867111174427553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/berita-dari-timur-tengah-investor-arab.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/1621867111174427553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/1621867111174427553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/berita-dari-timur-tengah-investor-arab.html' title='Berita dari Timur Tengah : Investor Arab Saudi Borong Emas'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-938221201861398129</id><published>2009-07-07T05:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T05:12:11.864-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Dinar Emas dan Dirham Perak adalah Nobody Else's Liability</title><content type='html'>Terjemahan bebas banget dari Nobody Else’s Liability adalah “nilainya tidak bergantung pada pihak lain”. Dinar Emas merupakan instrumen investasi yang masuk dalam kelompok Nobody Else’s Liability.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak bilang, untuk memahami sesuatu perlu mengetahui lawan dari sesuatu itu. Untuk memahami kebenaran perlu mengetahui kebatilan. Untuk mengetahu “Nobody Else’s Liability” perlu mengetahui “Somebody Else’s Liability”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deposito, saham, obligasi, asuransi dan valas dilihat dari sisi investor semuanya masuk kategori Somebody Else’s Liability.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang investor menyimpan uangnya dalam bentuk deposito, membeli saham, obligasi, asuransi dan valas, yang dia peroleh adalah secarik kertas yang berisi pernyataan / janji dari penerbitnya bahwa kertas tsb bernilai sekian sesuai dengan jumlah investasi yang ditanam oleh investor.&lt;br /&gt;Secarik kertas yang investor peroleh tidak bernilai, yang menjadikannya bernilai adalah janji dari pihak yang menerbitkan kertas tersebut.&lt;br /&gt;Dan janji adalah hutang/liability.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan saya punya 2 perusahaan yang masing2 bernama PT Investor dan PT Janji. Manajemen PT Investor saya beri tugas untuk selalu berinvestasi sedangkan manajemen PT Janji bertugas mencari dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena manajemen dari 2 perusahaan milik saya ini orang2 yang cerdik, tanpa sepengetahuan saya mereka membuat perjanjian sendiri yang isinya PT Janji akan menerbitkan saham dan obligasi, dan PT Investor akan membeli semuanya.&lt;br /&gt;PT Investor kemudian memberikan seluruh uangnya sebesar 100 juta ke PT Janji dan mendapatkan sertifikat saham dan obligasi dari PT Janji untuk dicatat oleh PT Investor sebagai investasi pada saham dan obligasi sebesar 100 juta.&lt;br /&gt;PT Janji pun ketika menerima uang dari PT Investor mencetak sertifikat saham dan obligasi untuk diserahkan ke PT Investor dan dicatat dalam pembukuan PT Janji sebagai hutang obligasi dan penambahan modal saham sebesar 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan berikutnya, manajemen kedua PT milik saya mempresentasikan “keberhasilan” mereka yaitu berupa bertambahnya kekayaan saya menjadi 200 juta dalam bentuk investasi PT Investor sebesar 100 juta dan uang kas sebesar 100 juta yang ada di PT Janji. Oleh karenanya mereka meminta bonus kepada saya.&lt;br /&gt;Namun, saya tidak kalah cerdik. Saya katakan kepada mereka, bonus yang akan mereka peroleh adalah sebesar 100 juta, yang dananya diambil dari uang yang ada di PT Janji. Bila mereka tidak mau, maka saya akan menggabungkan kedua PT tersebut menjadi satu PT baru yang bernama PT Janji Investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, manajemen dari 2 PT saya berada pada posisi terjepit.&lt;br /&gt;Bila mereka setuju dengan usulan saya maka PT Janji menjadi tidak liquid sehingga tidak mampu memenuhi janjinya untuk membayar bunga + pokok obligasi, dividen dan saham, dan PT Investor akan mengalami kerugian karena investasinya tidak dapat dicairkan seluruhnya.&lt;br /&gt;Bila mereka tidak setuju maka mereka tidak akan mendapat bonus karena “keberhasilan” yang mereka klaim tidak terbukti. Pada saat pelaksanaan penggabungan, antara investasi PT Investor dengan hutang obligasi dan tambahan modal PT Janji akan saling menghapus, sehingga dalam pencatatan pembukuan PT Janji Investor harta yang tersisa adalah uang saya sebesar 100 juta. Padahal sebelumnya mereka mengatakan bahwa uang saya telah menjadi 200 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian diatas merupakan penggambaran yang sangat sederhana tentang perlunya pemahaman terhadap counterparty risk dalam penilaian atas setiap instrumen investasi, sehingga ketergantungan investor pada janji penerbit instrumen investasi tidak akan merugikan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda halnya dengan Dinar Emas. Dibawa ke belahan dunia manapun, sepanjang dapat dipastikan keaslian bahan dasarnya, Dinar Emas tetap memiliki nilai tanpa perlu mengetahui siapa yang mencetaknya. Karena itulah Dinar Emas disebut sebagai “Nobody Else’s Liability”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Disclaimer :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini hanya sebatas ilustrasi semata. Meskipun tulisan ini diambil dari sumber-sumber yang umumnya dapat dipercaya, penulis, Prospek Dinar dan semua pihak yang berhubungan dengannnya tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang diperoleh pihak manapun karena penggunaan tulisan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menjadi kewajiban dan tanggung jawab pembaca untuk mengkaji sendiri dari sumber manapun dalam penentuan pilihan investasinya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-938221201861398129?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/938221201861398129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/dinar-emas-dan-dirham-perak-adalah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/938221201861398129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/938221201861398129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/dinar-emas-dan-dirham-perak-adalah.html' title='Dinar Emas dan Dirham Perak adalah Nobody Else&apos;s Liability'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-6208048486167016733</id><published>2009-07-06T08:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T08:33:53.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Financial Issue'/><title type='text'>Target Inflasi 12% Bisa Tercapai atau Target Kerugian 12% Bisa Tercapai?</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.detikfinance.com/read/2008/11/03/171821/1030543/4/target-inflasi-12-bisa-tercapai"&gt;“Target Inflasi 12% Bisa Tercapai”&lt;/a&gt;, judul sebuah berita di situs berita finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target inflasi? 12%? Bisa tercapai? Bikin penasaran aja nih berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.clevelandfed.org/research/Commentary/1997/1015.pdf"&gt;Inflasi&lt;/a&gt; adalah bertambahnya jumlah uang beredar dalam suatu negara, yang ditandai dengan kenaikan harga barang dan jasa. Tingkat inflasi dihitung dengan menggunakan CPI (Consumer Price Index) / IHK (Indeks Harga Konsumen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah IHK dapat dijadikan patokan untuk mengukur tingkat inflasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat menjawab pertanyaan tsb saya perlu mengetahui tentang definisi harga dan teori kuantitas uang (Quantity theory of Money).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga adalah hasil dari tawar-menawar antara pembeli dengan penjual dimana pihak pembeli mewakili sisi permintaan (demand) dgn mempertimbangkan marginal utility dan pihak penjual mewakili sisi penawaran (supply) dengan mempertimbangkan marginal cost (Wikipedia).&lt;br /&gt;Misalkan ada 4 orang yaitu A,B,C dan D dimana A menjual singkong goreng, B menjual ubi goreng, C dan D masing2 memiliki uang 100 dan keduanya ingin membeli singkong goreng. Didepan tukang singkong goreng, D menemukan uang dikantong bajunya sebanyak 50, jadi uang D ada 150. Melihat hal itu, tukang singkong goreng menaikkan harga jualnya dari 100 menjadi 150 dengan harapan D sangat ingin membeli singkong gorengnya berapapun harganya. Namun disebelah tukang singkong goreng ada juga tukang ubi goreng yang menjual ubi goreng seharga 75. D berpikir, daripada beli 1 singkong goreng, lebih baik beli setengah singkong goreng dan satu ubi goreng. Sementara C yg hanya memiliki uang 100, menawar singkong goreng yg tinggal setengah seharga 50. Penjual singkong goreng berpikir daripada pulang bawa singkong goreng setengah mendingan jual aja seharga 50.&lt;br /&gt;Dari ilustrasi diatas, terlihat bahwa kenaikan harga barang tidak hanya ditentukan oleh bertambahnya jumlah uang, tetapi juga dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran. Adanya barang substitusi, kemajuan tehnologi, daya beli masyarakat, banyaknya brg yg tersedia merupakan faktor2 yg mempengaruhi hukum permintaan dan penawaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory of Money) dapat digambarkan dalam sebuah rumus berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;M(money) x V(velocity of money)  =  P(price) x Q(Quantity of Output)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi V dan Q tetap, maka penyebab utama (primary driver) kenaikan/penurunan P (harga) adalah kenaikan/penurunan jumlah uang beredar/M (uang beredar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian diatas lalu dihubungkan dengan definisi inflasi, saya jadi bertanya lagi, kok untuk mengetahui tingkat inflasi yg diukur adalah “akibat (harga)” bukannya “penyebab (uang beredar)”, sementara uang beredar (M0,M1,M2,M3) bisa diukur oleh para ekonom ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak tau ah, pusing. Yang saya tahu inflasi membuat saya rugi karena nilai uang (daya beli) saya menurun. Selain saya, yang rugi gara2 inflasi adalah antara lain pensiunan, karyawan, pemilik investasi dgn imbal hasil tetap serta orang biasa yg punya pinjaman di bank. Tapi saya nggak takut soalnya inflasi itu adalah suatu fenomena moneter (monetary phenomenon) yg artinya inflasi itu ada dimana-mana serta hampir mengenai semua orang (rugi kok bareng2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke judul berita ”Target Inflasi 12 % Bisa Tercapai”, barangkali sekarang bisa saya rubah redaksinya menjadi “Pada tahun ini saya merencanakan kerugian yang akan saya derita paling banyak 12 bagian dari 100 bagian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana ya caranya agar uang saya bisa terbebas dari inflasi? Gampang, berinvestasi di sektor riil atau belikan barang yg nilainya tidak tergerus inflasi, seperti Dinar Emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Disclaimer :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini hanya sebatas ilustrasi semata. Meskipun tulisan ini diambil dari sumber-sumber yang umumnya dapat dipercaya, penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang diperoleh pihak manapun karena penggunaan tulisan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menjadi kewajiban dan tanggung jawab pembaca untuk mengkaji sendiri dari sumber manapun dalam penentuan pilihan investasinya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-6208048486167016733?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/6208048486167016733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/target-inflasi-12-bisa-tercapai-atau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6208048486167016733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6208048486167016733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/target-inflasi-12-bisa-tercapai-atau.html' title='Target Inflasi 12% Bisa Tercapai atau Target Kerugian 12% Bisa Tercapai?'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-6122194668718228587</id><published>2009-07-06T08:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T08:30:43.545-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Ilustrasi tentang Fractional Reserve Banking Bekerja</title><content type='html'>Definisi Fractional Reserve Banking :&lt;br /&gt;Suatu praktek perbankan dimana bank diwajibkan untuk menyimpan hanya sebagian (fraction) dana simpanan masyarakat, sehingga selebihnya dapat dimanfaatkan bank sebagai pinjaman kepada pihak lain, sambil tetap mempertahankan kemampuan bank untuk mengembalikan dana simpanan masyarakat kapanpun diminta(&lt;a href="http://http://en.wikipedia.org/wiki/Fractional_reserve_banking"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nabung di bank 10 juta, maka bank punya kewajiban nyimpen sebagian tabungan saya mis.nya 10% atau 1 juta, sedangkan yg 9 juta boleh digunakan bank untuk apa aja, bebas terserah bank, mau di pinjemin ke pengusaha, bank lain, dibeliin saham, obligasi, buat spekulasi di pasar uang dan bahkan dipinjemin ke perusahaan pemilik bank juga boleh. Pokoke bebas yang penting kalo saya tiba2 minta uang simpanan saya seluruhnya, bank bisa memenuhinya.(Kejadian saya tiba2 minta simpanan saya seluruhnya jarang sekali, paling cuma 1 %).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma gitu doang? Namanya keren banget, FRACTIONAL RESERVE BANKING, pake bahasa inggris lagi.&lt;br /&gt;Orang memberi nama suatu obyek karena obyek tersebut spesial. Spesial karena berbeda dengan kebiasaan . Kebiasaan masyarakat, kalo A nitip duit ke B, A bayar ke B (biaya penitipan), bukan sebaliknya, dan juga duit A gak boleh diapa-apain ama si-B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah ilustrasi bagaimana fractional reserve banking bekerja. Ada 2 tabel, tabel I menggambarkan keadaan sebelum adanya Bank dan tabel II menjelaskan bagaimana fractional reserve banking bekerja, termasuk unsur ikutannya berupa bunga dan efeknya thd masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SQqCps9d9RI/AAAAAAAAAL8/eo1XLOmEfNQ/s1600-h/Tabel+I.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SQqCps9d9RI/AAAAAAAAAL8/eo1XLOmEfNQ/s400/Tabel+I.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263162767491069202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini diawali dengan :&lt;br /&gt;1. Pada suatu hari di pagi yang cerah, di suatu desa terpencil nun jauuh disana, tinggallah 5 orang kepala keluarga. Mereka semua masing2 memiliki uang fiat sebanyak 100. Total uang fiat beredar adalah 500.&lt;br /&gt;2. Mereka semua adalah orang yang baik hati. Yang paling baik diantara mereka adalah A. Buktinya ketika C butuh uang buat bikin rumah, A langsung memberi pinjaman ke C seluruh uangnya.&lt;br /&gt;3.  B adalah satu2nya orang yg pandai bikin rumah di desa itu, maka C membayar B sebanyak 150 untuk membuat rumah. Uang C yg tinggal 50 dipake buat bayar utang ke A, sisanya dia bayar setelah D menyewa rumah C sebesar 50 untuk pesta pernikahan anaknya.&lt;br /&gt;4. Siapa yg paling banyak uang di desa ini? Tentu saja B yg telah bekerja keras, banting tulang, ampe keluar keringet dingin untuk mendapatkannya (terlihat dari prosentase kenaikan jumlah uang, sementara jumlah uang beredar tetap). Bagaimana C menghidupi keluarganya sedangkan dia gak punya uang? Diantara penduduk desa, C yang paling pintar bicara. Maka setiap hari dia panggil orang2 ke rumahnya untuk mendengarkan cerita sambil dia jualan teh, kopi dan gorengan. Orang2 tertarik kepadanya karena C bercerita tentang keadaan di desa tetangga, tentang inflasi, alat ukur, Dinar Emas-Dirham Perak, Nilai intrinsik, pokoknye macem2 dah. And  they live happily ever after….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SQqCqGKmPgI/AAAAAAAAAME/oapf0Cbi2Oo/s1600-h/Tabel+II.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 260px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SQqCqGKmPgI/AAAAAAAAAME/oapf0Cbi2Oo/s400/Tabel+II.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263162774257024514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;The story continues…&lt;br /&gt;1. Ketika seluruh penduduk sedang tidur, tiba2 mereka dikejutkan dengan adanya gempa. Rumah milik C hancur dan kepala C sempat terkena runtuhan balok rumah. Setelah sembuh, makin pusing kepalanya karena dia sekarang gak punya uang dan juga rumah. Setelah memutar otak, akhirnya C mempunyai rencana brilian, paling tidak menurut dia.&lt;br /&gt;2. Penduduk desa melihat C sekarang sebagai orang yang berubah. Bagaimana tidak, dia sekarang mengganti namanya menjadi Max Siad dan maunya dipanggil bang, jadi bang Max Siad bukan lagi Bapak C. Yang paling aneh menurut penduduk desa, dia menawarkan imbalan 5% bagi siapapun yg mau nitip uang ke dia. Meskipun aneh, ada juga yg mau yaitu B dan D, masing2 nitip sebesar 200 dan 50.&lt;br /&gt;3. Setelah megang uang 250, bang Max Siad menawarkan ke E pinjaman sebesar 200 untuk bikin rumah, tentu saja sambil bercerita ttg nikmatnya punya rumah. Si E ini adalah orang yang polos. Karena kepolosannya, maka E mau menerima pinjaman dari bang Max Siad dengan bunga 10%.&lt;br /&gt;Pada momen inilah fractional reserve banking bekerja. Dengan uang orang lain, bang Max Siad meberi pinjaman ke E sebesar 200, jumlah paling banyak yang dapat dia pinjamkan dengan tingkat cadangan 20% (Uang simpanan 250, cadangan 20% atau 50, sisanya bisa untuk dipinjamkan). Pertanyaan, kok uang bang Max Siad tetap 250, kan yg 200 udah di pinjemin? Uang bang Max Siad tetap 250 karena berdasarkan catatan pembukuan uang titipan B dan D masih ada di bang Max Siad. B dan D belum mengambil uangnya sepeserpun. Gara2 ulah bang Max Siad, jumlah uang beredar bertambah menjadi 700.&lt;br /&gt;4. Karena jumlah uang beredar bertambah, maka harga2 melonjak naik. Hal ini jadi masalah buat E, karena dulu buat bikin rumah cuma butuh 150, tapi sekarang si B yang tukang bikin rumah minta 240. Mau nggak mau, akhirnya E mau juga bayar  240, yang penting punya rumah  lagipula masih ada sisa 60. Yang masih bikin E risau adalah dia harus menjual seluruh hasil panen dan ternak agar mampu membayar hutang ke bang Max Siad sebesar 200 + bunga 10%, jadi 220. Uang yg ada baru 60….&lt;br /&gt;5. Di poin 5 ini cerita bisa bercabang, kalo panen dan ternak E berhasil, semua untung kecuali A, karena nilai uang fiat nya menurun dari 20% (100/500) menjadi 14,3% (100/700). Namun, life’s not perfect. Life’s like a box of chocolate, you’ll never know what you’re gonna get. Ketika mendekati waktu jatuh tempo bayar utang, ternyata panen E gagal dan ternaknya mati diserang penyakit. E gak bisa bayar utang. Maka, bang Max Siad pun menyita rumah E yg dihargain cuma 200 dan juga membawa uang E sebesar 20 sebagai bunga. Uang E kini tinggal 40.&lt;br /&gt;6.  Di akhir cerita, mari kita liat nasib seluruh penduduk desa. Tampaknya, yang paling untung adalah bang Max Siad, dari gak punya apa2 sekarang punya uang 7,5 setara 1,1% dari total uang beredar (7,5/700) dan rumah.Selanjutnya, B uangnya sekarang jadi 450 atau 64,3% dari total uang padahal sebelumnya hanya 40% (200/500), maklum pengusaha. Trus D lumayan pertambahan jumlah uangnya, dari 100 jadi 102,5.  Kalo E sekarang jadi jarang keliatan, terakhir dia terlihat duduk merenung sambil mendengarkan lagu Beatles, “Yesterday, all my troubles seem so far away…”. Bagaimana dengan A? Keliatannya dia kok tenang2 aja. Setelah sedikit diinterogasi, akhirnya dia ngaku juga., ternyata sebelum bang Max Siad berubah sifatnya, A telah membelanjakan sebagian besar  uangnya untuk beli 100 koin Dinar Emas jadinya dia terbebas dari ulah bang Max Siad. Maksudnya terbebas dari ulah bang Max Siad? “Karena jumlah uang beredar bertambah maka harga barang akan naik, begitu juga dengan harga koin Dinar Emas yang saya miliki!” jawab A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo mau baca cerita karangan orang laen tapi sejenis ama cerita di atas &lt;a href="http://www.relfe.com/plus_5_.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;, terjemahannya &lt;a href="http://www.relfe.com/plus_5_indonesian.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Disclaimer :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini hanya sebatas ilustrasi semata. Meskipun tulisan ini diambil dari sumber-sumber yang umumnya dapat dipercaya, penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang diperoleh pihak manapun karena penggunaan tulisan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menjadi kewajiban dan tanggung jawab pembaca untuk mengkaji sendiri dari sumber manapun dalam penentuan pilihan investasinya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-6122194668718228587?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/6122194668718228587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/ilustrasi-tentang-fractional-reserve.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6122194668718228587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/6122194668718228587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/ilustrasi-tentang-fractional-reserve.html' title='Ilustrasi tentang Fractional Reserve Banking Bekerja'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SQqCps9d9RI/AAAAAAAAAL8/eo1XLOmEfNQ/s72-c/Tabel+I.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-8743052050547849971</id><published>2009-07-06T08:27:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T08:28:20.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Alat Ukur, demi kepastian dan keadilan ( terutama buat Sangkuriang )</title><content type='html'>Dalam kehidupan sehari-hari, udah pasti setiap orang selalu menemui  dan bersentuhan dengan alat ukur, seperti jam untuk alat ukur waktu, penggaris, odometer mobil atawa motor, kalender, timbangan dan bahkan uang sebagai alat ukur untuk transaksi (unit of account) dan penyimpan kekayaan (store of value).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sih manusia ampe repot2 mau bikin alat ukur yang standar? Alasan yang paling cepet terlintas di kepala adalah kepastian dan keadilan.&lt;br /&gt;Saya tahu  pasti kalo satu bulan itu 30 hari, jadi di setiap awal bulan berikut saya yakin akan dapat gaji, masalah gaji dipotong utang koperasi atau kena potongan absen, itu urusan belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal keadilan, ini masalah yang paling sensitive. Setiap orang menghendaki keadilan. Tanpa adanya alat ukur yg standar, urusan keadilan bikin repot, apalagi kalo ngikutin perasaan.  Misal, 1 hari kan 24 jam, trus mana yg lebih lama, 1 hari tapi abis gajian atau 1 hari sambil nunggu gajian. Perasaan saya sih, lama yag kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ada yang pengen tau sejarah alat ukur, bisa baca di &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_measurement"&gt;wikipedia&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://inventors.about.com/gi/dynamic/offsite.htm?site=http://www.cftech.com/BrainBank/OTHERREFERENCE/WEIGHTSandMEASURES/MetricHistory.html"&gt;inventors.about.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://physics.nist.gov/GenInt/Time/ancient.html"&gt;physics.nist.gov&lt;/a&gt; atawa &lt;a href="http://www.historyworld.net/wrldhis/PlainTextHistories.asp?historyid=ac07"&gt;history world&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasannya, awal mula satuan panjang ditentukan oleh ukuran tubuh manusia, seperti inci berasal dari ukuran jempol, “feet” berasal dari ukuran kaki raja/penguasa sedangkan ukuran jarak  “mile” bagi bangsa Romawi adalah seribu langkah prajurit Romawi.&lt;br /&gt;Namun, ukuran tsb akan berubah bila digunakan oleh orang yg berbeda serta dengan semakin luasnya wilayah kerajaan Romawi yg menguasai bangsa2 yg berbeda dalam penggunaan alat ukur, maka alat ukur yg menggunakan tubuh manusia sebagai patokan menjadi sangat merepotkan. Solusinya, dibuatlah sebuah batang atau tongkat yang mempunyai ukuran tertentu untuk dijadikan patokan. Bangsa Mesir dan Mesopotamia, menyimpan  batang atau tongkat yg jadi patokan di kuil mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya untuk ukuran berat, bangsa Mesir dan juga Mesopotamia menyimpan besi yang jadi ukuran standar dalam jual-beli. Besi tsb juga disimpan di kuil mereka, sehingga siapapun dapat menggunakannya untuk mengecek kebenaran timbangan. Jadi tercapai deh prinsip kepastian dan keadilan bagi penjual maupun pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus disebutkan, penentuan alat ukur waktu seperti jam, hari, bulan, musim semuanya itu berasal dari hasil pengamatan manusia terhadap benda2 langit seperti matahari, bulan dan bintang. Sebelum ada jam tangan orang dulu pake jam matahari, jam pasir atau jam air untuk menghitung waktu yang telah dipakai untuk menyewa suatu barang . Ngomong soal alat ukur waktu, jadi inget cerita Sangkuriang. Seandainya dia pake patokan yg lebih stabil selain dari suara kokok ayam, udah pasti tujuannya tercapai. Coba dia bilang batas akhir pembuatan candi adalah bayangan keris sama dengan tinggi keris, itu akan memberikan kepastian dan keadilan buat dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal uang yang belum diomongin nih. Sejarah uang meliputi sejarah umat manusia sejak ribuan tahun yang lalu, mulai dari barter, penggunaan kerang, kulit binatang, emas , perak dan sekarang  uang fiat.&lt;br /&gt;Berdasar catatan sejarah, yang paling lama digunakan sebagai uang tidak lain dan tidak bukan adalah logam mulia (Emas dan Perak). Bangsa Mesir telah menggunakan emas sebagai mata uang sejak tahun 5000 sebelum masehi. Sejak abad 9 masehi sampai abad 15 masehi, Bangsa Cina pernah menggunakan kertas sebagai mata uangnya. Penggunaan uang kertas ini tidak berlangsung lama karena pada akhirnya uang kertas Cina mengalami inflasi luar biasa. Selain Cina, sampai dengan tahun 1971 seluruh bangsa2 yg sudah maju peradabannya tetap menggunakan emas/perak sebagai mata uang atau menggunakan uang kertas yang nilainya berdasarkan cadangan emas atau perak (Gold Standard). Sejak tahun 1971, dunia mulai mnggunakan uang fiat sebagai mata uangnya. Disebut sebagai uang fiat karena nilainya tidak berdasarkan cadangan emas/perak yang dimiliki tetapi berdasarkan keputusan pemerintah, dimana warga negara dari suatu pemerintahan wajib menggunakannya berdasarkan undang-undang. Kata “fiat” berasal dari bahasa Latin yang terjemahan inggrisnya “Let it be done”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita sejarah diatas, demi kepastian dan keadilan, manusia memerlukan standar alat ukur yang stabil, 1 meter besi sekarang akan sama panjangnya dengan 1 meter besi 10 tahun lagi, 1 kg kapuk sama beratnya dengan 1 kg besi, ditahun 2020 satu hari tetap 24 jam. Sayangnya, uang fiat sebesar 10 juta sekarang nggak akan sama nilainya ditahun 2020.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-8743052050547849971?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/8743052050547849971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/alat-ukur-demi-kepastian-dan-keadilan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/8743052050547849971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/8743052050547849971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/alat-ukur-demi-kepastian-dan-keadilan.html' title='Alat Ukur, demi kepastian dan keadilan ( terutama buat Sangkuriang )'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-8486137443076409166</id><published>2009-07-06T08:25:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T08:27:06.549-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Nilai Intrinsik / Intrinsic Value</title><content type='html'>Nilai Intrinsik adalah nilai suatu barang melekat/intrinsik pada barang itu sendiri. Definisi ini merupakan definisi dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Intrinsic_theory_of_value"&gt;Objective/Intrinsic Theory of Value&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara istilah nilai intrinsik saham, option, obligasi mengacu kepada nilai dari penerbit saham, option ataupun obligasi itu sendiri.(&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Intrinsic_value_%28finance%29"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Subjective_theory_of_value"&gt;Subjective Theory of Value&lt;/a&gt;, nilai suatu barang ditentukan oleh kegunaan dan ketersediaan barang. (taut wiki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air minum, singkong, binatang ternak, uang kertas dan emas tidak ada nilainya bila terdapat di sebuah pulai tak berpenghuni.&lt;br /&gt;Tambahkan satu orang di pulau tersebut, maka yang paling bernilai adalah air minum, singkong dan binatang ternak.&lt;br /&gt;Tambahkan satu orang lagi yang mempunyai korek api dan perlatan memasak, maka uang kertas menjadi hal yang bernilai karena uang kertas tsb akan digunakan untuk membeli korek api dan menyewa peralatan memasak.&lt;br /&gt;Tambahkan satu orang lagi, yaitu seorang pandai besi, maka emas menjadi berguna untuk membuat peralatan dan perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, air minum, singkong, binatang ternak, uang kertas dan emas menjadi berguna hanya bila ada orang yang membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ketersediaan barang mempengaruhi tinggi/rendahnya nilai suatu barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kebutuhan dasar manusia untuk makan dan minum terbatas maka semakin banyak air minum, singkong dan binatang ternak yang tersedia semakin rendah nilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai uang kertas dapat dicontohkan seperti ini:&lt;br /&gt;Salah satu fungsi uang adalah sebagai alat penyimpan kekayaan (store of value). Seandainya di dunia ini hanya ada 2 orang yaitu A dan B dimana A punya 2 buah baju dan B hanya punya uang sebanyak  Rp 1 juta. Bila A menjual 1 buah bajunya ke B seharga Rp 1 juta maka si-A adalah orang terkaya di dunia karena dia punya baju dan uang Rp 1 juta. Namun tiba-tiba datang C yang juga punya baju DAN membawa uang Rp 1 juta. Berapa kekayaan A? Dengan datangnya C, kekayaan A sekarang hanya tinggal 50 % dari total kekayaan yang ada di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan nilai dinar emas?&lt;br /&gt;Karena dinar emas terbuat dari emas maka segala kelebihan emas melekat pada dinar emas, salah satunya yaitu tidak akan mengalami nasib seperti uang kertas.(&lt;a href="http://prospekdinar.blogspot.com/2008/10/marginal-utility.html"&gt;Lihat Marginal Utility&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Selain itu, dinar emas pun bisa menjadi alat investasi yang menguntungkan. Mau tau itungannya? Coba deh liat di artikel &lt;a href="http://prospekdinar.blogspot.com/2008/10/net-present-value-of-3-year-investment.html"&gt;NPV of 3-year investment&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Disclaimer :&lt;br /&gt;Tulisan ini hanya sebatas ilustrasi semata. Meskipun tulisan ini diambil dari sumber-sumber yang umumnya dapat dipercaya, penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang diperoleh pihak manapun karena penggunaan tulisan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kewajiban dan tanggung jawab pembaca untuk mengkaji sendiri dari sumber manapun dalam penentuan pilihan investasinya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-8486137443076409166?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/8486137443076409166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/nilai-intrinsik-intrinsic-value.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/8486137443076409166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/8486137443076409166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/nilai-intrinsik-intrinsic-value.html' title='Nilai Intrinsik / Intrinsic Value'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-2837731013062650556</id><published>2009-07-06T08:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T08:25:04.465-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Tingkat Marginal Utility Emas adalah konstan</title><content type='html'>Masih ingat istilah “marginal utility”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar mengingatkan, per definisi, kurang lebihnya adalah nilai/kepuasan yang diperoleh seseorang dari setiap penambahan barang yang dikonsumsi/diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo “Declining Marginal Utility”, adalah menurunnya nilai/kepuasan yang diperoleh seseorang dari setiap penambahan barang yang dikonsumsi/diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, bila seseorang makan steak, kepuasan yang diperoleh dari satu porsi steak yang pertama dia makan lebih besar dari satu porsi steak yang kedua, kepuasan dari satu porsi steak yang kedua lebih besar dari satu porsi steak yang ketiga, demikian seterusnya untuk setiap penambahan satu porsi steak berikutnya. Bahkan, bila steak yang dimakan melebihi kapasitas perutnya, bukan kepuasan yang didapat tetapi penyakit akan dia peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan penambahan jumlah anak? Hal ini berbeda karena setiap anak adalah spesial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo penambahan hasil panen bagi petani? Berbeda juga karena hasil panen tsb akan dijual lagi oleh petani, bukan dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, masih ingat paradoks air dengan berlian (paradox of water and diamond)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut paradox karena air yang begitu penting bagi kehidupan manusia kok bisa-bisanya berharga murah banget sedangkan berlian yang gak bisa dimakan, harganya selangit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ekonom menjelaskan, air harganya murah karena banyaknya persediaan/supply, sedangkan berlian berharga mahal padahal hanya berfungsi sebagai perhiasan karena berlian itu barang yang langka (scarce), hanya ada dalam persediaan/supply yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dirumah hanya menyimpan air minum sebanyak 3 galon untuk 1 minggu, seandainya tiba-tiba saya mendapat penambahan satu mobil tanki air minum gratis, hal itu tidak menambah manfaat bagi saya bahkan merugikan saya karena 3 galon air yang telah saya beli menjadi tidak bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan berlian, kalo ada yang memberi saya berlian sebesar mobil tanki air, udah pasti dah dia saya jadikan kerabat kalo dia laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang saya baca di &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Marginal_utility"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke marginal utility, saya jadi pingin tahu, uang fiat dan emas terkena teori diminishing marginal utility gak ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang fiat yang ada di dunia ternyata banyak sekali jumlahnya. Kalo liat di artikel wikipedia tentang &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Money_supply"&gt;Money Supply&lt;/a&gt;, jumlah uang beredar diberi lambang M. Ada 4 macam M, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M0 = Jumlah uang yg secara fisik beredar (uang kartal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M1 = Jumlah uang kartal ditambah demand deposit (uang giral).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M2 = M1 + deposito, tabungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M3 = M2 + deposito bernilai besar, dana institusi pasar uang (institutional money-market fund), short-term repurchase agreement. M3 merupakan alat ukur yang digunakan oleh ekonom untuk mengestimasi jumlah seluruh uang yang beredar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh jumlah seluruh uang yang beredar (M3) dalam bentuk dollar Amerika Serikat (US$). Data ada di artikel Wikipedia tentang &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gold_as_an_investment"&gt;Gold as an Investment&lt;/a&gt;. Sayangnya, data M3 untuk tahun 2008 tidak tersedia, karena sejak Maret 2006, Federal Reserve sudah tidak lagi mempublikasikan M3 ke umum. (&lt;a href="http://inflationdata.com/inflation/Inflation_Articles/M3_Money_supply.asp"&gt;Why?&lt;/a&gt;) Yang ada data M3 untuk tahun 2005 sebesar US$ 10,7 triliun, atau dengan kurs 1 USD = Rp 9.500, maka M3 thn 2005 adalah Rp 101.650 triliun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara data M3 US$ yang saya peroleh dari dari &lt;a href="http://www.nowandfutures.com/key_stats.html"&gt;www.nowandfutures.com&lt;/a&gt;, awal 2007 adalah sebesar kurang lebih US$ 11,5 triliun., kalo pake kurs 1 USD = Rp 9.500 maka M3 US$ adalah Rp 109.250 triliun, atau lebih dari 121 kali APBN 2008 yang “hanya” sebesar kira2 Rp 900 triliun. Banyak kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi inget, belakangan ini sering mendengar orang2 bilang “Jaman sekarang, duit kayak air!”. Baru sekarang saya ngerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena uang yang beredar banyak, maka setiap tambahan US$ 1.000 yang saya dapatkan nilainya bagi saya menjadi berkurang, begitu? Bagaimana mungkin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan ini, ekonom yang bernama &lt;a href="http://www.safehaven.com/showarticle.cfm?id=19"&gt;Ludwig Von Mises&lt;/a&gt; menjelaskan bahwa nilai uang terbagi dua yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Subjective Value of Money&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi seseorang terhadap kegunaan uang (mis. Sebagai alat tukar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. Objective Value of Money&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya beli (purchasing power) dari uang itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan diatas timbul karena melihat uang dari sisi subjective value of money, sedangkan &lt;a href="http://www.silverbearcafe.com/private/moneyunit.html"&gt;teori declining marginal utility berlaku terhadap uang&lt;/a&gt; bila dilihat dari sisi objective value of money.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh berlakunya declining marginal utility US$ dilihat dari sisi objective value of money adalah, misalkan emas yg ada di dunia ini sebanyak 150.000 ton dan uang yang ada di dunia ini hanya US$ sebanyak Rp 101.650 trilyun, maka harga 1 ton emas adalah sebesar kira2 Rp 677 milyar/ton atau Rp 677 juta/kg emas. Kemudian, karena satu dan lain hal, bank sentral Amerika dalam satu tahun tiba2 menambah jumlah M3 menjadi US$ 109.250 trilyun, maka harga emas per kg menjadi Rp 728 juta.(naik 7,5 %).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari contoh diatas terlihat bahwa dengan bertambahnya M3 diperlukan lebih banyak uang untuk membeli 1 Kg emas, atau dengan kata lain, daya beli US$ berkurang karena bertambahnya M3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan emas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data yang ada di &lt;a href="http://www.goldsheetlinks.com/production2.htm"&gt;www.goldsheetlinks.com&lt;/a&gt; jumlah emas yang sudah ditambang oleh manusia sampai tahun 2006 sebanyak kira2 150.000 ton. Produksi emas tahunan dunia untuk tahun 2006 berada sedikit dibawah 2.500 ton. Menurut berita yang ada di &lt;a href="http://www.reuters.com/article/rbssIndustryMaterialsUtilitiesNews/idUSN0335026520081003"&gt;Reuters&lt;/a&gt;, produksi emas tahunan secara global akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila data diatas digabungkan dengan contoh sebelumnya, maka penambahan 2.500 ton emas selama satu tahun dengan M3 sebesar US$ 109.250 triliun akan mengakibatkan harga emas turun menjadi US$ 716 juta/kg dari sebelumnya US$ 728 juta/kg (turun 1,7 %).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, uang fiat maupun emas sama-sama terkena teori declining marginal utility, bedanya terletak di tingkat penurunan nilai dan trend penurunan nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang fiat tngkat penurunan nilai-nya tinggi (7,5 %) dan tren penurunan nilai-nya akan terus naik karena uang fiat itu buatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan emas tingkat penurunan nilai-nya rendah (1,7%) dan tren penurunan nilai-nya akan stabil/konstan karena a.l. sulitnya mendapatkan tambang emas baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-2837731013062650556?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/2837731013062650556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/tingkat-marginal-utility-emas-adalah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2837731013062650556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2837731013062650556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/tingkat-marginal-utility-emas-adalah.html' title='Tingkat Marginal Utility Emas adalah konstan'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-3680666803414207445</id><published>2009-07-06T08:21:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T08:23:09.426-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Pictures of Dinar &amp; Dirham</title><content type='html'>Bagi yang penasaran ingin tahu bentuk dan ukuran dinar dirham...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SPXnA_pObNI/AAAAAAAAAH8/6x4ZZzjEZ3o/s1600-h/dinarn100.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SPXnA_pObNI/AAAAAAAAAH8/6x4ZZzjEZ3o/s200/dinarn100.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257362144295283922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                                                                                      &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SPXnBc5BwGI/AAAAAAAAAIE/-QYvi5nOl_c/s1600-h/Dirhamn500.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SPXnBc5BwGI/AAAAAAAAAIE/-QYvi5nOl_c/s200/Dirhamn500.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257362152146190434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SPXnBWyujmI/AAAAAAAAAIM/SHmZJqXVdPw/s1600-h/DInDir.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SPXnBWyujmI/AAAAAAAAAIM/SHmZJqXVdPw/s200/DInDir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257362150509153890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                                                                                                                &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SPXnBvMQ4LI/AAAAAAAAAIU/ZYZzBposuiI/s1600-h/Dinar+ngumpul.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SPXnBvMQ4LI/AAAAAAAAAIU/ZYZzBposuiI/s200/Dinar+ngumpul.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257362157058711730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                                                                                                                                                                                                      &lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;                                                                                                    &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SPXoyB6P39I/AAAAAAAAAIs/8xBJ4Zd3LAE/s1600-h/Dinar+miring.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SPXoyB6P39I/AAAAAAAAAIs/8xBJ4Zd3LAE/s200/Dinar+miring.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257364086228770770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-3680666803414207445?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/3680666803414207445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pictures-of-dinar-dirham.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/3680666803414207445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/3680666803414207445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/pictures-of-dinar-dirham.html' title='Pictures of Dinar &amp; Dirham'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SPXnA_pObNI/AAAAAAAAAH8/6x4ZZzjEZ3o/s72-c/dinarn100.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-4524420783934442963</id><published>2009-07-06T08:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T08:20:45.323-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Net Present Value of 3-year Investment</title><content type='html'>Menyambung artikel sebelumnya mengenai &lt;a href="http://prospekdinar.blogspot.com/2008/10/net-present-value.html"&gt;Net Present Value&lt;/a&gt;, kali ini saya memasukkan unsur tingkat inflasi dan pajak dalam menghitung NPV dari investasi selama 3 tahun.&lt;br /&gt;Ceritanya, saya dapat uang dari mertua 100 jt. Saya punya tiga pilihan investasi yaitu deposito, atau beli rumah kemudian disewakan dan dijual lagi setelah tiga tahun, atau investasi dalam bentuk emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus untuk menghitungnya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NPV = (-C0) + ∑  (Ct / (1 + r) ^t))&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana t adalah jangka waktu investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. NPV atas Deposito&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tingkat bunga deposito per tahun (i) adalah 8%, discount rate tabungan (r) 4%, tingkat inflasi selama tiga tahun 6%/tahun, dan pajak atas bunga deposito (t) 20% yang dipotong di akhir tahun ke-3, maka penghitungan NPV-nya adalah  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV = Modal + ((Hsl Investasi - Pajak) / ((1 + r + Inflation Rate) ^3))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hsl Investasi = 100 jt x 1.08^3&lt;br /&gt;                            = 100 x 1.26&lt;br /&gt;                            = 126 jt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pajak  = (126jt -100jt) x 20%&lt;br /&gt;               = 5.2 jt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV = (-100 jt) + ((126 jt– 5.25jt) / (1.1^3))&lt;br /&gt;           = (-100jt) + (120.75 jt/ 1.33)&lt;br /&gt;           = (-100jt) + 90.79 jt&lt;br /&gt;           =  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(- 9.21 jt)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Rugi ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. NPV atas Investasi Rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan harapan harga jual rumah tiga tahun mendatang adalah Rp170 jt (setelah dikurangi biaya renovasi, perijinan, fee perantara), penerimaan dimuka uang sewa rumah sebesar 30 jt untuk 3 tahun, discount rate (r) 12%,  tingkat inflasi 6%/thn, pajak pembelian dan penjualan rumah 5%, pajak sewa rumah 10%, maka penghitungan NPV-nya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV = (Modal+(Hsl Sewa-Pjk1)) + ((Hsl Invest.-Pjk2) / ((1+ r +Inflation)^3))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hsl Sewa = 10 jt x 3 tahun&lt;br /&gt;                             = 30 jt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pajak1 = 30 jt x 10%&lt;br /&gt;                  = 3 jt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pajak2 = (170jt-100jt) x 5%&lt;br /&gt;                  =  3.5 jt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV = ((-100jt)+(30jt-3jt)) + ((170jt-3.5jt) / ((1.18)^3))&lt;br /&gt;           = (-73jt) + (166.5jt / 1.64)&lt;br /&gt;           = (-73jt) + 101.52jt&lt;br /&gt;           =&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  28.52 jt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Waduh, turun lebih dari setengahnya. ( NPV 1 tahun tanpa pajak dan inflasi 43.93jt)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. NPV atas Investasi Emas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tingkat kenaikan harga emas per tahun adalah 20%, discount rate 0%, tingkat inflasi 6%, pajak 15%, maka penghitungan NPV-nya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV = Modal + ((Hsl Investasi – Pajak) / ((1 + r + Inflasi)^3))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hsl Investasi = 100jt x (1.2^3)&lt;br /&gt;                                       = 100jt x 1.73&lt;br /&gt;                                       = 173jt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pajak = (173jt-100jt) x 15%&lt;br /&gt;              = 73jt x 0.15&lt;br /&gt;              = 10.95jt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV = (-100jt) + ((173jt – 10.95jt) / (1.06^3))&lt;br /&gt;           = (-100jt) + (162.05jt / 1.19)&lt;br /&gt;           = (-100jt) + 136.17jt&lt;br /&gt;           = &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;36.17 jt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  (No comment. My comment will be biased. I sell gold dinar coin, you know?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 hal yang dapat saya simpulkan dari penghitungan 3 NPV diatas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Inflasi dan pajak bikin hasil investasi saya turun drastis. NPV Deposito 3   thn tanpa inflasi dan  pajak menghasilkan 12.5jt, NPV atas rumah selama 3 thn tanpa inflasi dan pajak 50.57jt, NPV atas emas selama 3 tahun tanpa inflasi dan pajak 73jt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bila di dunia ini tidak ada inflasi dan pajak, maka investasi yang paling menguntungkan adalah investasi di sektor riil (beli rumah, disewakan kemudian dijual)/(Buka toko sembako).&lt;br /&gt;Emas? Kalo gak ada inflasi dan pajak, harga emas gak akan berubah, karena alat ukur yang digunakan untuk mengukur nilai emas (Rupiah) tidak terkena inflasi setiap tahun, demand thd emas gak kan pernah turun, supply emas naik sedikit demi sedikit (butuh waktu lama buat nambang emas untuk kemudian dicetak jadi emas batangan/koin)&lt;br /&gt;Mungkin gak ya di dunia ini tidak ada inflasi dan pajak???&lt;br /&gt;Is it possible?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quotable quotes about possibilities :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"There is not the slightest indication that nuclear energy will ever be obtainable. It would mean that the atom would have to be shattered at will."&lt;br /&gt;-- Albert Einstein, 1932&lt;br /&gt;"Lee DeForest has said in many newspapers and over his signature that it would be possible to transmit the human voice across the Atlantic before many years. Based on these absurd and deliberately misleading statements, the misguided public ... has been persuaded to purchase stock in his company ..."&lt;br /&gt;-- a U.S. District Attorney, prosecuting American inventor Lee DeForest for selling stock fraudulently through the mail for his Radio Telephone Company in 1913&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heavier-than-air flying machines are impossible."&lt;br /&gt;-- Lord Kelvin, British mathematician and physicist, president of the British Royal Society, 1895&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The Americans are good about making fancy cars and refrigerators, but that doesn’t mean they are any good at making aircraft. They are bluffing. They are excellent at bluffing."&lt;br /&gt;-- Hermann Goering, Commander-in-Chief of the Luftwaffe, 1942&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Man will not fly for 50 years."&lt;br /&gt;-- Wilbur Wright, American aviation pioneer, to brother Orville, after a disappointing flying experiment, 1901 (their first successful flight was in 1903)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It will be years - not in my time - before a woman will become Prime Minister."&lt;br /&gt;-- Margaret Thatcher, future Prime Minister, October 26th, 1969&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Disclaimer :&lt;br /&gt;Tulisan ini hanya sebatas ilustrasi semata. Meskipun tulisan ini diambil dari sumber-sumber yang umumnya dapat dipercaya, penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang diperoleh pihak manapun karena penggunaan tulisan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kewajiban dan tanggung jawab pembaca untuk mengkaji sendiri dari sumber manapun dalam penentuan pilihan investasinya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-4524420783934442963?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/4524420783934442963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/net-present-value-of-3-year-investment.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4524420783934442963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4524420783934442963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/net-present-value-of-3-year-investment.html' title='Net Present Value of 3-year Investment'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-1372949711739340487</id><published>2009-07-06T08:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T08:15:08.531-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Penyebab inflasi, kenaikan harga atau bertambahnya jumlah uang beredar?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah inflasi memiliki arti bertambahnya pasokan uang/money supply (monetary inflation) , yang ditandai dengan meningkatnya harga barang dan jasa dalam kurun waktu tertentu (price inflation). Namun, sekarang penggunaan istilah inflasi lebih mengacu pada price inflation. Selain itu, inflasi juga bisa diartikan sebagai menurunnya nilai intrinsik uang karena berkurangnya daya beli uang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengukuran tingkat inflasi biasanya disandarkan pada Consumer Price Index/CPI (Indeks Harga Konsumen/IHK). Di Indonesia, berdasarkan penjelasan yang ada di situs &lt;a href="http://www.bps.go.id/sector/cpi/index.html"&gt;Badan Pusat Statistik (BPS)&lt;/a&gt;, IHK menjadi dasar untuk penghitungan tingkat inflasi.&lt;br /&gt;(Katanya inflasi karena jumlah uang yg beredar, kok yang dihitung indeks harga konsumen ya?)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat inflasi yang tinggi memberikan efek negatif, al :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membuat orang malas berinvestasi dan menabung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengurangi penghasilan orang yang berpenghasilan tetap, seperti pensiunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pajak tersembunyi, dimana pegawai yang gajinya dinaikkan sesuai dengan   tingkat inflasi  akan   terkena tarif pajak progresif yang lebih tinggi, sementara daya beli uang gajinya tidak bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengikis nilai perkiraan (accounts) dalam neraca perusahaan yang dicatat berdasarkan harga historis (Laba Ditahan, Dividen, utang, piutang dll). Dengan tingkat inflasi 2 %, nilai Laba Ditahan perusahaan akan berkurang sebanyak 51 % dalam 35 tahun (Nilai nominalnya tetap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penyebab dari inflasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meningkatnya permintaan atas barang dan jasa secara keseluruhan karena bertambahnya   pengeluaran belanja swasta dan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menurunnya tingkat ketersediaan barang sehingga memaksa produsen untuk menaikkan harga barang produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bertambahnya jumlah uang (M = Jumlah uang beredar) sesuai dengan rumus Quantity Theory of Money/Teori Kuantitas Uang sbb :&lt;br /&gt;M x V = P x Q&lt;br /&gt;Dimana :&lt;br /&gt; M = Jumlah Uang Beredar&lt;br /&gt; V = Tingkat Perputaran Uang&lt;br /&gt; P = Harga Barang dan Jasa&lt;br /&gt; Q = Jumlah Output Riil Barang dan Jasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi V tidak berubah/tetap, dan penambahan jumlah uang beredar tidak masuk ke sektor riil sehingga Q tetap, maka P akan naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa metoda untuk mengontrol inflasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kebijakan Moneter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan moneter untuk mengontrol inflasi dapat dilihat di site &lt;a href="http://www.bi.go.id/biweb/Templates/Postings/Publikasi_ID.aspx?NRMODE=Published&amp;amp;NRORIGINALURL=%2fweb%2fid%2fPublikasi%2fKebijakan%2bMoneter%2fTinjauan%2bKebijakan%2bMoneter%2ftkm_0908.htm&amp;amp;NRNODEGUID=%7BA56B8BD0-33D2-48A5-8FF1-55342F26BF5E%7D&amp;amp;NRCACHEHINT=Guest"&gt;Bank Indonesia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fixed Exchange Rate / Nilai Tukar Tetap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana nilai tukar mata uang suatu negara mengacu pada satu mata uang negara lain ataupun mengacu pada beberapa mata uang negara lain yang berbeda (Currency Basket).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gold Standard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gold Standard merupakan suatu system moneter yang menggunakan emas dan perak sebagai patokan dalam penentuan nilai mata uang.&lt;br /&gt;Dalam suatu Negara yang menganut gold standard, setiap uang kertas yang diterbitkan oleh pemerintah dapat ditukar (redeem) dengan emas dan/atau perak setiap saat. Misalkan Pemerintah Indonesia menetapkan bahwa untuk setiap uang kertas dengan jumlah nominal Rp 250.000,00 sebanding dengan 1 gr Emas 24 karat, maka setiap pemegang uang kertas dengan jumlah nominal Rp 250.000,00 dapat menukarkan uang tersebut dengan 1 gr Emas 24 karat dibank manapun, kapanpun dia mau (Redeemable Currency).&lt;br /&gt;Pada saat sekarang ini, Rupiah masuk ke istilah Irredeemable Currency, kebalikan dari Redeemable Currency.&lt;br /&gt;Emas dan perak, yang sejak zaman Mesir Kuno telah digunakan sebagai mata uang, dapat dijadikan sebagai acuan nilai mata uang karena kelangkaannya (rarity), tahan lama (durability), kemudahan untuk dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), kemudahan dalam pertukaran dengan mata uang emas negara lain atau 1 gr emas 22 karat cetakan Indonesia bisa ditukar dengan 1 gr emas 22 karat cetakan negara  manapun, kapanpun (fungibility) serta kemudahan untuk menguji keasliannya (ease of identification).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini disarikan dari artikel Wikipedia tentang Inflasi.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Inflation"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Inflation&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-1372949711739340487?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/1372949711739340487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/penyebab-inflasi-kenaikan-harga-atau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/1372949711739340487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/1372949711739340487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/penyebab-inflasi-kenaikan-harga-atau.html' title='Penyebab inflasi, kenaikan harga atau bertambahnya jumlah uang beredar?'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-4517452152635900009</id><published>2009-07-06T08:04:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T08:11:33.509-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Emas'/><title type='text'>Net Present Value</title><content type='html'>Net Present Value (NPV) digunakan untuk mengetahui nilai sekarang (Present Value/PV) dari hasil investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan, saya pada hari ini mendapat pinjaman dari mertua sebanyak Rp 100 juta yang ingin saya investasikan selama satu tahun. Ada 3 pilihan bagi saya untuk menanamkan uang saya tersebut, yaitu :&lt;br /&gt;1. Deposito 12 bulan dengan bunga 8%/thn,&lt;br /&gt;2. Beli rumah lalu dikontrakkan Rp 10 jt/thn untuk kemudian semoga bisa dijual di akhir tahun dengan harga Rp 150 juta,&lt;br /&gt;3. Beli emas sekarang dan dijual akhir tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat lebih mudah memilih investasi yang paling menguntungkan, saya ingin tahu berapa sih nilai sekarang dari hasil investasi  untuk masing-masing pilihan? Atau dengan kata lain, berapa rupiahkan uang yang akan saya terima dari masing-masing pilihan investasi seandainya hasil investasi tsb saya terima sekarang, bukannya satu tahun kedepan?. NPV digunakan untuk menjawab pertanyaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV merupakan hasil penjumlahan PV pengeluaran untuk investasi dan PV penerimaan dari hasil investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus untuk menghitung Present Value adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PV =   C1 / (1 + r)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana          C1 = Uang yang akan diterima di tahun ke-1.&lt;br /&gt;                      r  = Discount rate/ opportunity cost of capital.&lt;br /&gt;                                 Tingkat pengembalian/hasil investasi (%) dari investasi yang   sebanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan rumus untuk menghitung NPV adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV = C0 + ( C1 / (1 + r))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana C0 = Jumlah uang yang diinvestasikan (karena ini adalah pengeluaran, maka menggunakan bilangan negatif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghitung NPV Deposito, saya menggunakan discount rate (r) sebesar 4 %. Angka ini saya ambil dari tingkat bunga tabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV Deposito = (-100 jt) + (108 jt / ( 1 + 0,04 ))&lt;br /&gt;                                                               = (- 100 juta) + 103,85 juta&lt;br /&gt;                                                               =  3,85 juta&lt;br /&gt;                                         Lumayan juga nih hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghitung NPV Rumah, saya gunakan discount rate 12 % untuk mengakomodasi tingkat risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV Rumah  = (- 100 jt + 10 jt) + (150 jt / ( 1 + 0,12))&lt;br /&gt;                                                        = ( - 90 jt) + 133,93 jt&lt;br /&gt;                                                        = 43,93 jt&lt;br /&gt;                                                        Wow, makin kaya aja keliatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghitung NPV Emas, discount rate-nya 0 %, karena emas meskipun berfungsi sebagai store of value / alat penyimpan kekayaan, emas tidak memberikan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV Emas  = (- 100 jt) + ( 100 Jt / (1 + 0,00))&lt;br /&gt;                                                 =  0 jt&lt;br /&gt;                                                  Kok??? Tapi kan harga emas cenderung naik terus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan penasaran saya, saya coba hitung rata-rata kenaikan harga emas selama 10 tahun terakhir dengan mengambil data dari &lt;a href="http://www.kitco.com/charts/livegold.html"&gt;http://www.kitco.com/charts/livegold.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Oktober 1998 adalah USD 300/oz dan harga Oktober 2008 adalah USD 900/oz.&lt;br /&gt;Dengan penghitungan sederhana, saya peroleh rata-rata kenaikan harga emas adalah 20%/thn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi penghitungan ulang untuk NPV Emas adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPV Emas = ( -100 jt) + (120 jt / (1+0,00))&lt;br /&gt;                            =  (- 100 jt) + 120 jt&lt;br /&gt;             = 20 jt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari masing-masing NPV, yang paling banyak memberi keuntungan kalau saya beli rumah, bisa langsung saya kontrakkan selama 1 tahun dan bisa langsung saya jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ngomomg-ngomong, tingkat inflasi belum diperhitungkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Disclaimer :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini hanya sebatas ilustrasi semata. Meskipun tulisan ini diambil dari sumber-sumber yang umumnya dapat dipercaya, penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang diperoleh pihak manapun karena penggunaan tulisan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menjadi kewajiban dan tanggung jawab pembaca untuk mengkaji sendiri dari sumber manapun dalam penentuan pilihan investasinya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-4517452152635900009?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/4517452152635900009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/net-present-value.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4517452152635900009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/4517452152635900009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/net-present-value.html' title='Net Present Value'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-2775384230801514534</id><published>2009-07-06T07:57:00.000-07:00</published><updated>2011-01-25T09:16:49.539-08:00</updated><title type='text'>Contact me</title><content type='html'>&lt;form action="http://kontactr.com/euser.php" method="post"&gt;&lt;br /&gt;&lt;input value="12517" name="id" type="hidden"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang ingin melakukan pembelian Dinar Emas dan/atau Dirham Perak, melakukan penjualan kembali Dinar/Dirham ataupun ingin bertanya lebih lanjut silahkan menghubungi saya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HAFIDZ ISKANDAR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Phone :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0813 - 114 22 801&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Business Hours :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin - Jumat (Kec. hari libur) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07.00 WIB - 16.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Penetapan Harga Jual dan Harga Beli dilakukan 2 kali setiap hari yaitu pada pukul 07.00 WIB dan pukul 12.30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembayaran dilakukan melalui transfer Bank Mandiri dan Bank BCA&lt;/form&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-2775384230801514534?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/feeds/2775384230801514534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/contact-me.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2775384230801514534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/2775384230801514534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/contact-me.html' title='Contact me'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3366748301927572802.post-5288894308888982954</id><published>2009-07-06T07:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T03:20:43.956-07:00</updated><title type='text'>Disclaimer</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tulisan ini hanya sebatas ilustrasi semata. Meskipun tulisan ini diambil dari sumber-sumber yang umumnya dapat dipercaya, penulis, Prospek Dinar dan semua pihak yang berhubungan dengannnya tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang diperoleh pihak manapun karena penggunaan tulisan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kewajiban dan tanggung jawab pembaca untuk mengkaji sendiri dari sumber manapun dalam penentuan pilihan investasinya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;These articles are intended for informational use only. Although these articles are derived from dependable sources, the publisher and all related parties are not responsible for any loss whatsoever taken by whomever for direct and/or indirect use of these articles. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;It is the reader's sole responsibility to get a better judgment in his/her investment decisions.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3366748301927572802-5288894308888982954?l=prospekdinarpku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/5288894308888982954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3366748301927572802/posts/default/5288894308888982954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prospekdinarpku.blogspot.com/2009/07/disclaimer.html' title='Disclaimer'/><author><name>Hafidz Iskandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15516974882538554402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aM2GDAjd4ho/SVrEfomcS1I/AAAAAAAAAS0/9_WCXHO9j_s/S220/Me.jpg'/></author></entry></feed>
